Category Archives: Academic Writing

Daftar Jurnal Internasional Terindeks SCOPUS di Bidang Agribisnis dan Ekonomi Pertanian

Oleh: Heri Akhmadi, S.P., M.A.*

Masih dari rangkaian topik tentang penulisan artikel/paper ilmiah, setelah menulis paper, seorang peneliti/dosen yang akan menerbitkan tulisannya tentu harus menentukan dimana mereka harus mempublish. Tentu semua berharap tulisannya masuk di jurnal terkemuka (istilah Dikti jurnal “bereputasi”) karena mempunyai impact factor yang tinggi dan diakui di kalangan/masyarakat keilmuannya (kalau menurut DIKTI setidaknya terindeks di salah satu diantaranya SJR SCOPUS, ISI Thomson Reuters atau Microsoft Academic Search)

Mencari jurnal yang tepat atau incaran ternyata gampang-gampang susah…hehe. Selain karena ada ribuan atau ratusan ribu jurnal, juga karena adanya “predatory journal” alias jurnal abal-abal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah atau tidak diakui oleh komunitas keilmuan. Dan jika peneliti itu seorang dosen, juga harus jurnal yang diakui pemerintah dalam hal ini Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Tim PAK Dikti). Karena kalau tidak diakui maka mungkin publikasinya tidak masalah, namun tidak bisa dipakai untuk kenaikan jabatan. Karena tidak semua jurnal SCOPUS diakui DIKTI. Untuk jurnal yang diakui DIKTI silakan cek di laman PAK DIKTI di sini

Berkaitan dengan isu jurnal abal-abal, untuk menuliskan daftar jurnal dalam artikel ini, saya melakukan sendiri penelusuran ke website Scopus.com dan juga cek di laman SJR Schimago Journal & Country Rank, metode termudah memastikan jurnal tersebut benar-benar terindeks SCOPUS.

Daftar Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Terindeks SCOPUS 

Setelah sebelumnya saya menulis tentang  “Daftar Jurnal Nasional di Bidang Agribisnis dan Ekonomi Pertanian”, kali ini saya akan mencoba menuliskan jurnal-jurnal di bidang agribisnis dan ekonomi pertanian yang sudah menjadi jurnal internasional bereputasi, dalam hal ini saya khusus mencatat untuk yang terindeks SCOPUS. Salah satu lembaga pengindeks yang cukup terkenal.

Saya memilih SCOPUS lebih pada kemudahan untuk mendata saja. Ditambahkan karena beberapa lembaga menjadikan SCOPUS sebagai salah satu indikator reputasi jurnal. Tentu diluar SCOPUS banyak jurnal internasional berkualitas.

Berikut ini daftar jurnal internasional di bidang agribisnis dan sosial ekonomi pertanian (agricultural economics) terindeks SCOPUS. Karena data jurnal SCOPUS itu terus berkembang, tentu data ini masih sementara, insyaAllah ke depan tambahkan lagi dan lengkapi informasinya:

No

Jurnal (Klik Link)

Quartil (Q)

H-Index

Country&Publisher

Link

Submission

1 American Journal of Agricultural Economics Q1 96 United Kingdom
Oxford University Press
Homepage
Scopus
SchimagoJR
Optional Open Access
Author Guideline
2 Agricultural Economics Q1 69 Netherlands
Wiley-Blackwell
International Association of Agricultural Economists
Homepage
Scopus
SchimagoJR
PDF Format
3 European Review of Agricultural Economics Q1 54 United Kingdom
Oxford University Press
Homepage Scopus
SchimagoJR
€250 Proof Reading Reimburste

Submission Guideline

4 Agribusiness Q1 38 United States

Wiley-Liss Inc

Website
Scopus
Schimago JR
Author Guideline
5 International Food and Agribusiness Management Q2 30 United States

International Food and Agribusiness Management Association

Homepage
Scopus
SchimagoJR
Open Acceess
6 Journal of International Food and Agribusiness Marketing Q2 19 United States

Haworth Press Inc.

Homepage
Scopus
SchimagoJR
7 Journal of Agribusiness in Developing and Emerging Economies Q2 8 United Kingdom

Emerald Group Publishing Ltd.

Journal Homepage
Scopus
SchimagoJR
Open Acceess
8 Agricultural Economics Q2 18 Czech Republic Journal Homepage Scopus
SchimagoJR
320 EUR
9 Journal of Agribusiness in Developing and Emerging Economies Q2 8 US Homepage Scopus
SchimagoJR
10 Annals of Silvicultural Research Q2 7 Italy
Council for Agricultural Research and Economics
Homepage Scopus
SchimagoJR
Open Access
Author Guidelines
11 German Journal of Agricultural Economics Q3 9 German Homepage Scopus
SchimagoJR
12 Journal of Agriculture and Rural Development in the Tropics and Subtropics Q3 13 German Homepage Scopus
SchimagoJR
Free
13 South African Journal of Economic and Management Sciences Q3 11 South Africa Journal Homepage Scopus

SchimagoJR

100 USD
14 Journal of Tropical Agriculture Q4 11 India Journal Homepage Scopus

SchimagoJR

15 Agricultural Commodities Q4 10 Australia Journal Homepage Scopus
SchimagoJR
16 Romanian Agricultural Research Q4 9 Romania Journal Homepage Scopus
SchimagoJR
100 EUR
17 Agricultural Economics Review Q4 8 Greece Journal Homepage Scopus
SchimagoJR
18 Journal of Rural Development Q4 5 India Journal Homepage Scopus
SchimagoJR
19 Journal of Agricultural & Applied Economics Q4 0 United States

Cambridge University Press

Homepage
Scopus
SchimagoJR
Open Acceess
20 African Journal of Agricultural and Resource Economics NA 1 Kenya

African Association of Agricultural Economists

Homepage
Scopus
SchimagoJR
 Via Email

Selain daftar di atas, berikut juga saya list beberapa jurnal-jurnal internasional di bidang ekonomi pertanian (agricultural economics) lainnya yang juga terindeks di Schimago JR yang bisa diakses:

  1. Australian Journal of Agricultural and Resource Economics
  2. Canadian Journal of Agricultural Economics
  3. Handbook of Agricultural Economics
  4. Agricultural and Resource Economics Review
  5. Agricultural Economics (Czech Republic)
  6. Indian Journal of Agricultural Economics
  7. Agricultural and Food Economics
  8. Agricultural Commodities
  9. Agricultural Economics Review (Greece)
  10. Journal of the Austrian Society of Agricultural Economics
  11. Review of Marketing & Agricultural Economics (Australia)
  12. Journal of Agricultural & Applied Economics
  13. Developments in Agricultural Economics (Netherlands)
  14. Agricultural Economics Research (US)
  15. AgExporter (US)

Demikian daftar sementara jurnal internasional di bidang agribisnis dan sosial ekonomi pertanian (agricultural economics) terindeks SCOPUS. Ini merupakan daftar sementara yang insyaAllah akan saya update secara berkala. Semoga bermanfaat.

Yogyakarta, 5 September 2019.

References:
Scopus.com
Schimago Journal and Country Rank
– Feature image credit to www.researchtrend.net

*Penulis adalah dosen Prodi Agribisnis UMY sekaligus Managing Editor Jurnal AGRARIS UMY.

Advertisements

Tips Menulis Paper/Artikel Ilmiah Dalam Bahasa Inggris Part 3: Reporting Verb Untuk Mengutip Pendapat dan Memaparkan Hasil Penelitian

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan ini merupakan bagian ketiga/Part 3 (terakhir) dari seri artikel saya mengenai “Tips Menulis Paper/Artikel Ilmiah Dalam Bahasa Inggris”. Setelah di Part 1 (bagian pertama) saya berbicara lebih pada pengantar dan pemilihan frase yang digunakan pada tiap bagian tulisan, selanjutnya pada Part 2 lebih fokus pada pemilihan tenses atau bentuk susunan kalimat. Pada bagian akhir ini Part 3 lebih fokus pada bagaimana memilih dan menggunakan “reporting verb” dalam tulisan ilmiah.

Reporting verb banyak digunakan pada academic writing (dan juga academic speaking) saat kita mengutip pendapat/mensitasi suatu tulisan/referensi. Problemnya adalah, pekerjaan ini (mensitasi atau mengutip referensi) merupakan hal yang pasti dan banyak dilakukan dalam suatu tulisan, sehingga kadang penulis sering mengulang menggunakan istilah yang sama atau bingung menggunakan reporting verb yang mana karena saking banyaknya jumlahnya.

Hal lain yang juga kadang tidak dipahami dalam menggunakan reporting verb pada tulisan ilmiah berbahasa Inggris/academic writing adalah derajat penekanan yang membedakan satu reporting verb dangan lainnya. Misal ketika penulis ingin menyampaiakn kutipan author yang bersifat menjelaskan dengan yang bersifat meyakinkan, atau antara hasil yang sudah fix dengan yang masih dugaan. Disinilah perlunya memahami penggunaan reporting verb yang tepat (insyaAllah dibahas pada bagian akhir artikel ini).

Berikut penjelasan mengenai penggunaan reporting verbs yang merupakan modifikasi dari artikel VERBS TO INTRODUCE QUOTATIONS AND PARAPHRASES (sebagian saya copy paste, edit, tambahkan catatan dan modifikasi semampunya). Selamat membaca…

LIST REPORTING VERBS

Sebagaimana saya sampaikan sebelumnya, pengutipan pendapat atau hasil penelitian orang lain dalam tulisan ilmiah merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan atau bahkan suatu keharusan untuk menguatkan argumen atau mendukung hasil atau pendapat kita sebagai penulis. Oleh karena itu terkadang penulis kesulitan memilih atau kadang kurang pengetahuan sehingga cenderung mengulang menggunakan satu jenis reporting verb yang sama untuk beberapa kutipan.

Untuk mencega repetisi atau pengulangan, berikut saya cantumkan list/daftar reporting verbs yang umumnya digunakan. Susunan ini ditulis secara alphabetical order untuk memudahkan. Silakan cek kamus untuk detai arti/maknanya.

acknowledge deal with find maintain see
add define form negate separate
admit demonstrate focus on note show
advise deny give example object to stand for
advocate describe go on to say observe state
agree develop identify offer oppose stress
analyze disagree imply point out suggest
argue discuss include provide support
assert dispute incorporate put forward talk about
believe distinguish indicate question think
claim emphasize insist quote tend to
comment endeavour interpret refer to treat
compare examine introduce refute try to
conclude expand on judge reject use
confirm explain justify report underline
concentrate explore link represent underscore
continue express list respond view
criticize feel locate reveal write

Adapun mengenai penggunaan pada kalimat, berikut daftar reporting verb sesuai dengan derajat penekanan pada kalimatnya:

Verbs untuk menunjukkan posisi NEUTRAL:

according to comment describe note state
acknowledge define discuss point out

Verbs untuk menunjukkan the AUTHOR’S POSITION pada suatu bahasan:

argue claim emphasize recommend suggest
assert defend maintain reject support
challenge doubt put forward refute

Verbs untuk menunjukkan what the AUTHOR’S THINKING:

assume consider recognize
believe hypothesize think

Verbs untuk menunjukkan author is PROVING SOMETHING:

confirm prove validate
establish substantiate verify

Verbs untuk menunjukkan what the author DID:

analyze estimate examine investigate study
apply evaluate find observe

Verbs untuk menunjukkan slight uncertainty saat membuat suatu kesimpulan:

Pada tulisan ilmiah, penulis atau peneliti perlu SANGAT HATI-HATI saat melaporkan hasil penelitian atau membuat suatu kesimpulan dari pekerjaan yang dilakukan. Termasuk bentuk KEHATI-HATIAN adalah dalam pemilihan kata-kata atau bahasa yang digunakan untuk menunjukan realita dan pesan yang benar dan valid pada kalangan akademik.

Oleh karena itu, perlu dijelaksan derajat kepastiannya, they often need to be very clear about the level of certainty they can adopt about the conclusions and observations. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan beberapa bentuk verb atau frasa seperti berikut ini:

Modals: may, might, can, could, would, should
Verbs: seem to, appear to, believe, assume, suggest, estimate, tend to, think, indicate
Adjectives and adverbs: possible, probable, likely, unlikely, perhaps, possibly, probably

Demikian, semoga bermanfaat.
……………………………………………….

Bogowonto Train, Selasa 13 Agustus 2019. Ditulis dalam perjalanan dari Purwokerto ke Jogja diatas Kereta Api Bogowonto.

References:

  1. Siti Nurjannah. 2019. Materi Ceramah Academic Writing (catatan yang disampaikan). Fakultas Pendidikan dan Bahasa UMY
  2. Mubarak Ahmed. Verbs To Introduce Quotations And Paraphrases. METU School of Foreign Languages Academic Writing Center
  3. Fei Yu Chuang, 2017. Reporting Verbs. Warwick Univeristy accessed from https://warwick.ac.uk/fac/soc/al/globalpad/openhouse/academicenglishskills/grammar/reportingverbs/
  4. Feature image credit to http://www.mrvoip.com

Tips Menulis Paper/Artikel Ilmiah Dalam Bahasa Inggris Part 2: Memilih TENSES dalam Academic Writing

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Ini merupakan bagian kedua dari artikel saya mengenai “Tips Menulis Paper/Artikel Ilmiah Dalam Bahasa Inggris”. Pada tulisan sebelumnya di Part 1 (bagian pertama) lebih pada pengantar dan pemilihan frase yang digunakan pada tiap bagian tulisan, pada Part 2 ini akan lebih fokus pada pemilihan tenses atau bentuk susunan kalimat.

Ya, tenses bagi yang belajar bahasa Inggris kadang jadi “momok yang menakutkan”. Gampang-gampang susah istilahnya (sy gunakan ungkapan ini biar yang banyak gampangnya…hehe). Untuk itu saya coba menyampaikan apa yang saya dapatkan mengenai tenses ini, tentu bagian dari pembelajaran saya juga.

Penggunaan Tenses

Berbicara mengenai tenses dalam bahasa Inggris, ada setidaknya 16 bentuk tenses (mungkin ini yang kadang bikin momok…hehe). Namun demikian, menurut The Writing Center University of Carolina dalam academic writing Present simple, past simple, and present perfect verb tenses merupakan tenses yang paling sering digunakan dalam academic writing (sekitar 80%). Untuk itu, tulisan ini fokus pada pemilihan/penggunaan tenses itu.

Adapun mengenai pada bagian apa digunakan di tubuh tulisan, pada umumnya paper menggunakan:

  1. Simple present tense (paling banyak)
  2. Simple past tense (methodology)
  3. Present prefect tense
  4. Future tense (sedikit, biasanya di akhir)

Berikut penjelasan dari masing-masing tenses yang merupakan modifikasi dari artikel “The Three Common Tenses Used in Academic Writing” dari The University Writing Center George Mason University (sebagian saya copy paste, tambahkan catatan dan modifikasi dari references no.3 (anonym) .

PRESENT SIMPLE TENSE

The present simple tense is the basic tense of most academic writing. Specifically, the present simple is used:

  • To “frame” your paper. In your introduction, the present simple tense describes what we already know about the topic; in the conclusion, it says what we now know about the topic and what further research is still needed.
  • To make general statements, conclusions, or interpretations about previous research or data, focusing on what is known now (The data suggest… The research shows…).
  • To cite a previous study or finding without mentioning the researcher in the sentence:

“The dinoflagellate’s TFVCs require an unidentified substance in fresh fish excreta” (Penrose and Katz, 330).

  • To introduce evidence or support:

“There is evidence that…”

PAST SIMPLE TENSE

Past simple tense is used for two main functions in most academic fields:

  1. To introduce other people’s research into your text when you are describing a specific study, usually carried out by named researcher. The research often provides an example that supports a general statement or a finding in your research.
  • …customers obviously want to be treated at least as well on fishing vessels as they are by other recreation businesses. [General claim]
  • De Young (1987) found the quality of service to be more important than catching fish in attracting repeat customers. [Specific supporting evidence]  
  1. To describe the methods and data of your completed experiment/research.
  • We conducted a secondary data analysis…
  • Statistical tests and t-student test were used for statistical analysis.
  • The control group of students took the course previously…
  • The researcher distributed questionnaires to 100 respondents, and ……..
  • Interview was conducted to collect data.
    The data were analyzed using T-test.
  • The 15,562 students who identified themselves as smokers were included in this study.

PRESENT PERFECT TENSE

The present perfect is mostly used for referring to previous research in the field or to your own previous findings. Since the present perfect is a present tense, it implies that the result is still true and relevant today.

The subject of active present perfect verbs is often general: “Researchers have found,” “Studies have suggested.”

Look at the following examples:

Some studies have shown that girls have significantly higher fears than boys after trauma (Pfefferbaum et al., 1999; Pine &; Cohen, 2002; Shaw, 2003). Other studies have found no gender differences (Rahav and Ronen, 1994). (Psychology)

A new topic can be introduced with this structure:

There have been several investigations into…

The present perfect forms a connection between the past (previous research) and the present (your study). So, you say what has been found and then how you will contribute to the field. This is also useful when you want to point out a gap in the existing research.

Penggunaan present perfect juga sebagai jembatan dari past tense ke present. Menggunakan present perfect maka subjek yang disampaikan “must to be true”, sudah terbukti benar.

  • Penggunaan passive past tense, jadi lebih fokus pada konten dari pada pada peneliti.
  • Akan terhindar dari penyebutan “the researcher…”

More recently, advances have been made using computational hydrodynamics to study the evolution of SNRs in multidimensions…

However, a similar problem exists in the study of SNR dynamics. [gap] (Astrophysics)

The passive voice is common in the present perfect tense to describe previous findings without referring directly to the original paper: “…has been studied; it has been observed that…” You should usually provide citations in parentheses or a footnote.

You can also use the present perfect tense to tell the history of your idea (what “has created” it?), describe the results of your research (“we have developed a new…”), or to draw conclusions (“this has led us to conclude that…”).

Demikian, semoga bermanfaat.

……………………………………………….

Bogowonto Train, Selasa 13 Agustus 2019. Ditulis dalam perjalanan dari Purwokerto ke Jogja diatas Kereta Api Bogowonto.

References:

  1. The Writing Center of University of Carolina. VERB TENSES. Accessed from: https://writingcenter.unc.edu/tips-and-tools/verb-tenses/
  2. “The Three Common Tenses Used in Academic Writing” dari The University Writing Center George Mason University
  3. Anonym. TENSES FOR ACADEMIC WRITING. Modified from: https://writingcenter.unc.edu/verb-tenses/
  4. Siti Nurjannah. 2019. Materi Ceramah Academic Writing (catatan yang disampaikan). Fakultas Pendidikan dan Bahasa UMY
  5. Feature image credit to iamdeewallace.com

Tips Menulis Paper/Artikel Ilmiah Dalam Bahasa Inggris, PART 1: Useful Phrases for Academic Writing From Introduction to Conclusion

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang Menulis Proposal Riset Yang Menarik – How to Write a GOOD and APPEALING Research Proposal kali ini saya lengkapi dengan bahasan tentang bagaimana menulis paper dalam bahasa Inggris.Tentu bisa juga digunakan untuk penulisan proposal riset, karena intinya adalah bagaimana menulis ilmiah menggunakan bahasa Inggris, dan proposal merupakan atau bahkan sangat perlu untuk memperhatikan istilah, kaidah yang benar dalam penulisan ilmiah, khususnya bahasa Inggris

Menulis artikel/paper berbahasa Inggris merupakan suatu keniscayaan – kalau tidak mau dianggap – sebagai suatu kewajiban bagi mahasiswa, dosen dan peneliti saat ini. Terlebih untuk yang kuliah di luar negeri. Bukan sekedar karena mengejar paper masuk SCOPUS atau Web of Science (salah satu indexing jurnal terkenal), namun sebagai upaya agar hasil penelitian yang dilakukan bisa dibaca dan dimanfaatkan oleh semua orang, di seluruh dunia. Sehingga kemanfaatan dari suatu penelitian akan lebih banyak yang merasakan.

Tulisan ini merupakan “oleh-oleh” dari kegiatan “Faculty Science Camp” yang dilaksanakan LP3M UMY di Fakultas Pertanian pada hari Kamis, 11 Juli 2019. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemampuan penulisan ilmiah tertama dalam bahasa Inggris bagi dosen/peneliti UMY, khususnya dosen Fakultas Pertanian tempat saya mengabdi.

Fokus pada tulisan ini adalah pada penggunaan bahasa Inggrisnya, jadi bagaimana menulis hasil penelitian menggunakan bahasa Inggris ilmiah. Mengenai tips penulisan konten paper, itu hal lainnya. Jadi disini penekanannya adalah bagaimana menggunakan bahasa Inggris ilmiah yang tepat untuk menulis paper ilmiah. Maklum, karena bahasa Inggris bukan bahasa ibu dan bukan bahasa resmi sehari-hari orang Indonesia, terkadang pengaruh tata bahasa Indonesia masih sangat berasa di tulisan-tulisan orang Indonesia (Indonesian English atau Javanese English and even Ngapak English…hehehe).

Ada 3 bagian tulisan mengenai topik ini (Part 1, Part 2 dan Part 3), mulai dari pendahuluan (yaitu di postingan ini/Part 1) yang berisi mengenai dasar-dasar bagian suatu artikel ilmiah beserta frasa/ungkapan bahasa Inggris yang umumnya dipakai di artikel ilmiah. Misalnya bagaimana menuliskan kalimat pembuka untuk bagian “Introduction“, atau kalimat yang digunakan untuk mengungkapkan bagian “methodology” secara detail disertai contohnya. Part 2 lebih pada bagaimana memilih tenses yang digunakan pada tulisan ilmiah. Ya, tenses kadang menjadi momok bagi yang sedang belajar Bahas Inggris, maklum ada setidaknya 16 tenses. Namun apa semua harus dikuasai untuk menulis paper?…silakan baca detailnya di Part 2. Sedangkan Part 3 atau terakhir khusus berbicara tentang “reporting verb”, ini juga salah satu yang perlu sekali dipahami saat menulis dalam bahasa Inggris. Misal literature review atau pembahasan dimana perlu mengutip tulisan orang lain yang kadang jumlah artikelnya sangat banyak sehingga terjadi pengulangan kata seperti:

“X states that….”, “Y says that….”, or “It is said that….”

Disclaimer: tulisan ini merupakan hasil catatan saya dan sebagian copy materi dari pembicara (info pembicara lihat references). Saya tuliskan di sini bukan berarti saya sudah mahir menulis paper berbahasa Inggris, saya juga masih dalam tahap belajar (Tolong jangan baca paper saya ya, jadi malu kalau ada yg baca paper berbahasa Inggris saya…langsung sitasi sj…hehehe).

Oke, kita lanjut ke inti dari artikel ini saja. Sebelumnya saya akan membahas tulisan ini bertahap sesuai tahapan dalam penulisan paper. Mulai dari abstract, introduction, method, result and discussion and conclusion (umumnya sistematika paper).

ABSTRACT

Abstract merupakan pengantar dan sekaligus “inti” dari suatu tulisan ilmiah. Dari abstrak kita bisa tahu apa sebenarnya keseluruah paper itu berbicara. Setidaknya ada 4 poin penting dalam abstrak:

  1. Goals/aims/purposes (reasearch questions)
  2. Methodology
  3. Results
  4. Conclusion

Keywords
Di akhir abstrak umumnya dituliskan keywords/kata kunci dari paper/abstrak tersebut. Keyword ini adalah “inti dari inti” (pinjam isitilah Pak Dul…hehe) dari suatu paper. Jadi kalau abstrak itu inti dari paper, kalau inti itu “diperas lagi” menjadi keywords. Ada juga yang berpendapat bahwa keywords berfungsi untuk membantu pada pencarian di mesin pencari/search engine. Sehingga kalau orang mau mencari paper kita di internet, kata kunci apa yang digunakan. Setidaknya ada 3 hal penting yang menentukan suatu kata masul list keywords paper, yaitu :

  • Merupakan variable significant in researchs
  • Terdiri antara 3-6 keywords
  • Untuk frasa (rangkaian istilah lebih dari satu kata) tidak masalah, selagi itu adalah istilah.

Present or Past tense?

Salah satu hal yang kadang ditanyakan pada penulisan abstrak adalah penggunaan bentuk Present atau Past tense. Mengenai hal ini, BOTH ACCEPTED, alias keduanya bisa digunakan pada penulisan abstrak.

Contoh penggunaan tenses dalam abstrac (Nurjannah, 2018)

Contoh Abstract:

Adolescent Smokers’ Perceived Risk of Cigarette Use

Little is known about risk perceptions of adolescents already engaged in risk behaviors. This study aims to  quantify adolescent smokers’ perceived risk of smoking and to explore the association of demographic and  social characteristics with this perceived risk. Data were obtained from the 2007 Minnesota Student Survey,  administered to a total of 136,549 students in grades 6, 9, and 12. The 15,562 students who identified  themselves as smokers were included in this study. The association between perceived risk of smoking and  demographic and social characteristics was explored through bivariate and multivariate analyses. Among all  smokers, 10.0% perceived no risk, 14.8% perceived slight risk, 29.3% perceived moderate risk, and 45.9%  perceived high risk of smoking. Perceptions of smoking risk varied significantly across demographic and  social groups in bivariate and multivariate analyses. Holding lower perceptions of smoking risk was associated with being younger, male, African American, receiving free or reduced-price lunch, having a lower GPA, more frequent cigarette use, friends’ approval of smoking, and lack of information about drugs and alcohol. Sources of drug information associated with higher perceived risk of smoking were friends/peers, school, and media. Adolescent smokers’ perceived risk of smoking varied from no to high risk. Variations in smoking risk perception across demographic and social groups point to potential targets for smoking education as well as strategies likely to increase the effectiveness of smoking education.

INTRODUCTION

Introduction sesuai namanya adalah bagian pendahuluan atau awal suatu tulisan. Setelah menulis abstrak, maka bagian inilah yang mengawali suatu paper. Umumnya berisi hal-hal berikut:

  1. General introduction
  2. Problem definition
  3. Gaps in the literature
  4. Research questions
  5. Aims & objectives
  6. Significance and advantages of paper

Useful Phrases for GENERAL INTRODUCTION

Berikut ini beberapa frase atau kalimat dalam bahasa Inggris yang bisa digunakan untuk mengawali atau menulis dalam introduction:

  • Research on __ has a long tradition
  • For decades, one of the most popular ideas in __ literature is the idea that____
  • Recent theoretical developments have revealed that __
  • A common strategy used to study __ is to __
  • This research constitutes a relatively new area which has emerged  from __
  • These approaches have been influential in the field because of __
  • In the past several decades, __ have played an important  role in __
  • There are growing appeals for __
  • This is the field of study that deals with __
  • Most of the theories of __ are however focused on explaining __

Useful Phrases for PROBLEM DEFINITION

  • A challenging problem which arises in this domain is __
  • These problems are difficult to handle __
  • This is typically a complex problem __
  • A well-known problem with __  is that it does not take into account the __
  • One of the problems is that it considers only the __
  • The key problem with this technique is __
  • This appears as a more straightforward problem compared to the __
  • This turns out to be even more problematic because __
  • The problem with such an implementation is that __
  • This poses some problems when carrying out the __
  • This problem  has attracted more attention in the field of __

Useful Phrases for LITERATURE GAPS

  • There is no previous research using __ approach.
  • As far as we know, no previous research has investigated __
  • There has been less previous evidence for __
  • Other studies have failed to __
  • To our knowledge, no study has yielded __
  • No study to date has examined __
  • Only a few studies have shown __
  • However, __ has rarely been studied directly.
  • Moreover, few studies have focused on __
  • In particular no study, to our knowledge, has considered __

Useful Phrases for PROBLEM SOLUTION

  • There are many alternative methods available for solving these problems.
  • In order to rectify the problem of __
  • A solution to this problem is proposed in __
  • One approach to solve this problem involves the use of __
  • A number of works have shown that this problem can be overcome by using __
  • A large number of alternative approaches have been developed over the last few decades to
  • To overcome this problem, in the next section we demonstrate __
  • One way to overcome this problem is to __
  • To overcome this problem, some approaches have been made __
  • One way of recovering from this problem could be to __
  • This has been proposed to surmount the problems caused by __
  • A different approach to the traditional problem is given in __
  • A whole range of different approaches to the problem are available.
  • These techniques have potential to solve contemporary problems in __

AIMS or OBJECTIVES

Berikut ini frase yang sering digunakan untuk mengungkapkan tujuan dari penelitian

  • The aim of the experiment is to compare __
  • Our research aims at finding a solution for this challenging problem of  __
  • There is no overall goal, apart from __
  • We examine some previous work and propose a new method for __
  • There are too many simultaneous goals making it difficult to __
  • One of the major aims of this work was to create __
  • The main objective is to investigate methods for improving __
  • The objectives can be restated in the light of __
  • The objective is to devise and implement a system for __
  • The objectives were partially met by developing a method to __
  • The objective is to demonstrate the feasibility of __
  • One of the objectives is to improve the __

METHODOLOGY

Methodologi umumnya merupakan suatu bagian dari tulisan/paper/artikel yang:

  1. Explain the study design (survey, interview, focus groups, etc.)
  2. Explain procedures for data collection (primary or secondary) and include how and why you chose the data source
  3. Identify the study population (ex: age, gender, and other characteristics) & give rationale
  4. Explain the analytical methods used.
  5. Explain why the analyses you carried out were appropriate for your study design.

Useful Phrases for Describing what was done and how it was done:

  • We started by investigating …..
  • We designed a new technique for ……
  • We used a new approach.
  • These experiments were carried out to find out …..
  • In order to verify the validity of the ….. method, we carried out several experiments.
  • All the tests/measurements were carried out at room temperature.
  • The (signals) were measured before and after …..
  • To illustrate ….., a simulation was performed.
  • The ….. analysis was performed in order to ….. We checked for the presence of …..
  • The increase in ….. was not caused by/was not due to a decrease in ……
  • The (optimized condition) was obtained from ….

Useful Phrases for Data Collection:

  • There were __ participants in this sample.
  • Participants first provided informed consent about __
  • We performed additional data collection with __
  • For this study, we analyzed the data collected from __
  • Data were collected and maintained by __
  • For this purpose, the researcher employed survey data collected from __
  • The analyzed data included: __
  • The procedures of handling the data followed the suggestions of __
  • Subsequently, __ were then used to elicit further data.
  • Survey data were collected from __
  • The sample was heterogeneous with respect to __
  • The sample size in this study was not considered large enough for__
  • The sample of respondents included __

RESULT

Result of the research commonly:

  1. Presents the clear, concise, and comprehensive answer to your research question
  2. Presents any other findings that are meaningful and very aligned to your research  question
  3. Uses text, tables, and graphs
  4. Tries not to repeat information in your text that is shown in your tables and figures; instead summarizes the findings from each table and figure.
  5. Does not include tables listing each participant and their data points – that is your  database, not your results!

Useful Phrases for Writing Result:

  • From the short review above, key findings emerge: __
  • This is an important finding in the understanding of the __
  • A further novel finding is that __
  • Together, the present findings confirm __
  • The results demonstrate two things.  First, __. Second,  __
  • The results of the experiment found clear support for the __
  • This analysis found evidence for __
  • Planned comparisons revealed that __
  • Our results casts a new light on __
  • This section summarizes the findings and contributions made.
  • This gives clearly better results than __
  • From the results, it is clear that __

Useful Phrases for Describing Charts, Figures, and Graphs:

  • Fig. 2 shows/presents/depicts/outlines/illustrates/represents …..
  • Fig. 3 gives an example of …..
  • Such cases are depicted in the following figures.
  • This is illustrated in Fig. 5.
  •  ….. is/are shown/given in Figs. 3 and 4.
  •  ….. can be found in Fig. 8.
  • As can be seen from Figs. 5 and 3, …..
  •  As shown in Fig. 1, …..
  • As follows from the figures shown above, …..
  • From this figure it can be seen that …..
  • For the resulting plot, see Fig. 2.
  • Table II summarizes …..
  • The graph/diagram suggests/indicates that …..

DISCUSSION

Sedikit berbeda dengan resul, pada discussion umumnya berisi:

  1. Describes how your results fit or do not fit with previous research studies
  2. Emphasizes the new and important aspects of your project, and the conclusions
  3. Describes the meaning and implications of your results. Provide sufficient detail to support your interpretation.
  4. Discusses the strengths and limitations of the study (ex: sample size)
  5. Explains how your conclusions could lead to follow-up research
  6. Outlines any unanswered questions related to the project and explain how those could be addressed in a subsequent study
  7. Discusses ways in which you might improve upon or modify the study to move the results forward

Useful Phrases for Writing Comparison with Prior Studies:

  • These results go beyond previous reports, showing that __
  • In line with previous studies __
  • This result ties well with previous studies wherein __
  • Contrary to the findings of __ we did not find __
  • They have demonstrated that __
  • Others have shown that __ improves __
  • By comparing the results from __, we hope to determine __
  • However, in line with the ideas of __, it can be concluded that __
  • When comparing our results to those of older studies, it must be pointed out that __
  • We have verified that using __ produces similar results
  • Overall these findings are in accordance with findings reported by __

Useful Phrases for Writing Limitation of the work:

  • Because of the lack of __ we decided to not investigate __
  • One concern about the findings of __ was that __
  • Because of this potential limitation, we treat __
  • The limitations of the present studies naturally include __
  • Regarding the limitations of __, it could be argued that __
  • Another limitation of this __
  • This limitation is apparent in many __
  • Another limitation in __ involves the issue of __
  • The main limitation is the lack of __
  • One limitation is found in this case.
  • One limitation of these methods however is that they __
  • It presents some limitations such as __

Demikian, semoga bermanfaat.

Senja Utama Train, Jumat 09 Agustus 2019. Ditulis di dalam Kereta “Senja Utama Yogya” pada perjalanan dari Yogyakarta ke Purwokerto.

References:

  1. Siti Nurjannah. 2019. AN INTRODUCTION TO RESEARCH ARTICLE WRITING. Fakultas Pendidikan dan Bahasa UMY
  2. Wordvice. 2019. Which Tense Should Be Used in Abstracts: Past or Present?
  3. Morley, John. 2014. Academic Phrasebank retrieved from http://www.kfs.edu.eg/com/pdf/2082015294739.pdf
  4. Ref n Write. 2017. Academic Phrases for Writing Results & Discussion Sections of a Research Paper
  5. Feature image credit to scienceforstudent.org

Menulis Proposal Riset Yang Menarik – How to Write a GOOD and APPEALING Research Proposal

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan saya kali ini merupakan materi yang saya dapatkan dalam acara workshop tentang persiapan kuliah ke luar negeri dimana salah satu pembicaranya adalah Profesor John Pariwono dari KEMENRISTEKDIKTI (beliau juga reviewer dan tim seleksi beasiswa DIKTI). Saya tulis disini selain sebagai catatan saya juga semoga bisa berbagi dengan semua yang berencana kuliah ke luar negeri. Jadi tulisan ini merupakan catatan saya, bukan karena saya sudah bisa membuat proposal riset yang baik, tetapi merupakan bagian catatan belajar saya dalam membuat proposal riset yang menarik. Dan karena ini saya tulis sambil mendengarkan penyampaian materi, maka ada beberapa catatan yang mungkin tidak lengkap (antara nulis dan dengerin ceramah…hehe). InsyaAllah di lain kesempatan akan saya lengkapi.

Sebagai pembuka, perlu digaris bahawi bahwa riset proposal harus dipersiapkan jauh-jauh hari agar “GOOD” and “APPEALING“, bagus dan menarik. Itulah dua hal penting dari pembahasan ini.

What is research proposal?

Riset proposal adalah kerangka dari ide penelitian kita, the skeleton of idea. What is idea? Ide salah satunya bisa didefinisikan sebagai sesuatu yang belum dipikirkan oleh orang lain. Lantas ide apa yang bisa diajukan untuk proposal?, kalau proposal riset itu untuk studi S3 tentu ide yang hanya bisa dilakukan oleh mahasiswa S3, kalau ide itu bisa dilakukan oleh mahasiswa S1 maka ide itu tidak “APPEAL” untuk menjadi riset proposal S3.

Sekedar gambaran, untuk membedakan tingkatan riset S1, S2 dan S3 bisa dlihat dari:

  • S1: MENDESKRIPSIKAN secara sistematis tentang suatu keilmuan/peristiwa terjadi yang ada
  • S2: Mendiskripsikan dan juga bisa MENGATAKAN KENAPA ITU TERJADI
  • S3: Mendiskripsikan dan menyampaikan alasan kenapa terjadi dan menyampaikan SESUATU YANG BARU yang belum ada sebelumnya.

Ide itu harus betul-betul dikaji, karena kalau salah merancang ide maka akan salah juga hasilnya. Contoh gambar kerangka anjing salah kepala orang.

A GOOD Phd Research Proposal

A good research proposal start with:

  1. a GOOD Research questions or
  2. a GOOD analytical question

A good research proposal CONTAIN:

  1. A CLEAR research questions
  2. Highlight it ORIGINALITY and/or significance
  3. Explanation how it adds to/develop existing literature in the field
  4. Persuasion to potential supervisors of the importance

Intinya riset proposal yang GOOD adalah adanya KONTRIBUSI keilmuan yang baru, meski hanya sedikit.

STRUCTURE

Secara umum, proposal riset terdiri setidaknya beberapa aspek:

  1. Name of Author (nama di depan setelah judul)
  2. Title
  3. Abstract
  4. Background
  5. Objectives
  6. Research Question/Hyphothesis
  7. Methodology
  8. Expected Result
  9. Time Frame
  10. References

TITLE

The most important part of a research/paper
Jangan ada singkatan, karena belum tentu pembacanya ada dibidang yang sama
Maksimal 16 kata (biasanya di jurnal -jurnal terindeks)

Title does matter : contoh kesalahan judul buku di Hong Kong

A good research title:

Predict
Differentiate the paper with other

ABSTRACT

Abstract is not summary of the research but a RESUME of basic issue of the proposal.

INTRODUCTION

  • Explanation of why choosing to research problem A or issue B
  • Demonstrate the author
  • Menggambarkan kemampuan penulis pada bidang yang diteliti
  • Kalau bisa mensitasi paper sendiri (jurnal), untuk menunjukkan penulis berpengalaman pada bidang yang ditulis.

A good introduction

  • The first paragraph must be catchy, interesting and interesting and motivating the reader
  • Should also higl
  • Topik bisa bertahan dalam 3 tahun ke depan, karena kalau dalam 3 tahun ada yang sudah menjawab research question maka sudah tamat topiknya.

AIMS and OBJECTIVES

Objectives is the breakdown of the aims (Aim lebih umum lalu dipecah menjadi beberapa komponen objectives). Menurut Kevin Lyons

  1. Briefly and concisely
  2. Logical sequence
  3. Realistic, can be achieved whithin expected time frame (ex: berapa suhu api neraka)
  4. Static, not a moving target

Intinya objective harus mengerucut, tiap poin satu target.

LITERATURE REVIEW

Intinya adalah sejauh mana peneliti memahami perkembangan topik yang sedang diteliti. Untuk penelitian S3 literature yang disitasi adalah yang terbaru, kalau ada benar-benar terbaru. Misal sekarang 2019 maka setidaknya ada minimal satu yang berasal dari 2019, dan tahun berikutnya.

METHODOLOGY

Work plan menjadi penting bahwa riset ini bisa dilaksanakan dalam waktu tertentu.

How to make research proposal APPEALING

  • Identify the reader
  • Write the proposal as simple as possible
  • Keep it shor a

To be continued…insyaAllah.

References

  • Pariwono, John. 2019. How to write a good and appealing research proposal. Materi ceramah pada workshop persiapan studi dalam akselerasi karir dosen.
  • Feature image credit to sciencenordic.com

Jogja, Sabtu 20 Juli 2019.

Tips Mencari Referensi Jurnal Yang Efektif di Internet

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Jurnal adalah sumber referensi utama dalam penulisan karya ilmiah. Oleh karena itu hampir setiap mahasiswa atau peneliti yang akan membuat karya atau tulisan ilmiah pasti akan mencari jurnal sebagai bahan bacaan dan referensi dari tulisan atau artikelnya.

Ada jutaan artikel di internet yang bisa dijadikan referensi. Secara umum jurnal bisa dikategorikan menjadi dua, yaitu:

  1. Open Access Journal
  2. Restricted Journal

Open access journal merupakan jurnal-jurnal yang bisa diakses oleh siapa saja melalui mesin pencari (google, yahoo, dll) alias free atau gratis. Sedangkan restricted journal sesuai namanya berarti tidak semua orang bisa mengaksesnya. Hanya yang sudah mendapat “izin” atau akses masuk yang bisa menggunakannya (membaca, mendownload), biasanya berbayar.

Terlepas dari berbayar atau gratis, mencari jurnal di mesin pencari atau database jurnal ternyata juga tidak mudah. Jumlah jurnal yang jutaan dan terus bertambah tiap hari membuat mencarinya pun kadang tidak mudah. Oleh karena itu perlu ada cara yang tepat agar bisa mencari dan mendapatkan jurnal yang diinginkan.

Untuk itu melalui tulisan ini saya akan berbari tentang tips searching jurnal dengan tepat. Saya akan bagi langkah-langkahnya untuk dua tipe jurnal sebagaimana saya sampaikan sebelumnya. Untuk Open Access Journal menggunakan Google Scholar, sedangkan untuk restricted journal menggunakan database PERPUSTAKAAN NASIONAL RI (PERPUSNAS) dan PERPUS UMY (khusus dosen/mahasiswa UMY). Maaf untuk yang terakhir ini khusus mengunakan Wifi Kampus UMY, berhubung saya akademisi di sini. Jika kampus anda ada fasilitas juga memungkinkan.

  1. Searching Open Access Journal Melalui GOOGLE SCHOLAR
  2. Searching Restricted Journal Melalui PERPUSNAS dan PERPUS UMY (Khusus UMY)

Tips Mencari Artikel di Google Scholar

Google scholar atau Google Cendikia untuk versi Indonesia merupakan platform dari Google yang menyediakan layanan pencarian khusus artikel ilmiah baik itu buku, jurnal, dan segala artikel ilmiah yang ada di internet. Database ini mempunyai konten yang berjumlah jutaan atau mungkin milyaran dan bisa diakses oleh siapapun.

Mengingat banyaknya artikel yang terindeks di Google Scholar, mencari suatu artikel yang sesuai dengan yang kita inginkan terkadang menjadi sesuatu yang menguras waktu dan kadang membosankan. Sebagai contoh saat kita mengetik di Google Scholar kata “agriculture” maka hanya dalam hitungan 5 detik akan muncul 4.740.000 artikel…wow

Hasil pencarian di Google Scholar dengan kata kunci “agriculture”

Lantas bagaimana agar pencarian artikal ini efektif. Dalam hal ini mengurangi jumlah kemungkian dan mempersempit hasil pencarian spesifik sesuai dengan artikel yang dicari. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Yang jelas dengan mempersempit keyword atau kata kunci dan menggunaan tanda baca sebagaimana berikut:

#1. Membatasi Topik Artikel dengan Tanda Kutip “……..keyword…..”

Tanda kutip ini akan membatasi keyword hanya sesuai dengan yang diminta. Misal: pemasaran pertanian, beda dengan “pemasaran pertanian”. Kalau kita menulis di mesin pencari kalimat pemasaran pertanian tanpa ada tanda kutip, maka mesin pencari akan mencari semua tulisan yang mengandung kata: pemasaran, pertanian, pemasaran pertanian. Tapi kalau frasa itu ditulis dengan tanda kutip “pemasaran pertanian”maka hanya akan

#2. Membatasi Tahun Pencarian

Di sebelah kiri tampilan bar Google Scholar ada pilihan untuk mempersempit cakupan tahun dari paper yang dicari. Misal 10 tahun terakhir atau tahun tertentu sesuai yang diinginkan

#3. Membatasi jenis file

Misal mencari full text PDF, maka tinggal ditambahkan: filetype pdf. Demikian juga jenis file lainnya, misal microsoft word dll.

Selain untuk mencari paper atau file, Fitur lain di Google Scholar yang bisa dimanfaatkan adalah mengkopi sitasi atau daftar pustaka. Untuk menyimpan file daftar pustaka atau copy sitasi tinggal klik tanda kutip dibawah artikel

Menyingkat URL:

Menyimpan artikel di Google Scholar tanpa Flashdisk

Barangkali suatu waktu kita sedang surfing di Internet namun tidak membawa perangkat penyimpan (flash disk), sementara ada artikel yang menarik dan kita ingin menyimpannya.

  • Login di akun google
  • Beri tanda bintang pada artikel yang dipilih

Mencari Artikel di JSTOR atau EBSCO

Melalui perpus UMY

Mencari Artikel Melalui PERPUSTAKAAN NASIONAL

Perpustakaan Nasional RI telah berlangganan beberapa database jurnal berbayar, sehingga semua masyarakat bisa menggunakannya dan memanfaatkannya. Lumayan untuk jurnal-jurnal berbayar…hehe. Untuk bisa menggunakan fasilitas ini anda harus mendaftar sebagai anggota Perpusnas dengan registrasi di e-resources.perpusnas.go.id

Laman PERPUSNAS Untuk Registrasi Anggota

Selanjutnya ikuti prosedur pendaftaran sebagai anggota, mulai dengan mengisi data dan sebagainya yang diminta. Setelah proses registrasi selesai selanjutnya sistem akan mengirim email verifikasi

Yogyakarta, 29 Januari 2019.

References:

  1. Materi Pelatihan Sitasi dari Perpustakaan UMY
  2. San Diego State University. Don’t Let Database Searching Stress You Out!
  3. Feature image by gre.ac.uk

Menemukan NOVELTY Dalam Disertasi dan Publikasi Ilmiah Bereputasi

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Disertasi dan publikasi ilmiah merupakan salah satu dari tujuan akhir dari kuliah, di dalam maupun luar negeri. Selain merupakan output dari riset yang dilakukan, disertasi dan publikasi merupakan bentuk pengakuan akan keilmuan dari mahasiswa setelah melakukan studi dan penelitian.

Tulisan ini bukan merupakan pengalaman saya, karena pada saat artikel ini ditulis saya sendiri sedang dalam persiapan untuk studi lanjut (S3). Namun tulisan ini merupakan catatan saya pada acara Workshop Studi Lanjut yang diselenggarakan oleh BSDM UMY, kampus tempat saya bekerja. Kegiatan ini merupakan salah satu pembekalan bagi dosen yang akan melaksanakan studi lanjut, sebagai bagian dari persiapan melalui perjalanan panjang S3.

Acara ini diisi oleh beberapa pembicara. Untuk itu materi dari topik ini juga berasal dari beberapa pembicara, baik dari . Berikut ini beberapa catatan saya:

Menemukan Novelty

Menurut Dr. Nano Prawoto,

  • Novelty akan ditemukan kalau bisa melihat research gap
  • Research gap adalah pertentangan hasil penelitian dari penelitian-penelitian terdahulu. Misal untuk masalah yang sama ada hasil yang berbada.

Adapun menurut Dr. Asfak, novelti bisa ditemukan melalui:

  1. Diskusi dengan supervisor (berdasarkan publikasi supervisor)
  2. Literature review
  3. Research focus

Novelty bisa diartikan sebagai informasi baru dimana peneliti merupakan orang pertama yang melakukannya (new theoritical derivatif). Kebaruan bisa dalam:

  • Metodologi
  • Masalah

Secara pragmatis, kebaruan adal menurut kita dan menurut supervisor. Karena kita tidak mungkin bisa mengetahui semua hal yang belum dan sudah diteliti.

Merumuskan Researh Idea

Berikut ini beberapa hal yang disampaikan oleh Dr. Nuryakin mengenai tahapan untuk merumuskan research idea:

  1. Mencari ide penelitian (tidak cuma dari jurnal, tapi juga amati fenomena sekitar)
  2. Koleksi artikel dan jurnal sebanyak-banyaknya
  3. Koleksi artikel dalam reference manager (endnote, mendeley etc.)
  4. Sebaiknya hindari topik yang kurang back up theory atau minim penelitian terdahulu
  5. Akses informasi dari jurnal bererputasi (Emerald, Science Direct, Elsevier, etc.)

Tahapan Disertasi?

  1. Tahap 1: Menjelaskan setting of context masalah yang akan diteliti (fenomena gap), yaitu masalah penelitian/masalah yang ada di lapangan
  2. Tahap 2: Menjelaskan aspek yang telah diteliti sebelumnya (previous research)
  3. Tapah 3: bagian spesifik dari penelitian terdahulu yang belum dilakukan (research gap)
  4. Tahap 4: membuat state of the art

Mempersiapkan publikasi ilmiah

Type of manuscript:

  1. Research article
  2. Review
  3. Short communication

Scientific manuscript:

  • Fenomena gap
  • Research gap

Terakhir —- Quote: “Disertasi yang bagus adalah disertasi yang selesai”

 

References:

  • Feature image credit to gradschool.duke.edu
  • Materi presentasi oleh Dr. Nuryakin, Ari Kusuma Paksi, Ph.D, Dr. Nano Parwoto