Menulis Artikel Ilmiah di Jurnal Q1 Bereputasi dan Impact Factor Tinggi

Oleh: Heri Akhmadi.
PhD Student, Kangwon National University Korea, HEAT Scholarship Awardee 2021.

Tulisan ini sebenarnya catatan saya pada acara pelatihan penulisan jurnal bereputasi yang pernah saya ikuti. Dan karena ini menurut saya penting, terutama bagi mahasiswa atau peneliti, maka saya share di sini. Selain sebagai pengingat saya pribadi, semoga juga bisa bermanfaat untuk para pembaca terutama yang saat ini sedang berjibaku dengan penulisan paper dan publikasi risetnya. Sebagai catatan, beberapa poin pada tulisan ini saya kutip langsung dari materi pembicara yang saya cantumkan referensinya pada daftar pustaka (reference) di akhir tulisan ini.

Saya sendiri sampai tulisan ini dibuat, jujur belum pernah publish artikel di Jurnal dengan peringkat Quartil 1 atau Q1 (semoga nanti bisa “pecah telor”…amiin). Artikel saya (dan tim) baru sampai di Q2, Q3 dan Q4. Jadi sekali lagi tulisan ini bukan karena saya pernah atau sudah sering published di jurnal dengan peringkat tertinggi Q1, justru ini catatan saya sebagai murid saat “berguru” pada para “senior” yang sudah malang melintang di “dunia persilatan” publikasi. Diantara beberapa “mentor” dalam pelatihan yang saya ikuti salah satunya misal Pak Ahmad Fudholi Ph.D, dosen Universiti Kebangsaan Malaysia dan Pegawai LIPI asal Pekanbaru Indonesia yang sudah puluhan papernya di Jurnal Q1 baik di ISI maupun Scopus (saat artikel ini ditulis setidaknya beliau mempunyai 196 dokumen Scopus dengan H-indeks Scopus 27, Google H-Indeks 31).  Ada juga Prof. Marwan Efendi, dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan puluhan dokumen di Scopus. Dan tentunya banyak lagi para senior lainnya yang tidak bisa saya sebutkan tanpa mengurangi peran dan kehebatannya di “dunia persilatan perscopusan”…hehe.

yc

Contoh Jurnal Q1 “Young Consumers”dari Emerald

Memahami Quartil dan Impact Factor Jurnal

Sebelum berbicara lebih lanjut mengenai bagaimana publish di Jurnal Q1, mungkin perlu juga dipahami bersama apa quartil jurnal itu. Saya kutip langsung dari Clarivate, perusahaan induk dari Web of Science, salah satu publisher artikel jurnal berreputasi yang terkenal itu, quartil jurnal didefinisikan sebagai:

In Journal Citation Reports, we provide quartile rankings based on rank for the Journal Impact Factor.  In Journal Citation Reports, quartiles are defined as Q1, Q2, Q3 and Q4.

ClarivateExamples:
When sorted by Impact Factor, if a journal is rank 78 out of 314 in a category, Z=(78/314)=0.248 which is a Q1 journal. When sorted by Impact Factor, if a journal is rank 102 out of 204 in a category, Z=(102/204)=0.5 which is a Q2 journal.

Menurut definisi lainnya:

  • Quartile Scores – the distribution is based on the Journal Impact Factor (JIF) in relation to its location within the subject category. The ranking of the journals, from highest to lowest, is based on the value of the impact factor

There are four quartiles Q1, Q2, Q3 and Q4, which account for the below percentiles;

  1. Q1 denotes the top 25% of the IF distribution
  2. Q2 middle-high position (between top 50% and top 25%)
  3. Q3 middle-low position (top 75% to top 50%)
  4. Q4 the lowest position (bottom 25% of the IF distribution)

Secara gampangnya begini, jika ada 100 jurnal yang terindeks di Web of Science (atau Scopus) misalnya, maka dipilah dalam 4 range terbaik atas, menengah atas, menengah bawah dan range terbawah. Atau bisa dikatakan dari 100 jurnal tersebut, jurnal yang masuk

  1. Jurnal Quartile 1 (Q1) adalah jurnal terbaik 1 sampai 25 atau (25% rangking teratas),
  2. Jurnal Quartile 2 (Q2) adalah jurnal terbaik 26 sampai 50,
  3. Jurnal Quartile 3 (Q3) adalah jurnal terbaik 51 sampai 75,
  4. Jurnal Quartile 2 (Q2) adalah jurnal terbaik 76 sampai 100 (25% rangking terbawah).

Sekali lagi, nilai 100 itu perumpamaan saja untuk memudahkan pemahaman konsep. Karena tentu jumlah jurnalnya lebih dari itu, ribuan. Jadi intinya kalau kita published di jurnal Quartile 1 (Q1) maka kita publish di jurnal pada level kualitas terbaik teratas dari rangking yang ada.

Lantas bagaimana dengan impact factor journal?

Journal Impact Factor (JIF) a bibliometric tool used to evaluate and compare a journal’s relative importance to others in the same field based on citation data analysis. The higher the impact factor, the more highly ranked the journal It provides the relationship between citing and cited journals. Impact Factor (IF) for a given year is calculated by taking the number of citations of the articles published in the prior two years and dividing it by the total articles published in these two years.

Jadi kalau quartil jurnal bicara ranking jurnal di bidangnya dibanding dengan jurnal-jurnal lainnya. Impact faktor bicara bagaiaman publikasi (artikel) di jurnal tersebut Jurnal-jurnal bereputasi dan berimpact factor tinggi biasanya mencantumkan di laman jurnalnya berapa impact factornya.

Alasan kenapa si perlu publish di Jurnal Q1?

Setelah kita paham quartil jurnal, selanjutnya kenapa si kita perlu publish di jurnal Q1 tersebut. Ada beberapa alasan kenapa sebaiknya atau banyak orang ingin publish di jurnal bereputasi dan mempunyai impact factor tinggi:

  1. Alasan KUALITAS: jurnal berimpact faktor tinggi mencerminkan kualitas dari penelitian dan publikasi
  2. Artikel “CITE-ABLE”: peluang disitasi lebih tinggi
  3. Umumnya GRATIS atau ada diskon terutama bagi author dari low income countries seperti Indonesia. Menurut Fudholi (2021) 90% jurnal Q1 di Elsevier merupakan jurnal GRATIS alias tidak berbayar (Lihat kode “OP & S” di Journal Finder)
  4. Beberapa prosesnya CEPAT. Ada jurnal yang hanya perlu beberapa hari untuk memberikan decision antara rejected articled atau lanjut ke proses review bahkan accepted directly (pada penerbit besar biasanya proses cepat dan Editor in Chief cepat memutuskan). Hal ini tentu memudahkan bagi author baik untuk publikasi maupun untuk segera mengalihkan ke jurnal lainnya jika direject.

Teknik Penulisan Artikel Untuk Terbit di Jurnal Q1

Untuk memulai konten ini, kita mulia dengan satu pertanyaan menarik tentang hal ini:
Apa yang paling dilihat oleh sebuah jurnal, sehingga tulisan kita menarik untuk bisa diterima di jurnal Q1/Q2?

Jawab: (i) Judul manuskripnya, berisi “Hot issue”, dampak global & judul yg menarik/ membuat penasaran. Lalu, (ii) Abstraknya yang berisi cakupan yg menyeluruh dari isi manuskripnya terutama kejelasan novelty/ dampak riset/ tulisannya, hasil utama risetnya. (iii) Paragrap akhir Pendahuluan berisi apa yang mau diriset/ ditulis atau berisi objektif risetnya. (iv) Rujukan terbaru (3 atau 5 tahun terakhir) dari jurnal Q1/Q2, dan (v) Pengarang dengan h-indeks tinggi (Expert) bisa jadi pertimbangan agar manuskrip bisa sampai ke Reviewer (proses review) maupun pertimbangan bagi Chief/ Editor di jurnal Q1/Q2 dalam memberi keputusan.

Beberapa hal pokok dari tulisan atau artikel ilmiah tersebut sebenarnya hal standar untuk penulisan artikel. Ada juga yang menyebut dengan istilah IMRaD (Introduction, Methode, Result and Discussion). Berikut kita ulas satu-satu:

JUDUL (title)

  • mestilah ringkas (10-15 kata),
  • jelas, unik, dan
  • menarik perhatian pembaca (sedang in dan ada novelty).

Contoh judul di jurnal Q1:

AUTHOR

Sebaiknya jangan sendiri, kolaborasi dengan yang lain 2 atau tiga atau lebih kalau bisa author yang sudah expert (Scopus H Index tinggi). Semakin banyak jumlah pengarang, maka makalah semakin berbobot/ bernilai.

  • Berkolaborasi dengan orang/author lain merupakan salah satu cara agar kita confident dalam mensubmit manuskrip kita di jurnal bereputasi. Akan lebih baik bisa berkolaborasi dengan author(s) dari luar negeri didalam penulisan/penerbitan manuskripnya. Jika submit di Q1 sebaiknya kobalorasi dengan author yg Expert yang biasanya memiliki h-indeks yg tinggi (h-indeks WoS > 10 atau h-indeks Scopus > 20).
  • Kolaborasi juga merupakan salah satu cara untuk “mengatrol” reputasi. Misalnya untuk pemula yang belum banyak tulisannya, bisa menggandeng expert sehingga reputasi penulisannya ikut tertarik bersama yang sudah ahli.
  • Untuk meningkatkan networking, buat akun di media sosial profesional, seperti Researchgate, Linkedin, Orcid dan Google Scholar.

ABSTRACT

Seperti disampaikan sebelumnya, abstrak merupakan ringkasan menyeluruh dari isi manuskripnya terutama kejelasan novelty/dampak riset/hasil utama risetnya. Secara umum abstrak sebaiknya:

  • Ringkas dan jelas, antara 150-250 kata (lihat juga template jurnal yg dituju, barangkali mensyaratkan jumlah kata tertentu di abstract)
  • Isi: berisi pendahuluan (1-2 kalimat), bahan dan metode penelitian, hasil (penemuan) penelitianvdan kesimpulan utama penelitian

Abstrak yang baik ialah yang bisa memberikan informasi mengenai keseluruhan isi artikel.

Kata kunci (keywords)

  • Memuat kata-kata pokok (3-6 kata kunci)
  • Kata kunci diperlukan untuk komputerisasi sistem informasi ilmiah. Sebaiknya kata kunci tidak sama dengan kata yang ada di judul.

PENDAHULUAN (introduction)

Pendahuluan (introduction) sebaiknya ringkas, jelas, berisi pengenalan, teori, konsep, studi kepustakaan yang relevan, dan hipotesis. Poin lain dari pendahuluan yang juga penting:

  • Ada novelty
  • Ada kajian literature terbaru

METODE (method)

Metode atau dalam beberapa artikel juga mencakup bahan (material and method) sebaiknya ringkas, jelas, berisi desain eksperimen, spesifikasi teknis dan kuantitas bahan dan alat penelitian, serta metode analisis data.

Ada beberapa catatan dalam menuliskan metode agar layak publish di jurnal bereputasi:

  • Jika metode yg dilakukan merupakan metode baru sebaiknya disajikan secara lengkap (terperinci) agar mudah nantinya diikuti/diulangi peneliti lainnya dengan penulisan yang mudah difahami.
  • Jika dengan metode yang digunakan merupakan modifikasi maka disajikan secara ringkas dengan fokus ke modifikasi metodenya.
  • Jika dengan metode yang disajikan sudah umum digunakan maka cukup hanya menyebutkan metode tersebut dengan memberi sumber rujukannya.

HASIL & DISKUSI (Results & Discussion)

Bagian Result&Discussion umumnya memuat:

  • Temuan yang orisinil (teori baru/model matematik baru/modifikasi teori dan atau model matematik),
  • Pengujian hipotesis,
  • Perbandingan dengan hasil-hasil penelitian lainnya,
  • Tabel &/ gambar dari data pengukuran, juga hasil analitik/ numerik/ statistik

Hasil (result) sebaiknya disajikan dengan singkat dan jelas. Informasi atau data yang rumit atau berulang-ulang sebaiknya disajikan dalam tabel dan grafik, bukan dalam teks.

KESIMPULAN (Conclusion)

Kesimpulan merupakan jawaban dari tujuan/objektif riset. Pada bagian kesimpulan setidaknya memuat:

  • Jawaban atas pertanyaan penelitian dalam bentuk substantif dalam bentuk esai.
  • Implikasi temuan penelitian &/ saran-saran yang mengacu kepada tindakan praktis, atau pengembangan teoretis, dan penelitian lanjutan.

Kesimpulan (conclusion) sebaiknya disajikan dengan singkat, jelas, berisi fakta terpenting, dan saran untuk kajian selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA (References)

Bagian referensi ini memuat artikel siapa saja yang disitasi pada manuskrip kita. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan referensi:

  • Referensi ditulis sesuai dengan format yang ditentukan oleh jurnal (lihat di template atau author guideline).
  • Gunakan aplikasi pengelola referensi (reference manager) seperti Mendeley, End Note, Zotero dll untuk memudahkan pengelolaan maupun penulisan.
  • Semakin banyak referensi terbaru (3- 5) tahun terakhir (minimal 60-70% dari semua) semakin baik.
  • Ada juga jurnal yang meminta untuk merujuk artikel yang ada di jurnal mereka.

Berkaitan dengan referensi, ada beberapa database yang bisa digunakan sebagai sarana mencari referensi artikel ilmiah. Antara lain:

  • Scopus.com, akan lebih baik jika mempunyai akun resmi (ada 4 menu di lamannya: search, sources, list, schival). Catatan: jika pakai database Scopus, pilih/sort artikel berdasarkan “Highest” — paling banyak disitasi.
  • Open Knowledge Map. Di sini bisa juga dipakai untuk bahan membuat proposal karena bisa menampilkan
  • SEforRA atau Search Engine for Research Article. Untuk sefora ini hasilnya lengkap dan bisa dipilih antara jurnal Q1, Q2 dst termasuk range tahunnya. Tapi kelemahannya proses pencariannya lama, bisa 5 menitan.

Acknowledgments

Bagian ini biasanya ada di jurnal-jurnal bereputasi Siapa yang membantu dalam penulisan paper. Termasuk kaitannya dengan penyandang dana penelitian.

Setelah kita paham konten dari manuskrip, selanjutnya “Bagaimana kita bisa menentukan naskah kita ini layak untuk di submit ke Q1, Q2, Q3 dst. Apa yang menjadi ukurannya?

Kelayakan manuskrip untuk terbit di jurnal quartil berapa dilihat: Dari seberapa besarnya Novelty (sumbangan)/ dampak riset/ tulisannya.

  • Jika berdampak Global (dunia internasional) bisa disubmit di Q1/ Q2. Tapi, jika dampak riset/ tulisannya hanya Nasional ataupun Noveltynya cukup/ pas-pasan sebaiknya di Q3 saja.
  • Jika dampak riset/ tulisannya hanya skop/ wilayah yg kecil ataupun novelty yg kecil sebaiknya di Q4 saja.

Tips tambahan untuk publish di jurnal Q1

#1 Hindari plagiarism dan self plagiarism

Ada beberapa cara untuk menghindari plagiarism atau menurunkan tingkat similarity index:

  • Gunakan Tabel jika kita sudah menerbitkan lebih dari 1 makalah dengan kaedah analisis yang sama
  • Rangkumlah hasil tulisan orang lain, atau melakukan modifikasi kalimat (mengubah pola kalimat, seperti kalimat aktif menjadi pasif, atau sebaliknya), dan menggunakan kata-kata sendiri dengan menyatakan sumber gagasan/rujukan dalam daftar rujukan kita. Lalu, hasilnya di cek dengan menggunakan software pendeteksi kesamaan kata, seperti Turnitin
  • Lakukan PARAFRASE: yaitu salah satu cara meminjam gagasan/ide dari sebuah sumber tanpa menjadi plagiat (yang dicopy hanya idenya, tapi cara mengungkapkan ide dengan kata-kata sendiri). Karena hak cipta pada dasarnya bukan hanya ide, tetapi cara mengungkapkan idenya juga hak cipta. Secara teknis bisa menggunakan software parafrase, seperti QuillBot atau menggunakan Thesaurus untuk mencari sinonim kata.

#2 Mencari dan Memilih jurnal yang peluang acceptednya besar

Memilih jurnal yang tepat dengan peluang accepted yang besar merupakan salah satu kunci publish artikel di jurnal bereputasi. Tentu memilih sesuaikan dengan scope yang sesuai dan waktu review & terbit yang cepat.

Lebih detail mengenai bagaimana memilah dan memilih jurnal yang tepat silakan bisa baca artikel saya khusus mengenai “Memilah dan Memilih Jurnal Q1 Bereputasi dan Impact Factor Tinggi untuk Publikasi”. Pada artikel tersebut dijelaskan dengan gamblang mulai dari memilih yang impact faktornya tinggi, peluang untuk diterima (acceptance rate) yang besar, waktu terbit yang cepat dan jurnal yang tidak berbayar alias gratis…hehe. Silakan bisa klik di sini.

#3 Beberapa hal lain yang perlu dipertimbangkan untuk publish di jurnal Q1

Selain hal-hal pokok diatas, berikut hal-hal lainnya yang juga menjadi pertimbangan:

  • Baca petunjuk penulisan dalam jurnal yang dituju. Hal ini penting karena: beda fokus jurnal, beda format rujukan dan sitasi.
  • Perhatikan betul-betul bahasa yang digunakan, terutama tatabahasa bahasa Inggris. Lakukan proof read sebelum submit.
  • Sabar, karena prosesnya ada yang perlu waktu yang tidak sebentar. Alokasikan waktu 3 – 9 bulan untuk menunggu hasil reviewer
  • Jangan terlalu bersedih jika artikel ditolak. Penolakan artikel adalah hal biasa (kalau diterima baru luar biasa…hehe). Syukuri saja karena komentar reviewer jurnal tersebut bisa berguna untuk perbaikan artikel anda secara gratis

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat.

Chuncheon, 29 Desember 2021.
**************************************

Reference:

2 comments

  1. […] untuk publikasi ini pada dasarnya masih bagian dari seri artikel saya sebelumnya mengenai “Menulis Artikel Ilmiah di Jurnal Q1 Bereputasi dan Impact Factor Tinggi” yang sudah saya posting sebelumnya. Awalnya materi tulisan ini pun ada di bagian akhir […]

    Like

  2. […] artikel review ini pada dasarnya satu rangkaian dengan artikel saya sebelumnya tentang “Menulis Artikel Ilmiah di Jurnal Q1 Bereputasi dan Impact Factor Tinggi” yang sudah saya posting sebelumnya. Jadi, artikel ini pun merupakan catatan saya pada acara […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: