Category Archives: Persiapan Keberangkatan

Menulis Proposal Riset Yang Menarik – How to Write a GOOD and APPEALING Research Proposal

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan saya kali ini merupakan materi yang saya dapatkan dalam acara workshop tentang persiapan kuliah ke luar negeri dimana salah satu pembicaranya adalah Profesor John Pariwono dari KEMENRISTEKDIKTI (beliau juga reviewer dan tim seleksi beasiswa DIKTI). Saya tulis disini selain sebagai catatan saya juga semoga bisa berbagi dengan semua yang berencana kuliah ke luar negeri. Jadi tulisan ini merupakan catatan saya, bukan karena saya sudah bisa membuat proposal riset yang baik, tetapi merupakan bagian catatan belajar saya dalam membuat proposal riset yang menarik. Dan karena ini saya tulis sambil mendengarkan penyampaian materi, maka ada beberapa catatan yang mungkin tidak lengkap (antara nulis dan dengerin ceramah…hehe). InsyaAllah di lain kesempatan akan saya lengkapi.

Sebagai pembuka, perlu digaris bahawi bahwa riset proposal harus dipersiapkan jauh-jauh hari agar “GOOD” and “APPEALING“, bagus dan menarik. Itulah dua hal penting dari pembahasan ini.

What is research proposal?

Riset proposal adalah kerangka dari ide penelitian kita, the skeleton of idea. What is idea? Ide salah satunya bisa didefinisikan sebagai sesuatu yang belum dipikirkan oleh orang lain. Lantas ide apa yang bisa diajukan untuk proposal?, kalau proposal riset itu untuk studi S3 tentu ide yang hanya bisa dilakukan oleh mahasiswa S3, kalau ide itu bisa dilakukan oleh mahasiswa S1 maka ide itu tidak “APPEAL” untuk menjadi riset proposal S3.

Sekedar gambaran, untuk membedakan tingkatan riset S1, S2 dan S3 bisa dlihat dari:

  • S1: MENDESKRIPSIKAN secara sistematis tentang suatu keilmuan/peristiwa terjadi yang ada
  • S2: Mendiskripsikan dan juga bisa MENGATAKAN KENAPA ITU TERJADI
  • S3: Mendiskripsikan dan menyampaikan alasan kenapa terjadi dan menyampaikan SESUATU YANG BARU yang belum ada sebelumnya.

Ide itu harus betul-betul dikaji, karena kalau salah merancang ide maka akan salah juga hasilnya. Contoh gambar kerangka anjing salah kepala orang.

A GOOD Phd Research Proposal

A good research proposal start with:

  1. a GOOD Research questions or
  2. a GOOD analytical question

A good research proposal CONTAIN:

  1. A CLEAR research questions
  2. Highlight it ORIGINALITY and/or significance
  3. Explanation how it adds to/develop existing literature in the field
  4. Persuasion to potential supervisors of the importance

Intinya riset proposal yang GOOD adalah adanya KONTRIBUSI keilmuan yang baru, meski hanya sedikit.

STRUCTURE

Secara umum, proposal riset terdiri setidaknya beberapa aspek:

  1. Name of Author (nama di depan setelah judul)
  2. Title
  3. Abstract
  4. Background
  5. Objectives
  6. Research Question/Hyphothesis
  7. Methodology
  8. Expected Result
  9. Time Frame
  10. References

TITLE

The most important part of a research/paper
Jangan ada singkatan, karena belum tentu pembacanya ada dibidang yang sama
Maksimal 16 kata (biasanya di jurnal -jurnal terindeks)

Title does matter : contoh kesalahan judul buku di Hong Kong

A good research title:

Predict
Differentiate the paper with other

ABSTRACT

Abstract is not summary of the research but a RESUME of basic issue of the proposal.

INTRODUCTION

  • Explanation of why choosing to research problem A or issue B
  • Demonstrate the author
  • Menggambarkan kemampuan penulis pada bidang yang diteliti
  • Kalau bisa mensitasi paper sendiri (jurnal), untuk menunjukkan penulis berpengalaman pada bidang yang ditulis.

A good introduction

  • The first paragraph must be catchy, interesting and interesting and motivating the reader
  • Should also higl
  • Topik bisa bertahan dalam 3 tahun ke depan, karena kalau dalam 3 tahun ada yang sudah menjawab research question maka sudah tamat topiknya.

AIMS and OBJECTIVES

Objectives is the breakdown of the aims (Aim lebih umum lalu dipecah menjadi beberapa komponen objectives). Menurut Kevin Lyons

  1. Briefly and concisely
  2. Logical sequence
  3. Realistic, can be achieved whithin expected time frame (ex: berapa suhu api neraka)
  4. Static, not a moving target

Intinya objective harus mengerucut, tiap poin satu target.

LITERATURE REVIEW

Intinya adalah sejauh mana peneliti memahami perkembangan topik yang sedang diteliti. Untuk penelitian S3 literature yang disitasi adalah yang terbaru, kalau ada benar-benar terbaru. Misal sekarang 2019 maka setidaknya ada minimal satu yang berasal dari 2019, dan tahun berikutnya.

METHODOLOGY

Work plan menjadi penting bahwa riset ini bisa dilaksanakan dalam waktu tertentu.

How to make research proposal APPEALING

  • Identify the reader
  • Write the proposal as simple as possible
  • Keep it shor a

To be continued…insyaAllah.

References

  • Pariwono, John. 2019. How to write a good and appealing research proposal. Materi ceramah pada workshop persiapan studi dalam akselerasi karir dosen.
  • Feature image credit to sciencenordic.com

Jogja, Sabtu 20 Juli 2019.

Advertisements

Memahami dan Mengurus Visa Studi dan Visa Kunjungan ke Thailand

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Visa ibarat tiket untuk bisa masuk dalam suatu pertunjukan. Oleh karena itu, visa merupakan dokumen yang sangat penting bagi yang akan masuk ke suatu negara, apapun alasannya. Terlebih untuk keperluan studi lanjut yang jelas tidak sekedar sehari-dua hari kunjungan. Oleh karena itu, memahami apa saja visa kunjungan ke Thailand dan bagaimana mengurusnya merupakan hal yang penting bagi yang akan berkunjung ke sana. Bahkan bagi yang hanya akan berkunjung sekedar wisata satu atau dua hari saja.

Ya, meski Thailand, sebagai sesama negara ASEAN telah menerapkan kebijakan “bebas visa” 30 hari kunjungan bagi seluruh pemegang paspor Indonesia. Namun perlu juga anda paham seperti apa itu visa, termasuk “free visa” kunjungan sekalipun. Paling tidak anda tahu medan sebelum berperang…koq se_ngeri itu ya…maklum pengalaman tak terlupakan saya pertama ke Thailand hampir saja dideportasi…kaya TKI ilegal saja ya…hehehe

Saya sendiri selama 2 tahun lebih hidup di Thailand pernah pengalaman menggunakan berbagai tipe visa. Mulai dari free visa 30 (ini yang pertama dan hampir di deportasi), Non-Ivisa keluarga O, dan visa studi ED), pernah juga ke sana setelahnya (menggunakan visa kunjungan/turis).

Pertama, sekedar mengingatkan bahwa visa adalah izin yang diberikan oleh suatu negara (dalah hal ini imigrasi) terhadap orang asing untuk masuk, tinggal dan melakukan/tidak melakukan sesuatu serta pergi/meninggalkan negara tersebut (Wikipedia, 2018). Selanjutnya mengenai jenis-jenisnya, untuk visa ke Thailand ada beberapa jenis visa:

  1. Visa Turis/Visa 30 hari FREE (termasuk visa on arrival)
  2. Visa Studi
  3. Visa Bisnis/Kerja
  4. Visa Pernikahan (marriage visa)
  5. Visa Pensiunan (retirement visa)
  6. Visa Permanent Resident

VISA TURIS: BEBAS Visa Kunjungan 30 hari

Pertama yang perlu dipahami dan semoga juga sudah diketahui, bahwa Thailand sebagai sesama negara ASEAN telah memberlakukan perjanjian bebas visa kunjungan (turis/wisata) bagi sesama negara anggota ASEAN termasuk Indonesia selama 30 hari. Jadi, seperti berkunjung ke Malaysia atau Singapura, jika anda sebagai WNI pemegang paspor Indonesia dan bertujuan ke Thailand untuk “berkunjung” atau wisata untuk maksimal 30 hari maka tidak perlu mengurus atau mengajukan visa ke Kedutaan/Konsulat Thailand di Indonesia.

Visa Pertama Ke Thailand

Anda cukup menyiapkan tiket pulang-pergi saja lalu bawa paspor (dengan sisa masa berlaku min. 6 bulan) dan berangkat ke Thailand, insyaAllah diterima masuk ke sana. Saya garis bawahi mengenai tiket pergi-pulang karena ini yang menjadi syarat utama visa ini diberikan.  Visa ini kadang dinamakan dengan Visa on Arrival. Karena visanya didapatkan saat anda tiba di bandara dan diperiksa oleh imigrasi Thailand di bandara atau perbatasan masuk ke Thailand.

Wujud visanya hanya sebuah stempel petugas imigrasi di bandara tempat anda mendarat dan masuk ke Thailand atau dengan sebutan lain, visa on arrival (lihat gambar disamping). Jadi untuk visa ini anda tidak perlu mengurus apa-apa, hanya sekali lagi siapkan paspor dan tiket pulang pergi. Plus data dimana anda akan tinggal. Karena ini diperlukan untuk menulis di Departure Card yang anda terima dari pramugari pesawat sebelum anda mendarat dan diserahkan ke petugas imigrasi.

Departure card ini penting dan jangan sampai hilang selama anda di Thailand, baik untuk kunjungan sebentar maupun lama. Kalau sampai hilang maka akan lama urusannya. Alhamdulillaah saya belum pernah…hehe.

Meski visa ini visa free, dan tidak perlu aplikasi pengajuan visa sebagaimana saya jelaskan di atas. Namun terkadang pihak imigrasi mengadakan “random checking”, dan biasanya ditanyakan maksud kunjungan, tinggal dimana dan punya uang berapa. Saya punya pengalaman “tak terlupakan” mengenai hal ini saat pertama kali ke Thailand, dan hampir saja dideportasi…haha. Ceritanya panjang, lain waktu insyaAllah saya ceritakan.

Visa kunjungan 30 hari ini, basically untuk tujuan kunjungan wisata. Oleh karena itu, kalau anda ditanya petugas imigrasi alasan kunjungan ke Thailand, jawaban paling aman adalah mau piknik atau traveling (tips). Pertama, karena visa ini memang tujuan utamanya untuk itu. Kedua, tidak perlu pertanyaan lain kalau anda sudah jawab ini. Ketiga, karena ini traveling kan mendatangkan visa untuk mereka jadi pasti mereka senang dan akan menyambut dengan gembira. Terlebih Thailand merupakan salah satu tourist destination dunia.

Bagaimana jika punya tujuan lainnya misal kunjungan kampus, magang 30 hari dll, apakah bisa menggunakan visa ini?. Menurut pengalaman saya bisa. Saya pernah mengantar magang mahasiswa saya selama 28 hari di Khon Kaen University juga pakai visa jenis ini dan Alhamdulillaah aman sampai pulang kembali. Tapi untuk amannya anda sebaiknya punya surat pengantar baik dari Indonesia maupun dari tempat magang anda di Thailand. Namun jangan sekali-kali menggunakan visa ini untuk bekerja, karena kalau ketahuan makan akan didenda dan dideportasi plus dibanned untuk masuk ke Thailand selama beberapa tahun. Karena untuk visa kerja ada sendiri (Visa B, bisnis).

Visa ini hanya berlaku 30 hari. Bagaimana jika ingin piknik atau magang misalnya lebih dari 30 hari?. Cara paling mudah adalah anda ke perbatasan terdekat (Laos misalnya bagi yang tinggal di Bangkok, atau ke Malaysia bagi yang di Thailand selatan) lalu keluar dari Thailand dan masuk lagi seperti biasa. Ini juga yang banyak dimanfaatkan para keluarga (bukan keluarga inti, kalau keluarga inti bisa pakai visa keluarga/visa O) dan juga pekerja ilegal di Thailand.

Selain dengan cara itu, anda bisa juga mengajukan visa turis selama 60 hari dengan masa waktu entry 3 bulan. Artinya anda punya izin tinggal di Thailand selama 60 hari dan bisa bolak-balik selama beberapa kali (tergantung single/multiple entry visa) ke Thailand. Hanya saja visa turis 60 hari ini tidak free alias berbayar dan ada beberapa persyaratan antara lain:

  1. Punya deposit bank minimal Rp. 8 juta (USD 700) atau Rp. 16 juta (USD 1400) per keluarga untuk single entry dan sejumlah Rp. 80 juta (USD 8000) untuk multiple entry
  2. Letter of employment
  3. Booking Hotel
  4. Application fee Rp. 560.000 (single entry) atau Rp. 2.800.000 (multiple entry)
  5. dll syarat lainnya. Lihat detail di website Kedutaan Thailand di Jakarta.

Dengan seabreg persyaratan dan biaya itulah mengapa bagi yang bermaksud kunjungan lebih dari 30 hari banyak yang menggunakan cara mudah dan murah dengan ke perbatasan terdekat. Keluar lalu masuk lagi dengan free. Untuk yang seperti ini bahkan di Bangkok ada penyedia jasanya, semacam travel agent ke Laos selama 1 hari, nginap disana (biar dianggap kunjungan wisata beneran…hehe), lalu balik lagi dengan visa free.

Visa Studi, Non-Immigrant Visa “ED”

Bagi yang akan melanjutkan studi atau kuliah ke Thailand, baik untuk short course (6 bulan misalnya) atau full time student (lebih dari 1 tahun) tentu tidak memungkinkan menggunakan visa turist. Pertama jelas tidak boleh, kedua jelas repot dan banyak biaya. Untuk itu umumnya menggunakan visa belajar atau dikenal dengan “Non-Immigrant Visa ED”.

Contoh Visa Belajar Saya (Non-immigrant Visa ED)

[Baca: NEW RELEASE…Chulalongkorn University Scholarship 2019, Beasiswa dari Chula untuk Warga ASEAN dan Non-ASEAN]

Visa ini bisa diurus dan Kedutaan/Perwakilan Thailand (konsulat) di Indonesia (Jakarta, Medan, Makassar, Denpasar) dengan memenuhi beberapa persyaratan dan membayar biaya aplikasi visa. Diantara persyaratannya sebagaimana disebutkan oleh website Kedutaan Thailand di Jakarta antara lain:

1. Visa Application form(s) and photograph(s): Completed and signed Visa Application form and 2 recent photograph(s) (size 3.5×4.5 cm). Non-Indonesian applicants may be required to submit more than one set of application form. (See: Additional Requirements for Non-Indonesian Applicants)

2. Passport (valid for no less than 6 months)

3. Original acceptance letter from the school, training institution or company in Thailand. The letter must be typed in the school/company’s letter head signed by authorized person and a copy of School license or business registration (Copies of documents must be signed by authorized person and an affixed seal)

Important Notes: For informal courses e.g. Thai language and cultural training courses, applicants must provide documents which demonstrate that the course meets the minimum requirement as follows:

– If the course is less than 5 months, the period of study must be at least 4 days per week, 2 hours per day.

– If the course is longer than 5 months, the period of study must be at least 5 days / week, 5 hours per day.

4. Additional document in case of internship/exchange in Thailand: Letter of certification from the University in which the applicant is currently enrolled, providing information on the student status, purpose and period of the internship in Thailand

5. Additional document for applicants who will study at secondary education institution or below: Letter of Approval from the Office of the Basic Education Commission or its district offices e.g. the Primary/Secondary Educational Service Area Office or the Bureau of Educational Development for Special Administration Zone in the South

6.  Police Record issued by the Police in Indonesia or the country of residence (the Police Record must be in English and issued within one month): for applicants enrolled in university
or higher education institution and informal courses

7. Application fee (Cash only in Indonesian Rupiah – Non-refundable): IDR 1,120,000

Setelah semua persyaratan dipenuhi selanjutnya tinggal datang ke ke Kedutaan/Perwakilan Thailand di Indonesia dan mengajukan permohonan visa. Biasanya satu pekan selesai.

Visa studi ini saat pertama kali hanya berlaku 90 hari. Selanjutnya setelah anda di Thailand sebelum habis batas waktu 90 hari maka anda harus mengajukan visa baru, dengan masa waktu 1 tahun. Namun demikian, meski berlaku satu tahun anda tetap harus wajid lapor setiap 90 hari (90 days report). Jadi setiap 90 hari anda meski ke imigrasi di Bangkok untuk lapor, kalau tidak anda didenda minimal 2000 baht (sekitar 800 ribuan, dg kurs 1 baht Rp. 400) meski telat 1 hari.

Visa Keluarga, Non-Immigrant Visa “O”

Apabila anda kuliah/kerja di Thailand tetapi ingin membawa keluarga untuk waktu yang lama, maka anggota keluarga harus mengajukan visa keluarga atau dikenal dengan Non-Immigrant Visa “O”. Anggota keluarga yang boleh mengajukan jenis visa ini hanyalah anggota keluarga inti: Suami/istri, anak dan orang tua yang dibuktikan dengan kartu keluarga.

Saya sendiri pernah sekali mengajukan visa ini, dulu sewaktu menemani istri saya sebelum saya sendiri diterima kuliah di Chula dan selanjutnya mengajukan visa ED.

Visa Keluarga, Non-Immigrant Visa “O”

Secara detail persyaratannya adalah:

Full-time student under 20 years old: The student’s parents must show proofs of family relationship and a letter of certification from the educational institution in Thailand.

Full-time student above 20 years old: The student’s spouse and children must show proofs of family relationship and a letter of certification from the educational institution in Thailand. Civil partnership certificate is not accepted.

– Not applicable for students who take informal courses e.g. Thai language or cultural training courses.

– Dependents are prohibited to work in Thailand.

Demikian sekilas tentang visa studi dan kunjungan ke Thailand. Untuk jenis visa lainnya, saya belum punya pengalaman. Silakan bisa dipelajari di website Kedutaan/Perwakilan Thailand di Indonesia.

Salam hangat, semoga bermanfaat.

 

References:

Royal Thai Embassy, Jakarta. 2018. Important information on visa application. Accessed from: http://www.thaiembassy.org/jakarta/en/services/64465-Visa.html

– ThaiEmbassy.com. 2018. Types of Thai Visa. Accessed from: http://www.thaiembassy.com/thailand/thailand-visa-types.php

– Wikipedia. 2018. Travel Visa. Accessed from: https://en.wikipedia.org/wiki/Travel_visa

 

6 Tips Merencanakan Kuliah di Thailand

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan mengenai “6 Tips Merencanakan Kuliah di Thailand” ini hadir sebagai jawaban dari banyaknya pertanyaan (baik lewat email, WA maupun komen di blog) ke saya dari para pembaca mengenai langkah-langkah yang harus disiapkan kalau mempunyai rencana kuliah di Thailand. Setelah membaca artikel saya sebelumnya mengenai “5 Alasan Kuliah di Thailand”, banyak yang menanyakan ke saya tentang hal ini. Mereka (penanya) umumnya masih duduk dibangku sekolah (SMA) atau baru lulus sekolah. Di satu sisi saya senang dengan fenomena ini, anak-anak muda yang sudah mendunia mimpinya.

Jujur saya sendiri saat SMA belum kepikiran kuliah di luar negeri, namun mereka (para penanya) sudah selangkah lebih maju dibanding saya saat seusia mereka dulu. Untuk itu biar jawaban saya lebih tertata dan juga supaya tidak mengulang jawaban jika ada lagi yang menanyakan topik tentang perencanaan kuliah ini, maka sudah saatnya dibuatkan tulisan khusus mengenai hal ini. (Jadi kalau ada yang nanya lagi tinggal sy share link artikelnya…hehe).

Pertama, Berani Mimpi Kuliah di Luar Negeri

Orang bijak mengatakan, everything begin from dream, semua berawal dari mimpi. Saya termasuk yang percaya bahwa bermimpi bukan sekedar berangan-angan. Tapi mimpi yang benar, tulus dan diusahakan merupakan langkah pertaman dan utama juga untuk kesuksesan rencana kuliah di luar negeri dalam hal ini kuliah di Thailand.

Kata orang kuliah di luar negeri identik dengan jalan-jalan

Saya sendiri jujur dulu tidak mempunyai mimpi yang terencana hingga akhirnya saya kuliah di Thailand. Namun setelah saya urut ke belakang, saya jadi ingat bahwa suatu ketika saat saya kuliah S1 saya pernah berpendapat bahwa kalau ingin kuliah pertanian sebaiknya di Thailand, pertama karena secara teknis hasil pertanian dan kampus pertanian di Thailand lebih unggul di banding Indonesia. Kedua, sebagai sesama negara di Asia Tenggara, pengalaman pertanian Thailand lebih aplikatif jika diterapkan di Indonesia dibanding dengan praktek pertanian di negara maju lainnya yang mempunyai kondisi geografis, kultur dan karakter petani yang relatif berbeda.

Jadi, meski saya tidak memimpikan secara detail untuk kuliah di Thailand. Saya yakin bahwa ketika akhirnya saya kuliah di Thailand mungkin karena ungkapan sepintas saya tentang kuliah di Thailand itu diaminkan malaikat…hehe. Oleh karena itu, bisa dibayangkan kalau mimpi kuliah di luar negeri itu dituliskan dan diungkapkan secara detail saya kira potensi terkabulnya impian lebih besar.

Kedua, Tentukan BIDANG STUDI Yang Dituju

Setelah anda menentukan/mempunyai keinginan/impian untuk kuliah di Thailand, langkah selanjutnya adalah menentukan bidang studi yang dituju. Bidang studi ini kadang tidak ada kaitannya dengan latar belakang jurusan anda pada tingkat pendidikan sebelumnya. Tapi lebih pada ingin jadi apa nantinya anda setelah lulus kuliah.

Jadi, bisa saja anda sekarang kuliah di fakultas pertanian tapi anda ingin mendalami ilmu ekonomi ke depannya karena anda tertarik. Atau anda seorand lulusan ilmu politik tetapi tertarik mempelajari ilmu hukum. Jurusan apa yang akan anda tuju sah-sah saja, tidak ada batasan orang untuk menuntut ilmu. Yang membatasi hanya tempat yang anda tuju mau menerima atau ga. Program studi yang anda tuju memungkinkan menerima saudara tidak.

Bersama Prof. Tom dan teman-teman kuliah di Chula

Contohnya saya sendiri, sewaktu S1 saya ambil jurusan agribisnis namun saat S2 di Chula saya ambil jurusan bisnis manajemen. Saya beralih dari alumni fakultas pertanian menjadi mahasiswa fakultas ekonomi. Alhamdulillaah jurusan yang saya tuju menerima latar belakang pendidikan saya.

Bagaimana dengan pertimbangan memilih jurusan kaitannya dengan masa depan setelah lulus? Contoh misalnya setelah lulus anda bermaksud menjadi dosen, maka anda harus mempertimbangkan linieritas jurusan yang anda ambil. Linieritas bisa berarti jurusan yang anda ambil linier dari S1, S2 hingga S2. Jadi kalau anda alumni S1 akuntansi maka anda ambil jurusan S2 Akuntansi, dan S3 pun akuntansi. Pemahaman terbaru mengenai linieritas dosen dilihat dari pendidikan terakhir dan bidang risetnya. Jadi kalau anda ingin jadi dosen ilmu politik, maka jurusan terakhir anda yang harus diambil adalah ilmu politik meski S1 anda ilmu hukum.

Ketiga, Tentukan KAMPUS Yang Dituju

Di Salah Satu Sudut Kampus Chula

Setelah anda menentukan jurusan yang akan dituju, selanjutnya anda memilih kampus alternatif yang akan anda pilih. Mengapa saya katakan sebagai kampus alternatif?…hal ini karena kita belum bisa memastikan pasti akan diterima di kampus impian. Untuk itu sebaiknya melist daftar alternatif kampus tujuan, mulai dari alternatif pertama, kedua hingga seterusnya. Beberapa ada yang menyarankan setidaknya ada 10 alternatif, atau kalau menurut saya minimal 5 alternatif kampus.

Bagaimana anda memilih kampus-kampus di Thailand yang jumlahnya banyak sekali? silakan anda bisa baca artikel saya tentang “Mengenal Kampus Unggulan di Thailand”.

[BACA: “Mengenal Kampus Unggulan di Thailand”]

Keempat, Persiapkan Persyaratan

Untuk bisa diterima kuliah di kampus manapun di dunia, tentu kita harus bisa memenuhi segala persyaratan masuknya. Secara umumu persyaratan pendaftaran mahasiswa baru relatif sama:

  • Ijazah strata sebelumnya
  • Transkrip Nilai (IPK)
  • Surat rekomendasi, biasanya ada 2 buah: dari pembimbing terdahulu dan atau dari atasan (bagi yang sudah bekerja)
  • Rancangan Proposal Riset (cukup 3-4 halaman)
  • Motivation letter (jika diminta)
  • Persyaratan lain yang diminta, misal copy paspor/ID card, akta kelahiran dll, tergantung kampus masing-masing.

Semua persyaratan itu harus yang dalam bahasa Inggris. Bagaimana jika belum berbahasa Inggris?, anda bisa minta ke kampus/sekolah anda sebelumnya untuk diberikan edisi bahasa Inggrisnya. Kalau tidak ada berarti harus diterjemahkan ke penerjemah tersumpah yang ada di kota anda.

Adapun mengenai recommendation letter, motivation letter secara singkat bisa dijelaskan sebagai berikut:

a. Motivation Letter

Merupakan “surat” atau pernyataan mengenai alasan kuliah, termasuk latar belakang yang menjadikan motivasi untuk melanjutkan kuliah.
b. Recommendation Letter

Merupakan surat/pernyataan rekomendasi dari profesor/pembimbing/atasan/tokoh tentang kita bahwa kita orang yang layak untuk menjadi mahasiswa/mendapatkan beasiswa.

[Baca: Menulis Proposal Riset Yang Menarik]

Kelima, Pembiayaan Kuliah (Beasiswa)

Bagian kelima ini bagian yang cukup berat, karena berhubungan dengan uang…hehe. Bagi mereka dengan latar belakang ekonomi yang mapan, atau dari keluarga yang super kaya tentu ini tidak perlu dipersoalkan. Tinggal mengajukan proposal ke “ADB”, alias ayah dan bunda semua beres tentunya…hehe

Namun bagi orang-orang seperti saya dan mereka yang belum berkecukupan tentu menjadi problem sendiri. Bayangkan untuk biaya masuk TK saja sekarang jutaan, dan semakin tinggi pendidikan biasanya semakin tinggi pula biayanya. Terlebih dengan kuliah di luar negeri. Meski Thailand tidak semahal Singapura namun tentu  demikian tidak usah khawatir, selama kita ikhtiar insyaAllah ada jalan. Saat ini tersedia banyak pilihan beasiswa baik di dalam negeri (LPDP, BPLN DIKTI dll) maupun dari luar negeri (DAAD, Erasmus, ADS dll)

Khusus untuk kuliah di Thailand, pemerintah dan kampus di Thailand juga menawarkan beberapa beasiswa yang bisa diakses oleh orang asing. Khusus mengenai hal ini, silakan baca artikel saya “7 Beasiswa Kuliah di Thailand”

[BACA: “7 Beasiswa Kuliah di Thailand”]

Keenam, DOA

The last but not least, adalah jelas DOA. Agama mengajarkan bahwa “doa adalah senjatanya orang yang beriman”. Oleh karena itu, lengkapi usaha anda dengan doa yang khusuk, penuh harap kepada Tuhan. Kewajiban kita berusaha tapi Tuhan yang menentukan. Dan tentu doa itu harus diiringi dengan amal sholeh agar doa itu tembus ke langit.

Saran saya mengenai doa ini bukan sekedar klise, tp memang sesuatu yang sangat penting. Jujur pengalaman saya dulu bisa diterima beasiswa dan kuliah di Thailand salah satunya barangkali karena doa. Mungkin karena ibarat melangkah, posisi saya waktu itu (saat mendaftar kuliah dan beasiswa ke Thailand) ibarat maju perang sudah tidak ada jalan untuk mundur ke belakang. Karena mau tidak mau saya harus ke Thailand, dan tentu sangat besar harapan saya untuk diterima. Oleh karena itu, saya ingat betul hampir setiap kesempatan saya berdoa memohon kepada Allah untuk dikabulkan rencana saya. Dan tanpa kehendakNya jelas saya tidak bisa. Alhamdulilaah akhirnya terkabul doa saya.

Demikian tips ringkas dari saya bagi yang berencana kuliah di Thailand. Semoga berhasil.

Wassalam

Sa Wat Dee Krub.

Merajut Mimpi Kuliah di Luar Negeri

20150503_094823 copy

Tulisan saya tentang “Merajut Mimpi Kuliah di Luar Negeri” merupakan bahan yang saya sampaikan pada “Seminar Kiat Jitu Meraih Beasiswa Ke Luar Negeri” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (HIMASEPTA) UMY pada awal Mei 2016 ini. Saya menjadi salah satu pembicara dalam seminar ini bersama beberapa pembicara alumnus dan peraih beasiswa dari Jepang dan Korea.

Selamat membaca…

Memperoleh pendidikan hingga strata tertinggi tentu idaman setiap orang. Terlebih dapat merasakan nikmatnya pendidikan di luar negeri. Hal yang terakhir ini tentu bagaikan mimpi bagi sebagian orang di negeri ini. Yah, jangankan untuk dapat melanjutkan sekolah keluar negeri, bias kuliah di dalam negeri saja sudah sangat bersyukur saat ini. Tentu apalagi kalau bukan masalah biaya yang pasti tidak bias dibantah lagi.

Melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi memang tidak semudah membalik telapak tangan. Selain dibutuhkan kemampuan akademis untuk lolos seleksi, juga kemampuan mengikuti perkuliahan setelah diterima masuk di perguruan tinggi. Selain itu, beban biaya yang tidak murah juga siap menanti. Bahkan di perguruan tinggi negeri yang hamper seluruh biayanya ditanggung negara pun biaya kuliahnya tidak bias dianggap murah. Ironis memang, disaat anggaran pendidikan meningkat justeru biaya kuliah juga meningkat, bahkan untuk kuliah di kampus milik pemerintah. Untuk kampus swasta tentu tidak perlu dipertanyakan lagi. Jadi, jangankan sekolah di luar negeri, untuk dapat kuliah di dalam negeri saja tidak mudah. Oleh karenanya bagi kebanyakan orang, sekolah keluar negeri itu jelas ibarat sebuah mimpi.

Tapi benarkah sekolah di luar negeri itu hanyalah mimpi?. Memang bagi sebagian kalangan yang berkecukupan, melanjutkan pendidikan ke negeri orang tentu tidak menjadi persoalan. Karena selain dana yang tidak sedikit – yang tentu tidak lebih murah di banding kuliah di dalam negeri – kuliah di luar negeri jelas memerlukan kemampuan intelegensia yang lebih. Di samping itu jelas adalah kemampuan bahasa. Karena tentu kuliah di negara berbeda umumnya menggunakan bahasa Internasional (Inggris misalnya) sebagai pengantarnya. Namun demikian, seiring dengan kemajuan pendidikan dan peningkatan kondisi social ekonomi masyarakat, melanjutkan pendidikan keluar negeri sekarang relatif terbuka bagi semua kalangan. Selain program dari pemerintah melalui berbagai beasiswa, dari kalangan swasta pun tidak sedikit yang menawarkan pembiayaan (baik seluruh atau sebagian) untuk melanjutkan pendidikan keluar negeri. Selain itu, tawaran beasiswa dari luar negeri pun sekarang kian beragam pilihannya.

Beasiswa Menjadi Harapan

Beasiswa merupakan solusi bagi mereka yang ingin sekolah di luar negeri tapi terkendala pembiayaan. Ada beragam tipe beasiswa yang ditawarkan :

  1. Full Scholarship
  2. Partial Scholarship
  3. Beasiswa dari Pihak lain

Setelah tahu bahwa ternyata memang banyak alternative beasiswa untuk bisa membiayai kita kuliah di luar negeri, pertanyaan selanjutnya bagaimana kita mempersiapkannya. Setidaknya ada beberapa hal yang bisa dijadikan referensi persiapan mendapatkan beasiswa luar negeri.

[[Tentang beasiswa kuliah di luar negeri, seperti di Thailand misalnya, anda bisa baca tulisan saya mengenai  “7 Beasiswa Kuliah di Thailand”]]

#Dream

Orang bijak mengatakan, everything begins with a dream. Semua dimulai dari mimpi. Mimpi bukanlah khayalan, tapi harapan atau doa yang dipanjatkan. Karena Allah sendiri mengatakan dalam salah satu hadist qudsi; “Aku (Allah) adalah sesuai prasangka hamba pada_KU”.

#Pahami beberapa hal penting dalam mencari beasiswa

5 hal penting disini yaitu:

  1. Kemampuan Bahasa
  2. Pengalaman Kerja
  3. Pengalaman Organisasi
  4. Rencana Penelitian
  5. Publikasi/Tulisan

#Persiapkan Dengan Matang

Hal besar itu tidak diharapkan secara kebetulan. Bahwa ada factor keberuntungan itu biarlah menjadi hadiah. Yang perlu dilakukan adalah merencanakan dan melaksanakan rencana yang sudah ditetapkan. Terlebih untuk studi lanjut di Negara orang.

 #Recommendation

Rekomendasi dari orang yang mengenal atau pernah bekerja sama dengan kita adalah hal umum dan hampir pasti di semua beasiswa, baik dalam maupun luar negeri. Rekomendasi ini bisa dari professor/dosen pembimbing saat kuliah, atasan kita saat bekerja atau rekan kerja dan bahkan tokoh masyarakat yang kita kenal baik. Pilih diantaranya yang mempunyai “high impact” terhadap persyaratan beasiswa kita.

 #Pahami dan Pilih Beasiswa Yang Sesuai

Ada puluhan bahkan ratusan beasiswa di luaran sana yang ditawarkan. Semua mempunyai prasarat dan juga benefit yang berbeda-beda. Kita tentu berharap yang terbaik, tetapi realistis dengan kemampuan dan kondisi saat ini tetap harus dipertimbangkan. Karena calon penerima bukan kita saja, tapi seluruh dunia. Pahami juga prasyarat dan “poin utama” penilaian dari suatu beasiswa. Pelajari dari orang yang pernah berhasil mendapatkan atau bahkan yang gagal juga perlu jadi pertimbangan.

 #Beribadah dan Berdoa

Terakhir dan yang tidak boleh dilupakan adalah ibadah dan doa. Karena apapun usaha kita, sepintar apapun kita semua Allah yang menentukan. Seperti kata pepatah, orang pintar itu kalah dengan orang yang beruntung. Nah, keberuntungan itu dekat dengan orang-orang yang dekat dengan pemberi keberuntungan yaitu Allah SWT.

Demikian beberapa hal yang menurut saya penting untuk dipahami dan disiapkan bagi siapa saja yang ingin kuliah di luar negeri. Untuk hal-hal lainnya dan juga hal yang sifatnya teknis, seperti pengurusan visa dan lain-lain insyaAllah saya tuliskan pada kesempatan yang akan datang.