Category Archives: Hidup di Thailand

Menilik Kehidupan Mahasiswa Indonesia di Thailand

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.*

Thailand sebagai negara tetangga dan sesama anggota ASEAN bukan merupakan negara yang asing bagi orang Indonesia. Meski bukan merupakan tujuan utama mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi di sana, namun akhir-akhir ini semakin banyak mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan tingginya di negeri gajah putih ini.

Sampai terakhir saya pulang dari Thailand tahun 2015, setidaknya ada 500an mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Thailand di berbagai kampus baik di bagian selatan, tengah maupun utara. Mulai dari Prince of Songkla University di selatan Thailand, di kawasan tengah seperti di Chulalongkorn Univ, Mahidol, Thammassat, Kasetsart, dan AIT di Bangkok, hingga di ujung utara Mae Fah Luang dan Chiang Mai Univ, dan bahkan di daerah timur utara kawasan Isaan di Khon Kaen University.

Bersama Pengurus PERMITHA/PPI Thailand saat Kunjungan Ke Mae Fah Luang University di Chiang Rai

Berbicara mengenai kehidupa mahasiswa Thailand merupakan topik yang menarik untuk ditulis. Banyak aspek yang bisa dibahas disini, mulai dari dimana mereka tinggal, bagaimana ke kampus, kegiatan di kampus, kegiatan di PPI Thailand/PERMITHA, kegiatan bersama KBRI Bangkok, kegiatan bersama orang Thailand dan lainnya berbagai macam aktivitas selama kuliah dan hidup di Thailand.

Tempat Tinggal Mahasiswa

Athen Apartment, Tempat Tinggal Legendaris Mahasiswa dan Masyarakat Indonesia di Bangkok

Umumnya mahasiswa tinggal di apartemen sewa, sebagian tinggal di asrama mahasiwa yang disediakan oleh kampus. Anda jangan membayangkan bahwa apartemen yang disewa seperti bayangan kita tentang apartemen di Indonesia yang serba mewah dan ditengah kota. Ya memang apartemen di Thailand biasanya terdiri dari beberapa lantai, namun untuk kelas mahasiswa tentu tidak semewah di Indonesia tentang apartemen. Bahkan kadang lebih mirip “kos-kosan” kalau kita di Indonesia.

Demikian halnya asrama mahasiswa, tidak selamanya kumuh seperti asrama mahasiswa di Indonesia. Untuk kampus seperti Chulalongkorn University, mempunyai asrama mahasiswa yang relatif baru dan lumayan mewah (bagi saya…hehe). Dan tentu biaya sewa lebih mahal. Namun dengan fasilitas yang lengkap dan terbaru.

To be continued…insyaAllah

 

 

*Penulis adalah alumni Chulalongkorn University, tinggal di Thailand antara tahun 2013-2015.

 

Advertisements

Petchburi Soi Jet, Kampung Muslim dan Surga Makanan Halal di Bangkok

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan tentang “Petchburi Soi Jet, Kampung Muslim dan Surga Makanan Halal di Bangkok” boleh jadi merupakan salah satu tulisan saya yang tertunda bertahun-tahun lamanya. Ya, ini tulisan yang sudah saya rencanakan bahkan sejak awal saya menulis di blog sekitar tahun 2013 lalu. Meski pada waktu itu saya sendiri belum tinggal di kawasan ini, namun karena hampir tiap hari (terutama saat jadwal sholat di Masjid Darul Aman) saya ke sini, jadi sudah seperti daerah sendiri.

Hingga akhirnya pada pertengahan tahun 2014 saya “hijrah” ke sini, setelah “digusur” dari Athen Apartment di Soi 11 (Soi Sip Et) yang direnovasi untuk dijadikan hotel. Sejak saat itulah saya sekeluarga “resmi” menjadi “warga” Soi Jet, hingga saya lulus kuliah dan pulang kampung ke Indonesia pada awal tahun 2015.

Asal Nama Petchburi Soi Jet baca selanjutnya

Mengenal Kultur dan Karakter Orang Thailand, Pelajaran dari #ThailandCaveRescue

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Kisah heroik misi penyelamatan 12 anak Tim Sepakbola Thailand dan seorang pelatihnya beberapa waktu lalu masih menjadi pembicaraaan di berbagai media di dunia hingga saat ini. Sebagaimana dikutip dari BBC NEWS dalam salah satu artikelnya berjudul “Thailand cave: The successfull search for lost boys” disebutkan bahwa mereka terjebak selama 9 hari di dalam gua sejak mereka masuk gua Tham Luang di Chiang Rai (salah satu provinsi bagian utara Thailand) pada tanggal 23 Juni 2018 hingga ditemukan pada 2 Juli 2018.

Tham Luang Cave Map, pict. credit bbc.com

Terjebak di dalam gua selama 9 hari, hidup hampir tanpa cahaya dan makanan, sejauh 2 mil atau lebih dari 3 kilometer dari pintu masuk, pada kedalaman 800-1000 meter dari permukaan tanah, tanpa tahu apakah akan ada yang datang menyelamatkan mereka, ini merupakan kejadian yang luar biasa.

Dan, Alhamdulillaah…ajaibnya akhirnya mereka ditemukan dalam keadaan selamat setelah 9 hari dalam kegelapan, lengkap dengan ke 13 orang itu masih hidup. Hidup dengan kondisi seperti itu tentu bukan perkara mudah, memelihara perasaan, mengelola kepanikan dan keegoisan serta mempertahankan harapan untuk hidup jelas bukan sesuatu yang mudah bahkan bagi orang dewasa sekalipun.

Continue reading

Bangkok, Kota Budha Dengan Puluhan Masjid dan Kampung Muslimnya

Masjid Darul Aman Petchburi Soi 7 Bangkok

Oleh: Heri Akhmadi, M.A

Selamat berbahagia sahabat semua…Tulisan saya kali ini tentang “Bangkok, Kota Budha Dengan Puluhan Masjid dan Kampung Muslimnya” saya tulis ditengah kegembiraan masyarakat Thailand dan dunia akan kesuksesan misi penyelamatan 12 anak Tim Sepakbola Thailand dan seorang pelatihnya. Perkembangan berita itu yang menjadi headline di beberapa media akhir-akhir ini, ikut mengingatkan saya akan nostalgia hidup di sana. Dua tahun lebih hidup di sana, mendapat pendidikan pascasarjana di sana dan kelahiran anak pertama saya disana, tentu membuat Bangkok dan Thailand umumnya selalu mempunyai ikatan rasa jika sesuatu terjadi di sana.

Demikian juga tulisan ini, sebenarnya sudah lama saya ingin menulis topik ini, hanya saja kesibukan kampus dan lainnya membuat belum sempat menuliskannya. Padahal bahan di pikiran dan juga beberapa pertanyaan pembaca sudah sering kali mampir di email dan pikiran saya.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini saya mencoba memulainya. Ya, karena mungkin ini tidak akan selesai dalam sekali menulis. Bukan karena bahannya tidak ada, namun karena banyaknya bahan yang saya ingin berbagi dengan pembaca sekalian. Terlebih topik ini, topik yang umumnya (orang Indonesia) di awal dirasakan ketika akan ke Thailand, baik untuk tinggal lama di sana ataupun sekedar berwisata ke sana. Continue reading