Author Archives: Heri Akhmadi

About Heri Akhmadi

Heri, demikian biasa dipanggil. Lahir di Kebumen, Indonesia. Sebuah kota kecil di pesisir selatan Propinsi Jawa Tengah. Setelah menamatkan pendidikan dasarnya, pria dengan hobi berkebun dan membaca berita ini melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah di sebuah lembaga pendidikan Islam terpadu. Yang tidak hanya mengajarkan pelajaran sebagaimana sekolah lainnya tapi juga pendidikan Islam lengkap, mulai dari Tauhid, Bahasa Arab, Tafsir, Hadist, Nahwu/Shorof, Adab/Balaghoh, Siroh/Tarikh dan lainnya. Selesai dari pendidikan menengah, dia melanjutkan ke pendidikan tinggi. Ketertarikannya pada dunia bisnis, mengantarkannya untuk kuliah di Jurusan Sosial Ekonomi/Agribisnis UNSOED Purwokerto. Sebuah perguruan tinggi negeri di Kota Mendoan Banyumas. Pada tahun 2013, peraih beasiswa Asean Scholarship ini melanjutkan ketertarikannya di dunia bisnis dan ekonomi, dengan menempuh pendidikan lanjut (S2) di Faculty of Economic Chulalongkorn University Bangkok, dengan biaya dari Kerajaan Thailand. English: Heri akhmadi was born n in Kebumen, Central Jawa, Indonesia. He was raised in small farm village near the shore of Petanahan beach which is the part of Indian Ocean, on the south side of Java Island. Heri earned his bachelor degree in agricultural economics from Department of Agricultural Socio-Economics, University of Jenderal Soedirman (UNSOED), Purwokerto, Indonesia. After graduated from UNSOED, he involved in farmer economic empowerment organization namely Perhimpunan Petani Nelayan Sejahtera Indonesia (Farmers and Fishermen Welfare Association of Indonesia). In 2008 he worked with Ministry of Agriculture as a companion assistance for the PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan) program or Rural Agribusiness Development Program. In 2013 Heri earned ASEAN Scholarship from Chulalongkorn University Thailand to continue his education on graduate level in Master of Arts in Business and Managerial Economics (MABE) Faculty of Economics. While studying his master degree in MABE Program, he is also actively involved in student organization. Including Indonesian Student Association in Thailand (PERMITHA), as Coordinator of NGAJIKOK (Indonesian Muslim Student Group in Bangkok) and become a member of Junior Indonesia-Thai Chamber Association (INTCC). He was also active in several other activities organizing by Embassy of The Republic of Indonesia Bangkok such as a member of General Election and Presidential Election committee in 2014.

Tips Menulis Paper/Artikel Ilmiah Dalam Bahasa Inggris Part 3: Reporting Verb Untuk Mengutip Pendapat dan Memaparkan Hasil Penelitian

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan ini merupakan bagian ketiga/Part 3 (terakhir) dari seri artikel saya mengenai “Tips Menulis Paper/Artikel Ilmiah Dalam Bahasa Inggris”. Setelah di Part 1 (bagian pertama) saya berbicara lebih pada pengantar dan pemilihan frase yang digunakan pada tiap bagian tulisan, selanjutnya pada Part 2 lebih fokus pada pemilihan tenses atau bentuk susunan kalimat. Pada bagian akhir ini Part 3 lebih fokus pada bagaimana memilih dan menggunakan “reporting verb” dalam tulisan ilmiah.

Reporting verb banyak digunakan pada academic writing (dan juga academic speaking) saat kita mengutip pendapat/mensitasi suatu tulisan/referensi. Problemnya adalah, pekerjaan ini (mensitasi atau mengutip referensi) merupakan hal yang pasti dan banyak dilakukan dalam suatu tulisan, sehingga kadang penulis sering mengulang menggunakan istilah yang sama atau bingung menggunakan reporting verb yang mana karena saking banyaknya jumlahnya.

Hal lain yang juga kadang tidak dipahami dalam menggunakan reporting verb pada tulisan ilmiah berbahasa Inggris/academic writing adalah derajat penekanan yang membedakan satu reporting verb dangan lainnya. Misal ketika penulis ingin menyampaiakn kutipan author yang bersifat menjelaskan dengan yang bersifat meyakinkan, atau antara hasil yang sudah fix dengan yang masih dugaan. Disinilah perlunya memahami penggunaan reporting verb yang tepat (insyaAllah dibahas pada bagian akhir artikel ini).

Berikut penjelasan mengenai penggunaan reporting verbs yang merupakan modifikasi dari artikel VERBS TO INTRODUCE QUOTATIONS AND PARAPHRASES (sebagian saya copy paste, edit, tambahkan catatan dan modifikasi semampunya). Selamat membaca…

LIST REPORTING VERBS

Sebagaimana saya sampaikan sebelumnya, pengutipan pendapat atau hasil penelitian orang lain dalam tulisan ilmiah merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan atau bahkan suatu keharusan untuk menguatkan argumen atau mendukung hasil atau pendapat kita sebagai penulis. Oleh karena itu terkadang penulis kesulitan memilih atau kadang kurang pengetahuan sehingga cenderung mengulang menggunakan satu jenis reporting verb yang sama untuk beberapa kutipan.

Untuk mencega repetisi atau pengulangan, berikut saya cantumkan list/daftar reporting verbs yang umumnya digunakan. Susunan ini ditulis secara alphabetical order untuk memudahkan. Silakan cek kamus untuk detai arti/maknanya.

acknowledge deal with find maintain see
add define form negate separate
admit demonstrate focus on note show
advise deny give example object to stand for
advocate describe go on to say observe state
agree develop identify offer oppose stress
analyze disagree imply point out suggest
argue discuss include provide support
assert dispute incorporate put forward talk about
believe distinguish indicate question think
claim emphasize insist quote tend to
comment endeavour interpret refer to treat
compare examine introduce refute try to
conclude expand on judge reject use
confirm explain justify report underline
concentrate explore link represent underscore
continue express list respond view
criticize feel locate reveal write

Adapun mengenai penggunaan pada kalimat, berikut daftar reporting verb sesuai dengan derajat penekanan pada kalimatnya:

Verbs untuk menunjukkan posisi NEUTRAL:

according to comment describe note state
acknowledge define discuss point out

Verbs untuk menunjukkan the AUTHOR’S POSITION pada suatu bahasan:

argue claim emphasize recommend suggest
assert defend maintain reject support
challenge doubt put forward refute

Verbs untuk menunjukkan what the AUTHOR’S THINKING:

assume consider recognize
believe hypothesize think

Verbs untuk menunjukkan author is PROVING SOMETHING:

confirm prove validate
establish substantiate verify

Verbs untuk menunjukkan what the author DID:

analyze estimate examine investigate study
apply evaluate find observe

Verbs untuk menunjukkan slight uncertainty saat membuat suatu kesimpulan:

Pada tulisan ilmiah, penulis atau peneliti perlu SANGAT HATI-HATI saat melaporkan hasil penelitian atau membuat suatu kesimpulan dari pekerjaan yang dilakukan. Termasuk bentuk KEHATI-HATIAN adalah dalam pemilihan kata-kata atau bahasa yang digunakan untuk menunjukan realita dan pesan yang benar dan valid pada kalangan akademik.

Oleh karena itu, perlu dijelaksan derajat kepastiannya, they often need to be very clear about the level of certainty they can adopt about the conclusions and observations. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan beberapa bentuk verb atau frasa seperti berikut ini:

Modals: may, might, can, could, would, should
Verbs: seem to, appear to, believe, assume, suggest, estimate, tend to, think, indicate
Adjectives and adverbs: possible, probable, likely, unlikely, perhaps, possibly, probably

Demikian, semoga bermanfaat.
……………………………………………….

Bogowonto Train, Selasa 13 Agustus 2019. Ditulis dalam perjalanan dari Purwokerto ke Jogja diatas Kereta Api Bogowonto.

References:

  1. Siti Nurjannah. 2019. Materi Ceramah Academic Writing (catatan yang disampaikan). Fakultas Pendidikan dan Bahasa UMY
  2. Mubarak Ahmed. Verbs To Introduce Quotations And Paraphrases. METU School of Foreign Languages Academic Writing Center
  3. Fei Yu Chuang, 2017. Reporting Verbs. Warwick Univeristy accessed from https://warwick.ac.uk/fac/soc/al/globalpad/openhouse/academicenglishskills/grammar/reportingverbs/
  4. Feature image credit to http://www.mrvoip.com
Advertisements

Tips Menulis Paper/Artikel Ilmiah Dalam Bahasa Inggris Part 2: Memilih TENSES dalam Academic Writing

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Ini merupakan bagian kedua dari artikel saya mengenai “Tips Menulis Paper/Artikel Ilmiah Dalam Bahasa Inggris”. Pada tulisan sebelumnya di Part 1 (bagian pertama) lebih pada pengantar dan pemilihan frase yang digunakan pada tiap bagian tulisan, pada Part 2 ini akan lebih fokus pada pemilihan tenses atau bentuk susunan kalimat.

Ya, tenses bagi yang belajar bahasa Inggris kadang jadi “momok yang menakutkan”. Gampang-gampang susah istilahnya (sy gunakan ungkapan ini biar yang banyak gampangnya…hehe). Untuk itu saya coba menyampaikan apa yang saya dapatkan mengenai tenses ini, tentu bagian dari pembelajaran saya juga.

Penggunaan Tenses

Berbicara mengenai tenses dalam bahasa Inggris, ada setidaknya 16 bentuk tenses (mungkin ini yang kadang bikin momok…hehe). Namun demikian, menurut The Writing Center University of Carolina dalam academic writing Present simple, past simple, and present perfect verb tenses merupakan tenses yang paling sering digunakan dalam academic writing (sekitar 80%). Untuk itu, tulisan ini fokus pada pemilihan/penggunaan tenses itu.

Adapun mengenai pada bagian apa digunakan di tubuh tulisan, pada umumnya paper menggunakan:

  1. Simple present tense (paling banyak)
  2. Simple past tense (methodology)
  3. Present prefect tense
  4. Future tense (sedikit, biasanya di akhir)

Berikut penjelasan dari masing-masing tenses yang merupakan modifikasi dari artikel “The Three Common Tenses Used in Academic Writing” dari The University Writing Center George Mason University (sebagian saya copy paste, tambahkan catatan dan modifikasi dari references no.3 (anonym) .

PRESENT SIMPLE TENSE

The present simple tense is the basic tense of most academic writing. Specifically, the present simple is used:

  • To “frame” your paper. In your introduction, the present simple tense describes what we already know about the topic; in the conclusion, it says what we now know about the topic and what further research is still needed.
  • To make general statements, conclusions, or interpretations about previous research or data, focusing on what is known now (The data suggest… The research shows…).
  • To cite a previous study or finding without mentioning the researcher in the sentence:

“The dinoflagellate’s TFVCs require an unidentified substance in fresh fish excreta” (Penrose and Katz, 330).

  • To introduce evidence or support:

“There is evidence that…”

PAST SIMPLE TENSE

Past simple tense is used for two main functions in most academic fields:

  1. To introduce other people’s research into your text when you are describing a specific study, usually carried out by named researcher. The research often provides an example that supports a general statement or a finding in your research.
  • …customers obviously want to be treated at least as well on fishing vessels as they are by other recreation businesses. [General claim]
  • De Young (1987) found the quality of service to be more important than catching fish in attracting repeat customers. [Specific supporting evidence]  
  1. To describe the methods and data of your completed experiment/research.
  • We conducted a secondary data analysis…
  • Statistical tests and t-student test were used for statistical analysis.
  • The control group of students took the course previously…
  • The researcher distributed questionnaires to 100 respondents, and ……..
  • Interview was conducted to collect data.
    The data were analyzed using T-test.
  • The 15,562 students who identified themselves as smokers were included in this study.

PRESENT PERFECT TENSE

The present perfect is mostly used for referring to previous research in the field or to your own previous findings. Since the present perfect is a present tense, it implies that the result is still true and relevant today.

The subject of active present perfect verbs is often general: “Researchers have found,” “Studies have suggested.”

Look at the following examples:

Some studies have shown that girls have significantly higher fears than boys after trauma (Pfefferbaum et al., 1999; Pine &; Cohen, 2002; Shaw, 2003). Other studies have found no gender differences (Rahav and Ronen, 1994). (Psychology)

A new topic can be introduced with this structure:

There have been several investigations into…

The present perfect forms a connection between the past (previous research) and the present (your study). So, you say what has been found and then how you will contribute to the field. This is also useful when you want to point out a gap in the existing research.

Penggunaan present perfect juga sebagai jembatan dari past tense ke present. Menggunakan present perfect maka subjek yang disampaikan “must to be true”, sudah terbukti benar.

  • Penggunaan passive past tense, jadi lebih fokus pada konten dari pada pada peneliti.
  • Akan terhindar dari penyebutan “the researcher…”

More recently, advances have been made using computational hydrodynamics to study the evolution of SNRs in multidimensions…

However, a similar problem exists in the study of SNR dynamics. [gap] (Astrophysics)

The passive voice is common in the present perfect tense to describe previous findings without referring directly to the original paper: “…has been studied; it has been observed that…” You should usually provide citations in parentheses or a footnote.

You can also use the present perfect tense to tell the history of your idea (what “has created” it?), describe the results of your research (“we have developed a new…”), or to draw conclusions (“this has led us to conclude that…”).

Demikian, semoga bermanfaat.

……………………………………………….

Bogowonto Train, Selasa 13 Agustus 2019. Ditulis dalam perjalanan dari Purwokerto ke Jogja diatas Kereta Api Bogowonto.

References:

  1. The Writing Center of University of Carolina. VERB TENSES. Accessed from: https://writingcenter.unc.edu/tips-and-tools/verb-tenses/
  2. “The Three Common Tenses Used in Academic Writing” dari The University Writing Center George Mason University
  3. Anonym. TENSES FOR ACADEMIC WRITING. Modified from: https://writingcenter.unc.edu/verb-tenses/
  4. Siti Nurjannah. 2019. Materi Ceramah Academic Writing (catatan yang disampaikan). Fakultas Pendidikan dan Bahasa UMY
  5. Feature image credit to iamdeewallace.com

Tips Menulis Paper/Artikel Ilmiah Dalam Bahasa Inggris, PART 1: Useful Phrases for Academic Writing From Introduction to Conclusion

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang Menulis Proposal Riset Yang Menarik – How to Write a GOOD and APPEALING Research Proposal kali ini saya lengkapi dengan bahasan tentang bagaimana menulis paper dalam bahasa Inggris.Tentu bisa juga digunakan untuk penulisan proposal riset, karena intinya adalah bagaimana menulis ilmiah menggunakan bahasa Inggris, dan proposal merupakan atau bahkan sangat perlu untuk memperhatikan istilah, kaidah yang benar dalam penulisan ilmiah, khususnya bahasa Inggris

Menulis artikel/paper berbahasa Inggris merupakan suatu keniscayaan – kalau tidak mau dianggap – sebagai suatu kewajiban bagi mahasiswa, dosen dan peneliti saat ini. Terlebih untuk yang kuliah di luar negeri. Bukan sekedar karena mengejar paper masuk SCOPUS atau Web of Science (salah satu indexing jurnal terkenal), namun sebagai upaya agar hasil penelitian yang dilakukan bisa dibaca dan dimanfaatkan oleh semua orang, di seluruh dunia. Sehingga kemanfaatan dari suatu penelitian akan lebih banyak yang merasakan.

Tulisan ini merupakan “oleh-oleh” dari kegiatan “Faculty Science Camp” yang dilaksanakan LP3M UMY di Fakultas Pertanian pada hari Kamis, 11 Juli 2019. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemampuan penulisan ilmiah tertama dalam bahasa Inggris bagi dosen/peneliti UMY, khususnya dosen Fakultas Pertanian tempat saya mengabdi.

Fokus pada tulisan ini adalah pada penggunaan bahasa Inggrisnya, jadi bagaimana menulis hasil penelitian menggunakan bahasa Inggris ilmiah. Mengenai tips penulisan konten paper, itu hal lainnya. Jadi disini penekanannya adalah bagaimana menggunakan bahasa Inggris ilmiah yang tepat untuk menulis paper ilmiah. Maklum, karena bahasa Inggris bukan bahasa ibu dan bukan bahasa resmi sehari-hari orang Indonesia, terkadang pengaruh tata bahasa Indonesia masih sangat berasa di tulisan-tulisan orang Indonesia (Indonesian English atau Javanese English and even Ngapak English…hehehe).

Ada 3 bagian tulisan mengenai topik ini (Part 1, Part 2 dan Part 3), mulai dari pendahuluan (yaitu di postingan ini/Part 1) yang berisi mengenai dasar-dasar bagian suatu artikel ilmiah beserta frasa/ungkapan bahasa Inggris yang umumnya dipakai di artikel ilmiah. Misalnya bagaimana menuliskan kalimat pembuka untuk bagian “Introduction“, atau kalimat yang digunakan untuk mengungkapkan bagian “methodology” secara detail disertai contohnya. Part 2 lebih pada bagaimana memilih tenses yang digunakan pada tulisan ilmiah. Ya, tenses kadang menjadi momok bagi yang sedang belajar Bahas Inggris, maklum ada setidaknya 16 tenses. Namun apa semua harus dikuasai untuk menulis paper?…silakan baca detailnya di Part 2. Sedangkan Part 3 atau terakhir khusus berbicara tentang “reporting verb”, ini juga salah satu yang perlu sekali dipahami saat menulis dalam bahasa Inggris. Misal literature review atau pembahasan dimana perlu mengutip tulisan orang lain yang kadang jumlah artikelnya sangat banyak sehingga terjadi pengulangan kata seperti:

“X states that….”, “Y says that….”, or “It is said that….”

Disclaimer: tulisan ini merupakan hasil catatan saya dan sebagian copy materi dari pembicara (info pembicara lihat references). Saya tuliskan di sini bukan berarti saya sudah mahir menulis paper berbahasa Inggris, saya juga masih dalam tahap belajar (Tolong jangan baca paper saya ya, jadi malu kalau ada yg baca paper berbahasa Inggris saya…langsung sitasi sj…hehehe).

Oke, kita lanjut ke inti dari artikel ini saja. Sebelumnya saya akan membahas tulisan ini bertahap sesuai tahapan dalam penulisan paper. Mulai dari abstract, introduction, method, result and discussion and conclusion (umumnya sistematika paper).

ABSTRACT

Abstract merupakan pengantar dan sekaligus “inti” dari suatu tulisan ilmiah. Dari abstrak kita bisa tahu apa sebenarnya keseluruah paper itu berbicara. Setidaknya ada 4 poin penting dalam abstrak:

  1. Goals/aims/purposes (reasearch questions)
  2. Methodology
  3. Results
  4. Conclusion

Keywords
Di akhir abstrak umumnya dituliskan keywords/kata kunci dari paper/abstrak tersebut. Keyword ini adalah “inti dari inti” (pinjam isitilah Pak Dul…hehe) dari suatu paper. Jadi kalau abstrak itu inti dari paper, kalau inti itu “diperas lagi” menjadi keywords. Ada juga yang berpendapat bahwa keywords berfungsi untuk membantu pada pencarian di mesin pencari/search engine. Sehingga kalau orang mau mencari paper kita di internet, kata kunci apa yang digunakan. Setidaknya ada 3 hal penting yang menentukan suatu kata masul list keywords paper, yaitu :

  • Merupakan variable significant in researchs
  • Terdiri antara 3-6 keywords
  • Untuk frasa (rangkaian istilah lebih dari satu kata) tidak masalah, selagi itu adalah istilah.

Present or Past tense?

Salah satu hal yang kadang ditanyakan pada penulisan abstrak adalah penggunaan bentuk Present atau Past tense. Mengenai hal ini, BOTH ACCEPTED, alias keduanya bisa digunakan pada penulisan abstrak.

Contoh penggunaan tenses dalam abstrac (Nurjannah, 2018)

Contoh Abstract:

Adolescent Smokers’ Perceived Risk of Cigarette Use

Little is known about risk perceptions of adolescents already engaged in risk behaviors. This study aims to  quantify adolescent smokers’ perceived risk of smoking and to explore the association of demographic and  social characteristics with this perceived risk. Data were obtained from the 2007 Minnesota Student Survey,  administered to a total of 136,549 students in grades 6, 9, and 12. The 15,562 students who identified  themselves as smokers were included in this study. The association between perceived risk of smoking and  demographic and social characteristics was explored through bivariate and multivariate analyses. Among all  smokers, 10.0% perceived no risk, 14.8% perceived slight risk, 29.3% perceived moderate risk, and 45.9%  perceived high risk of smoking. Perceptions of smoking risk varied significantly across demographic and  social groups in bivariate and multivariate analyses. Holding lower perceptions of smoking risk was associated with being younger, male, African American, receiving free or reduced-price lunch, having a lower GPA, more frequent cigarette use, friends’ approval of smoking, and lack of information about drugs and alcohol. Sources of drug information associated with higher perceived risk of smoking were friends/peers, school, and media. Adolescent smokers’ perceived risk of smoking varied from no to high risk. Variations in smoking risk perception across demographic and social groups point to potential targets for smoking education as well as strategies likely to increase the effectiveness of smoking education.

INTRODUCTION

Introduction sesuai namanya adalah bagian pendahuluan atau awal suatu tulisan. Setelah menulis abstrak, maka bagian inilah yang mengawali suatu paper. Umumnya berisi hal-hal berikut:

  1. General introduction
  2. Problem definition
  3. Gaps in the literature
  4. Research questions
  5. Aims & objectives
  6. Significance and advantages of paper

Useful Phrases for GENERAL INTRODUCTION

Berikut ini beberapa frase atau kalimat dalam bahasa Inggris yang bisa digunakan untuk mengawali atau menulis dalam introduction:

  • Research on __ has a long tradition
  • For decades, one of the most popular ideas in __ literature is the idea that____
  • Recent theoretical developments have revealed that __
  • A common strategy used to study __ is to __
  • This research constitutes a relatively new area which has emerged  from __
  • These approaches have been influential in the field because of __
  • In the past several decades, __ have played an important  role in __
  • There are growing appeals for __
  • This is the field of study that deals with __
  • Most of the theories of __ are however focused on explaining __

Useful Phrases for PROBLEM DEFINITION

  • A challenging problem which arises in this domain is __
  • These problems are difficult to handle __
  • This is typically a complex problem __
  • A well-known problem with __  is that it does not take into account the __
  • One of the problems is that it considers only the __
  • The key problem with this technique is __
  • This appears as a more straightforward problem compared to the __
  • This turns out to be even more problematic because __
  • The problem with such an implementation is that __
  • This poses some problems when carrying out the __
  • This problem  has attracted more attention in the field of __

Useful Phrases for LITERATURE GAPS

  • There is no previous research using __ approach.
  • As far as we know, no previous research has investigated __
  • There has been less previous evidence for __
  • Other studies have failed to __
  • To our knowledge, no study has yielded __
  • No study to date has examined __
  • Only a few studies have shown __
  • However, __ has rarely been studied directly.
  • Moreover, few studies have focused on __
  • In particular no study, to our knowledge, has considered __

Useful Phrases for PROBLEM SOLUTION

  • There are many alternative methods available for solving these problems.
  • In order to rectify the problem of __
  • A solution to this problem is proposed in __
  • One approach to solve this problem involves the use of __
  • A number of works have shown that this problem can be overcome by using __
  • A large number of alternative approaches have been developed over the last few decades to
  • To overcome this problem, in the next section we demonstrate __
  • One way to overcome this problem is to __
  • To overcome this problem, some approaches have been made __
  • One way of recovering from this problem could be to __
  • This has been proposed to surmount the problems caused by __
  • A different approach to the traditional problem is given in __
  • A whole range of different approaches to the problem are available.
  • These techniques have potential to solve contemporary problems in __

AIMS or OBJECTIVES

Berikut ini frase yang sering digunakan untuk mengungkapkan tujuan dari penelitian

  • The aim of the experiment is to compare __
  • Our research aims at finding a solution for this challenging problem of  __
  • There is no overall goal, apart from __
  • We examine some previous work and propose a new method for __
  • There are too many simultaneous goals making it difficult to __
  • One of the major aims of this work was to create __
  • The main objective is to investigate methods for improving __
  • The objectives can be restated in the light of __
  • The objective is to devise and implement a system for __
  • The objectives were partially met by developing a method to __
  • The objective is to demonstrate the feasibility of __
  • One of the objectives is to improve the __

METHODOLOGY

Methodologi umumnya merupakan suatu bagian dari tulisan/paper/artikel yang:

  1. Explain the study design (survey, interview, focus groups, etc.)
  2. Explain procedures for data collection (primary or secondary) and include how and why you chose the data source
  3. Identify the study population (ex: age, gender, and other characteristics) & give rationale
  4. Explain the analytical methods used.
  5. Explain why the analyses you carried out were appropriate for your study design.

Useful Phrases for Describing what was done and how it was done:

  • We started by investigating …..
  • We designed a new technique for ……
  • We used a new approach.
  • These experiments were carried out to find out …..
  • In order to verify the validity of the ….. method, we carried out several experiments.
  • All the tests/measurements were carried out at room temperature.
  • The (signals) were measured before and after …..
  • To illustrate ….., a simulation was performed.
  • The ….. analysis was performed in order to ….. We checked for the presence of …..
  • The increase in ….. was not caused by/was not due to a decrease in ……
  • The (optimized condition) was obtained from ….

Useful Phrases for Data Collection:

  • There were __ participants in this sample.
  • Participants first provided informed consent about __
  • We performed additional data collection with __
  • For this study, we analyzed the data collected from __
  • Data were collected and maintained by __
  • For this purpose, the researcher employed survey data collected from __
  • The analyzed data included: __
  • The procedures of handling the data followed the suggestions of __
  • Subsequently, __ were then used to elicit further data.
  • Survey data were collected from __
  • The sample was heterogeneous with respect to __
  • The sample size in this study was not considered large enough for__
  • The sample of respondents included __

RESULT

Result of the research commonly:

  1. Presents the clear, concise, and comprehensive answer to your research question
  2. Presents any other findings that are meaningful and very aligned to your research  question
  3. Uses text, tables, and graphs
  4. Tries not to repeat information in your text that is shown in your tables and figures; instead summarizes the findings from each table and figure.
  5. Does not include tables listing each participant and their data points – that is your  database, not your results!

Useful Phrases for Writing Result:

  • From the short review above, key findings emerge: __
  • This is an important finding in the understanding of the __
  • A further novel finding is that __
  • Together, the present findings confirm __
  • The results demonstrate two things.  First, __. Second,  __
  • The results of the experiment found clear support for the __
  • This analysis found evidence for __
  • Planned comparisons revealed that __
  • Our results casts a new light on __
  • This section summarizes the findings and contributions made.
  • This gives clearly better results than __
  • From the results, it is clear that __

Useful Phrases for Describing Charts, Figures, and Graphs:

  • Fig. 2 shows/presents/depicts/outlines/illustrates/represents …..
  • Fig. 3 gives an example of …..
  • Such cases are depicted in the following figures.
  • This is illustrated in Fig. 5.
  •  ….. is/are shown/given in Figs. 3 and 4.
  •  ….. can be found in Fig. 8.
  • As can be seen from Figs. 5 and 3, …..
  •  As shown in Fig. 1, …..
  • As follows from the figures shown above, …..
  • From this figure it can be seen that …..
  • For the resulting plot, see Fig. 2.
  • Table II summarizes …..
  • The graph/diagram suggests/indicates that …..

DISCUSSION

Sedikit berbeda dengan resul, pada discussion umumnya berisi:

  1. Describes how your results fit or do not fit with previous research studies
  2. Emphasizes the new and important aspects of your project, and the conclusions
  3. Describes the meaning and implications of your results. Provide sufficient detail to support your interpretation.
  4. Discusses the strengths and limitations of the study (ex: sample size)
  5. Explains how your conclusions could lead to follow-up research
  6. Outlines any unanswered questions related to the project and explain how those could be addressed in a subsequent study
  7. Discusses ways in which you might improve upon or modify the study to move the results forward

Useful Phrases for Writing Comparison with Prior Studies:

  • These results go beyond previous reports, showing that __
  • In line with previous studies __
  • This result ties well with previous studies wherein __
  • Contrary to the findings of __ we did not find __
  • They have demonstrated that __
  • Others have shown that __ improves __
  • By comparing the results from __, we hope to determine __
  • However, in line with the ideas of __, it can be concluded that __
  • When comparing our results to those of older studies, it must be pointed out that __
  • We have verified that using __ produces similar results
  • Overall these findings are in accordance with findings reported by __

Useful Phrases for Writing Limitation of the work:

  • Because of the lack of __ we decided to not investigate __
  • One concern about the findings of __ was that __
  • Because of this potential limitation, we treat __
  • The limitations of the present studies naturally include __
  • Regarding the limitations of __, it could be argued that __
  • Another limitation of this __
  • This limitation is apparent in many __
  • Another limitation in __ involves the issue of __
  • The main limitation is the lack of __
  • One limitation is found in this case.
  • One limitation of these methods however is that they __
  • It presents some limitations such as __

Demikian, semoga bermanfaat.

Senja Utama Train, Jumat 09 Agustus 2019. Ditulis di dalam Kereta “Senja Utama Yogya” pada perjalanan dari Yogyakarta ke Purwokerto.

References:

  1. Siti Nurjannah. 2019. AN INTRODUCTION TO RESEARCH ARTICLE WRITING. Fakultas Pendidikan dan Bahasa UMY
  2. Wordvice. 2019. Which Tense Should Be Used in Abstracts: Past or Present?
  3. Morley, John. 2014. Academic Phrasebank retrieved from http://www.kfs.edu.eg/com/pdf/2082015294739.pdf
  4. Ref n Write. 2017. Academic Phrases for Writing Results & Discussion Sections of a Research Paper
  5. Feature image credit to scienceforstudent.org

Menulis Proposal Riset Yang Menarik – How to Write a GOOD and APPEALING Research Proposal

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan saya kali ini merupakan materi yang saya dapatkan dalam acara workshop tentang persiapan kuliah ke luar negeri dimana salah satu pembicaranya adalah Profesor John Pariwono dari KEMENRISTEKDIKTI (beliau juga reviewer dan tim seleksi beasiswa DIKTI). Saya tulis disini selain sebagai catatan saya juga semoga bisa berbagi dengan semua yang berencana kuliah ke luar negeri. Jadi tulisan ini merupakan catatan saya, bukan karena saya sudah bisa membuat proposal riset yang baik, tetapi merupakan bagian catatan belajar saya dalam membuat proposal riset yang menarik. Dan karena ini saya tulis sambil mendengarkan penyampaian materi, maka ada beberapa catatan yang mungkin tidak lengkap (antara nulis dan dengerin ceramah…hehe). InsyaAllah di lain kesempatan akan saya lengkapi.

Sebagai pembuka, perlu digaris bahawi bahwa riset proposal harus dipersiapkan jauh-jauh hari agar “GOOD” and “APPEALING“, bagus dan menarik. Itulah dua hal penting dari pembahasan ini.

What is research proposal?

Riset proposal adalah kerangka dari ide penelitian kita, the skeleton of idea. What is idea? Ide salah satunya bisa didefinisikan sebagai sesuatu yang belum dipikirkan oleh orang lain. Lantas ide apa yang bisa diajukan untuk proposal?, kalau proposal riset itu untuk studi S3 tentu ide yang hanya bisa dilakukan oleh mahasiswa S3, kalau ide itu bisa dilakukan oleh mahasiswa S1 maka ide itu tidak “APPEAL” untuk menjadi riset proposal S3.

Sekedar gambaran, untuk membedakan tingkatan riset S1, S2 dan S3 bisa dlihat dari:

  • S1: MENDESKRIPSIKAN secara sistematis tentang suatu keilmuan/peristiwa terjadi yang ada
  • S2: Mendiskripsikan dan juga bisa MENGATAKAN KENAPA ITU TERJADI
  • S3: Mendiskripsikan dan menyampaikan alasan kenapa terjadi dan menyampaikan SESUATU YANG BARU yang belum ada sebelumnya.

Ide itu harus betul-betul dikaji, karena kalau salah merancang ide maka akan salah juga hasilnya. Contoh gambar kerangka anjing salah kepala orang.

A GOOD Phd Research Proposal

A good research proposal start with:

  1. a GOOD Research questions or
  2. a GOOD analytical question

A good research proposal CONTAIN:

  1. A CLEAR research questions
  2. Highlight it ORIGINALITY and/or significance
  3. Explanation how it adds to/develop existing literature in the field
  4. Persuasion to potential supervisors of the importance

Intinya riset proposal yang GOOD adalah adanya KONTRIBUSI keilmuan yang baru, meski hanya sedikit.

STRUCTURE

Secara umum, proposal riset terdiri setidaknya beberapa aspek:

  1. Name of Author (nama di depan setelah judul)
  2. Title
  3. Abstract
  4. Background
  5. Objectives
  6. Research Question/Hyphothesis
  7. Methodology
  8. Expected Result
  9. Time Frame
  10. References

TITLE

The most important part of a research/paper
Jangan ada singkatan, karena belum tentu pembacanya ada dibidang yang sama
Maksimal 16 kata (biasanya di jurnal -jurnal terindeks)

Title does matter : contoh kesalahan judul buku di Hong Kong

A good research title:

Predict
Differentiate the paper with other

ABSTRACT

Abstract is not summary of the research but a RESUME of basic issue of the proposal.

INTRODUCTION

  • Explanation of why choosing to research problem A or issue B
  • Demonstrate the author
  • Menggambarkan kemampuan penulis pada bidang yang diteliti
  • Kalau bisa mensitasi paper sendiri (jurnal), untuk menunjukkan penulis berpengalaman pada bidang yang ditulis.

A good introduction

  • The first paragraph must be catchy, interesting and interesting and motivating the reader
  • Should also higl
  • Topik bisa bertahan dalam 3 tahun ke depan, karena kalau dalam 3 tahun ada yang sudah menjawab research question maka sudah tamat topiknya.

AIMS and OBJECTIVES

Objectives is the breakdown of the aims (Aim lebih umum lalu dipecah menjadi beberapa komponen objectives). Menurut Kevin Lyons

  1. Briefly and concisely
  2. Logical sequence
  3. Realistic, can be achieved whithin expected time frame (ex: berapa suhu api neraka)
  4. Static, not a moving target

Intinya objective harus mengerucut, tiap poin satu target.

LITERATURE REVIEW

Intinya adalah sejauh mana peneliti memahami perkembangan topik yang sedang diteliti. Untuk penelitian S3 literature yang disitasi adalah yang terbaru, kalau ada benar-benar terbaru. Misal sekarang 2019 maka setidaknya ada minimal satu yang berasal dari 2019, dan tahun berikutnya.

METHODOLOGY

Work plan menjadi penting bahwa riset ini bisa dilaksanakan dalam waktu tertentu.

How to make research proposal APPEALING

  • Identify the reader
  • Write the proposal as simple as possible
  • Keep it shor a

To be continued…insyaAllah.

References

  • Pariwono, John. 2019. How to write a good and appealing research proposal. Materi ceramah pada workshop persiapan studi dalam akselerasi karir dosen.
  • Feature image credit to sciencenordic.com

Jogja, Sabtu 20 Juli 2019.

HOT NEWS 2019 !!!…Beasiswa Kuliah 1 Semester di Chulalongkorn University Untuk Mahasiswa S1/S2/S3, Dosen/Peneliti dan Tenaga Kependidikan

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Sore ini ada notifikasi di laman Facebook saya (FB. Heri Akhmadi) yang masuk melalui Grup Facebook “CU-ASEAN Scholarship Alumni”. Notifikasi itu berkaitan dengan informasi yang diposting oleh Ms.Nangfha Valentine, atau dikenal oleh para grantee ASEAN Scholarship sebagai “Pi Ting” yang juga sebagai admin dari grup ini. Beliau adalah Person in Charge (PIC) beasiswa ASEAN di almamater saya Chulalongkorn University Thailand. Jadi hampir semua penerima beasiswa ASEAN di Chula pasti kenal dengan beliau.

Lantas apa yang Pi Ting posting?…tidak lain adalah apa yang menjadi topik dari tulisan saya kali ini. Yaitu mengenai pembukaan beasiswa studi satu semester di Chulalongkorn University Thailand atau dalam versi resminya bernama “Chulalongkorn University’s One-Semester Scholarship Programme for ASEAN or Non-ASEAN Countries”.

Posting di FB Group Alumni ASEAN Scholarship

Pada dasarnya beasiswa kuliah satu semester atau kita dulu mengenalnya sebagai “beasiswa exchange study” ini bukan hal yang baru, dulu sewaktu saya kuliah (2013-2015) juga ada teman-teman mahasiswa Indonesia yang kuliah satu semester di Chula. Namun yang membedakan pada tahun ini adalah, beasiswa ini terbuka untuk mahasiswa dari semua jenjang S1/S2/S3 bahkan bagi dosen/peneliti dan tenaga kependidikan. Jadi peluang ini terbuka untuk semua mahasiswa termasuk dosennya dan staf akademik di kampus.

Detail Beasiswa

Lantas apa bagaimana dengan detail beasiswanya?…secara detail tercantum pada lampiran file yang diposting oleh Pi Ting. Berikut ini detail beasiswa, mulai dari fasilitas, biaya yang ditangguang dan juga persyaratan serta deadline aplikasinya. Termasuk juga formulir pendaftaran dan berkas yang perlu disiapkan. Disini sengaja saya copy paste versi aslinya (berbahasa Inggris), sehingga saya tidak menambahkan penafsiran ataupun terjemahan. Silakan bisa dipahami masing-masing pembaca (versi original LENGKAP bisa didownload pada file di akhir tulisan ini).

Term of the Scholarships:

The home university must permit its students to spend one whole semester in the programme, but not more than 4 months, at Chulalongkorn University.

Provisions of the Scholarships:

The scholarships will cover the following:

  1. An economy class, round-trip ticket, as actually paid. It should also be noted that, (1# For students from ASEAN, the airfare of each leg of the trip must not exceed 8,500 Baht;  2# For students from Asian countries, the airfare of each leg of the trip must not exceed 12,000 Baht; 3# For students from Europe, Australia and New Zealand as well as Africa, the airfare ofeach leg must not exceed 20,000 Baht; 4# For students from North and South America, the airfare of each leg must not exceed 30,000 Baht.Students are required to pay for their tickets and this amount will be reimbursed upon their arrival at Chulalongkorn University.
  2. A monthly stipend and accommodation in the amount of 16,000 Baht
  3. Tuition fees (Fees/special fees charged by the Faculty or the Programme of the student choice are excluded.  Advanced arrangement between the students and the Faculty/Programme is needed).

Eligibility of Applicants:

  1. Applicants must be undergraduate students who are studying for a Bachelor’s degree, or graduate students in the Master’s degree/Doctoral degree programmes, faculty members, researchers or academic staff.
  2. Once having been granted with the scholarships, the applicants are required to enroll, at Chulalongkorn University, for 12 credits for the undergraduates and 6 credits for the graduates. The subjects the applicants enroll on should correspond to their Major or Minor.
  3. Applicants must have a good command of English.
  4. Applicants must be in good health.

For further information about all programmes offered by Chulalongkorn University, please visit http://www.academic.chula.ac.th/search/search.asp For all international programmes, please visit http://www.inter.chula.ac.th/inter/internationalstudents/InterProgramList.html

Documents Required for Application:

  1. A completed application form with a 1-inch photograph attached,
  2. A nomination letter from the home institution,
  3. An official academic transcript, issued by the institution the applicant is currently attending),
  4. A photocopy of the applicant’s passport

Application Procedures and Period:

  1. Applicants must send the completed application form and relevant documents directly to the Faculty/Programme of their choice.  The Office of Academic Affairs will not accept direct applications from applicants.
  2. Applicants must be screened and accepted by the Faculty/Programme of their choice before their names are forwarded the Office of Academic Affairs, Chulalongkorn University. All relevant application documents which have been screened by the Faculty/Programme must arrive at the Office of Academic Affairs no later than October 31, 2019.

It should be noted that each Faculty/Programme sets its own application deadline and selection schedule of the applicants. Applicants should send their application form and relevant documents to the  Faculty/Program of their choice at least 2 weeks prior to the deadline set by the University’s Office of  Academic Affairs.

Application Form:

The application form for “The One- Semester Scholarship Programme for ASEAN or Non-ASEAN Countries” can be downloaded from: www.academic.chula.ac.th

Conditions of Scholarships:

  1. The scholarship period cannot be extended.
  2. The recipients are not permitted to accept any employment in Thailand during the term of their scholarships.
  3. The recipients are not permitted to postpone a period of the scholarship acceptance as proposed by Chulalongkorn University.
  4. The recipients must residence in Thailand during the scholarship period

In case of the scholarship recipient whishes to leave Thailand during the semester, he/she has to inform the University of his/her departure through the Advisor where he/she is studying and the advisor must give assurance that his/her absence will not interrupt his/her studies. Once the request is approved by the University, the scholarship recipient will be able to depart. In this regard, the University will not be responsible for the airfare. If his/her absence is more than 10 days, he/she will not be entitled to the living allowance for the month (s) of his/her absence.

Health insurance :

Chulalongkorn University has a health service center facility. However, foreign students must have comprehensive health insurance policy to cover medical services in case of serious  illness requiring hospitalization.  If not, all medical expenses incurred will be borne by recipients.

Suspension and termination of  scholarships :

These scholarships will be suspended or terminated for the following reasons:

  1. Serious illness of recipients. The recipient is deemed to be seriously ill and not physically fit to carry on with his/her studies.
  1. Absence of recipients. Student departs Thailand for over 10 days without the consent of his/her academic Advisor and approved by the University

Download Files:

Announcement of One Semester ASEAN and Non ASEAN Scholarship 2019

Application Form One Semester ASEAN and NON ASEAN Scholarship 2019

———————————————————-end—————————————————————————————

Demikian, semoga bermanfaat.

Jogja, 11 Juli 2019.

Berkunjung dan Mengenal Hankyong National University, Korea

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Pada pertengahan April 2019 saya berkesempatan ke Korea Selatan, tepatnya di Hankyong National University (HKNU) dalam rangkaian acara yang diberi nama “Joint Workshop/Seminar Indonesia-Korea” antara Program Studi Agribisnis UMY dan Fakultas Pertanian Hankyong National University. Acara ini merupakan follow up dari kegiatan FANRes International Conference yang sebelumnya di laksanakan di UMY pada September 2018, dimana salah satu pembicaranya adalah Dekan Fakultas Pertanian Hankyong National University Profesor Seong Guh Hwang.

Di Gerbang Depang Hankyong National University

Hankyong National University (HKNU) merupakan perguruan negeri tinggi satu-satunya di Propinsi Gyeonggi dan tepatnya terletak di Kota Anseong, kota yang terletak kurang lebih 80 kilometer dari Seoul. Terletak di luar kota besar Seoul membuat suasana kampus dan sekitarnya sangat nyaman untuk kuliah. Didukung fasilitas kampus yang lengkap dengan kualitas di negara maju sangat mendukung kegiatan belajar.

Kampus negeri ini terkenal untuk kajian teknologi, pertanian (agroteknologi), bioteknologi, teknologi informasi dan juga ilmu komputer. Dosen dan pengelolanya rata-rata lulusan luar negeri tentu dengan pengalaman dan kemampuan bahasa Internasional yang memadai.

Sementara itu yang bisa saya ceritakan, berikut ini beberapa dokumentasi yang bida dilihat sebagai gambaran tentan kampus ini:

Lapangan tengah kampus HKNU

Gedung Perkuliahan

Aula Pertemuan/Seminar

Suasanan di Dalam Komplek Kampus

Perpustakaan, bebas tidur bahkah disediain kasur…hehe

Disamping Campus Map

Samping Pintu Gerbang

Demikian, sementara catatan perjalanan ke HKNU. Semoga ada kesempatan menulis beberapa catatan lain dari kegiatan di sana. InsyaAllah.

Kecerdasan Literasi di Era Informasi: Cara Cerdas Menyikapi Fenomena Sosial Media

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Menyusul terjadinya ricuh demonstrasi di Bawaslu dalam Aksi 22 Mei (22 Mei 2019), pemerintah dalam hal ini Menteri Komunikasi dan Informatika berdasarkan arahan dari Menteri Kordinator Bidang Politik dan Keamanan akhirnya mendown layanan sosial media WhatsApp, Instagram dan Facebook. Dengan alasan untuk mencegah tersebarnya berita hoax dari kegiatan aksi yang berujung ricuh tersebut.

Saya sendiri kurang setuju sebenarnya dengan penutupan layanan sosmed ini, karena ini terkesan pemerintah ingin membatasi informasi. Sementara dengan oligarki politik dan ekonomi saat ini, dimana media mainstream hampir semuanya “dikuasai” pemerintah, sosial media merupakan saluran warga untuk mendapatkan media pembanding. Meskipun demikian saya memahami dampak yang mengancam dari sosial media bagi kita semua.

Sosial media memang menjadi kekuatan yang luar biasa saat ini. Dengan pengguna lebih dari separo penduduk Indonesia (data lembaga riset we are sosial sebesar 56%), tentu menjadi kekuatan yang luar biasa. Sudah terbukti di beberapa negara seperti Mesir, Sudan dll, sosial media berpengaruh pada gerakan sosial yang besar yang bahkan bisa menumbangkan sebuah pemerintahan. Wajar saja kalau pemerintah membatasi, meski juga ada hal lainnya yang juga menjadi perhatian.

Indonesia Digital 2019

Adalah “Algoritma Sosial Media” atau ada yang menyebut dengan “Filter Buble” dari sosial media yang membuat pengguna sosmed perlu hati-hati dalam menggunakan aplikasi ini. Dalam sejarahnya Algoritma atau Algorism (diambil dari nama penemunya, ilmuwan matematika Islam Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khwarizmi (780-850 masehi) pada dasarnya hanyalah cara/langkah-langkah menyelesaikan untuk menyelesaikan masalah.

Adapun algoritma sosial media sendiri secara ringkas dipahami sebagai mekanisme dari sosial media untuk menampilkan atau menyuguhkan informasi, updates, dan apa saja yang tampil di akun medias sosial seseorang sesuai dengan karakteristik, profil, kesukaan dan hal lainnya dari pengguna tersebut. Oleh karena itu, sebagai contoh bisa jadi sesuatu yang sedang trending yang tampil pada akun sosial media seseorang sangat jauh berbeda dengan orang lain pada saat yang sama.

Hal ini artinya, seorang pendukung satu aliran cenderung akan menerima informasi sesuai dengan alirannya. Seorang yang menyukai hal tertentu cenderung akan mendapatkan informasi tentang hal tersebut. Tentu hal ini akan menciptakan satu dunia sendiri yang bisa jadi berbeda dengan dunia orang lain

Hal lainnya adalah munculnya berita hoax. Berita hoax pada dasarnya bukan hal yang baru, namun dengan sosial media bisa semakin berbahaya. Kenapa?, di sosial media kita mendapatkan berita dari orang yang kita kenal (berteman dll), oleh karena itu ketika mereka menyebar berita cenderung kita mempercayainya karena yang bawa berita orang yang kita kenal. Bahkan terkadang berita yang sampai tidak kita kroscek, atua sekedar dibaca kontennya. Hanya judulnya saja namun sudah mengambil kesimpulan.

Tulisan saya ini pada dasarnya materi khutbah saya yang pernah saya sampaikan di Masjid Al Amin, Godekan Tamantirto Kasihan Bantul Yogyakarta. Saya sedikit beri tambahan pengantar sesuai kondisi saat ini.

Selamat membaca

Perkembangan teknologi informasi memang telah memudahkan manusia dalam berkomunikasi. Namun, seperti pisau bermata dua selalu ada positif dan negatifnya. Diantara dampak negatifnya adalah banyaknya informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya yang pada akhirnya bisa menimbulkan dampak yang tidak saja menjadi sampah informasi tetapi pada tahap tertentu bahkan bisa membahayakan hubungan antar manusia seperti informasi yang bersifat fitnah atau yang dikenal di dunia informasi sebagai HOAX. Menurut kamus Oxford, hoax didefinisikan sebagai sesuatu yang tidak benar dan menipu.4

Fenomena berita hoax pada dasarnya bukan hal baru. Bahkan pada zaman Nabi Muhammad SAW pun kasus berita hoax ini pernah terjadi. Sebagaimana diriwayatkan dalam Tafsir Ibnu Katsir, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW pernah mengutus Al Walid bin Uqbah bin Abi Mu’it untuk mengambil zakat orang-orang Banil Musthaliq. Kaum Bani Musthaliq sebelumnya belum masuk Islam, dan setelah mereka masuk Islam pimpinan mereka Al Haris Ibnu Abi Dirar berjanji mengumpulkan zakat kaumnya untuk diserahkan.

Hingga saat yang dijanjikan, pimpinan Bani Musthaliq sudah mengumpulkan zakat dan bahkan mengadakan penyambutan terhadap utusan Rasul yang dikabarkan akan mengambil zakatnya. Di lain pihak, utusan Rasul yaitu Al Walid bin Uqbah juga telah siap melaksanakan tugasnya mengambil zakat Bani Musthaliq. Ketika sampai di dekat daerah Bani Musthaliq, Al Walid merasa gentar dan mengira bahwa kaum Bani Musthaliq bermaksud menyerangnya (padahal dia belum sampai dan justeru mereka bermaksud menyambutnya). Selanjutnya dia (Al Walid) kembali ke Madinah dan melaporkan ke Rasulullah SAW dan menyampaikan kepadanya bahwa Bani Musthaliq tidak mau membayar zakat bahkan akan menyerangnya. Mendengar laporan tersebut Rasulullah SAW merasa marah dan mengirim pasukan untuk menyerang Bani Musthaliq. Di pihak lain kaum Bani Musthaliq yang merasa sudah menyiapkan zakat tapi tak kunjung diambil berencana menyerahkan langsung ke Madinah. Hingga akhirnya kedua kelompok bertemu dan hampir saja terjadi pertempuran sebelum akhirnya ada klarifikasi oleh pimpinan Bani Musthaliq kepada Rasulullah SAW.

Peristiwa Bani Musthaliq tersebut menurut beberapa ahli tafsir merupakan asbabun nuzul turunnya ayat ke 6 surat Al Hujurat. Secara lengkap ayat 6 surat Al Hujurat berbunyi (terjemahannya):

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat, 6)

Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al Qur’an Al‘Azhim mengatakan bahwa, “Allah Ta’ala memerintahkan untuk melakukan kroscek terhadap berita dari orang fasik. Karena boleh jadi berita yang tersebar adalah berita dusta atau keliru.”

Pada ayat di atas kita jumpai kalimat fatabayyanuu” diterjemahkan dengan “periksalah dengan teliti”. Maksudnya telitilah berita itu dengan cermat, tidak tergesa-gesa menghukumi perkara dan tidak meremehkan urusan, sehingga benar-benar menghasilkan keputusan yang benar.

Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim berkata, “Allah Ta’ala memerintahkan untuk melakukan kroscek terhadap berita dari orang fasik. Karena boleh jadi berita yang tersebar adalah berita dusta atau keliru.”

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di saat menerangkan ayat di atas, beliau berkata, “Termasuk adab bagi orang yang cerdas yaitu setiap berita yang datang dari orang kafir hendaknya dicek terlebih dahulu, tidak diterima mentah-mentah. Sikap asal-asalan menerima amatlah berbahaya dan dapat menjerumuskan dalam dosa. Jika diterima mentah-mentah, itu sama saja menyamakan dengan berita dari orang yang jujur dan adil. Ini dapat membuat rusaknya jiwa dan harta tanpa jalan yang benar. Gara-gara berita yang asal-asalan diterima akhirnya menjadi penyesalan.

Berita yang perlu dikonfirmasi adalah berita penting, ditunjukkan dengan digunakannya kata naba’untuk menyebut berita, bukan kata khobar. Prof. Dr. Quraish Shihab dalam bukunya Secercah Cahaya Ilahi halaman 262 membedakan makna dua kata itu. Kata naba’ menunjukkan berita penting, sedangkan khobar menunjukkan berita secara umum.

Al-Qur’an memberi petunjuk bahwa berita yang perlu diperhatikan dan diselidiki adalah berita yang sifatnya penting. Adapun isu-isu ringan, omong kosong, dan berita yang tidak bermanfaat tidak perlu diselidiki, bahkan tidak perlu didengarkan karena hanya akan menyita waktu dan energi.

Para ahli hadis memberti teladan dalam mentabayyun berita yang berasal dari orang yang berkarakter meragukan. Mereka telah mentradisikan tabayyun di dalam meriwayatkan hadis. Mereka menolak setiap hadis yang berasal dari pribadi yang tidak dikenal identitasnya atau pribadi yang diragukan integritasnya.

Sebaliknya, mereka mengharuskan penerimaan berita itu jika berasal dari seorang yang berkepribadian kuat (tsiqah). Untuk itulah kadang-kadang mereka harus melakukan perjalanan berhari-hari untuk mengecek apakah sebuah hadis yang diterimanya itu benar-benar berasal dari sumber yang valid atau tidak.

Tetapi sayang, tradisi ini kurang diperhatikan oleh kaum muslimin saat ini. Pada umumnya orang begitu mudah percaya kepada berita di koran, majalah atau media massa. Mudah pula percaya kepada berita yang bersumber dari orang kafir, padahal kekufuran itu adalah puncak kefasikan. Sehingga dalam pandangan ahlul hadis, orang kafir sama sekali tidak bisa dipercaya periwayatannya.

Dalam era informasi saat ini, mudah sekali orang percaya dan menyebar-nyebarkan kabar berita yang tidak jelas asal dan sumbernya dari mana. Lebih parah lagi dengan adanya aplikasi gadget seperti BBM dsb-nya, sebagian orang acap kali mem-broadcast kabar berita yang isinya sampah, hoax dan menyesatkan. Terkadang isinya tidak saja kabar yang belum tentu kebenaranya, tapi juga hadist-hadist lemah (dha’if) dan bahkan palsu (maudhu’) banyak disebar dan malah edit, dibuat-buat untuk menakut-nakuti.

3 Langkah “Saring sebelum Sharing”

  1. Cek benar atau tidak
  2. Cek bermanfaat atau tidak
  3. Cek tepat atau tidak waktunya saat disampaikan

Wallahu A’lam

Sumber Bacaan:

  1. We Are Social. Digital 2019:Indonesia. Accessed from: https://datareportal.com/reports/digital-2019-indonesia
  2. Tekno Sains.com. Algoritma dan Pemrograman. Accessed from: http://teknosains.com/sains-teknologi/algoritma-dan-pemrograman-itu-apa-sih
  3. Aulia Adam. 2017. Filter Bubble: Sisi Gelap Algoritma Media Sosial. Accessed from: https://tirto.id/filter-bubble-sisi-gelap-algoritma-media-sosial-cwSU
  4. Images are grom google.