Category Archives: Opini

Kecerdasan Literasi di Era Informasi: Cara Cerdas Menyikapi Fenomena Sosial Media

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Menyusul terjadinya ricuh demonstrasi di Bawaslu dalam Aksi 22 Mei (22 Mei 2019), pemerintah dalam hal ini Menteri Komunikasi dan Informatika berdasarkan arahan dari Menteri Kordinator Bidang Politik dan Keamanan akhirnya mendown layanan sosial media WhatsApp, Instagram dan Facebook. Dengan alasan untuk mencegah tersebarnya berita hoax dari kegiatan aksi yang berujung ricuh tersebut.

Saya sendiri kurang setuju sebenarnya dengan penutupan layanan sosmed ini, karena ini terkesan pemerintah ingin membatasi informasi. Sementara dengan oligarki politik dan ekonomi saat ini, dimana media mainstream hampir semuanya “dikuasai” pemerintah, sosial media merupakan saluran warga untuk mendapatkan media pembanding. Meskipun demikian saya memahami dampak yang mengancam dari sosial media bagi kita semua.

Sosial media memang menjadi kekuatan yang luar biasa saat ini. Dengan pengguna lebih dari separo penduduk Indonesia (data lembaga riset we are sosial sebesar 56%), tentu menjadi kekuatan yang luar biasa. Sudah terbukti di beberapa negara seperti Mesir, Sudan dll, sosial media berpengaruh pada gerakan sosial yang besar yang bahkan bisa menumbangkan sebuah pemerintahan. Wajar saja kalau pemerintah membatasi, meski juga ada hal lainnya yang juga menjadi perhatian.

Indonesia Digital 2019

Adalah “Algoritma Sosial Media” atau ada yang menyebut dengan “Filter Buble” dari sosial media yang membuat pengguna sosmed perlu hati-hati dalam menggunakan aplikasi ini. Dalam sejarahnya Algoritma atau Algorism (diambil dari nama penemunya, ilmuwan matematika Islam Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khwarizmi (780-850 masehi) pada dasarnya hanyalah cara/langkah-langkah menyelesaikan untuk menyelesaikan masalah.

Adapun algoritma sosial media sendiri secara ringkas dipahami sebagai mekanisme dari sosial media untuk menampilkan atau menyuguhkan informasi, updates, dan apa saja yang tampil di akun medias sosial seseorang sesuai dengan karakteristik, profil, kesukaan dan hal lainnya dari pengguna tersebut. Oleh karena itu, sebagai contoh bisa jadi sesuatu yang sedang trending yang tampil pada akun sosial media seseorang sangat jauh berbeda dengan orang lain pada saat yang sama.

Hal ini artinya, seorang pendukung satu aliran cenderung akan menerima informasi sesuai dengan alirannya. Seorang yang menyukai hal tertentu cenderung akan mendapatkan informasi tentang hal tersebut. Tentu hal ini akan menciptakan satu dunia sendiri yang bisa jadi berbeda dengan dunia orang lain

Hal lainnya adalah munculnya berita hoax. Berita hoax pada dasarnya bukan hal yang baru, namun dengan sosial media bisa semakin berbahaya. Kenapa?, di sosial media kita mendapatkan berita dari orang yang kita kenal (berteman dll), oleh karena itu ketika mereka menyebar berita cenderung kita mempercayainya karena yang bawa berita orang yang kita kenal. Bahkan terkadang berita yang sampai tidak kita kroscek, atua sekedar dibaca kontennya. Hanya judulnya saja namun sudah mengambil kesimpulan.

Tulisan saya ini pada dasarnya materi khutbah saya yang pernah saya sampaikan di Masjid Al Amin, Godekan Tamantirto Kasihan Bantul Yogyakarta. Saya sedikit beri tambahan pengantar sesuai kondisi saat ini.

Selamat membaca

Perkembangan teknologi informasi memang telah memudahkan manusia dalam berkomunikasi. Namun, seperti pisau bermata dua selalu ada positif dan negatifnya. Diantara dampak negatifnya adalah banyaknya informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya yang pada akhirnya bisa menimbulkan dampak yang tidak saja menjadi sampah informasi tetapi pada tahap tertentu bahkan bisa membahayakan hubungan antar manusia seperti informasi yang bersifat fitnah atau yang dikenal di dunia informasi sebagai HOAX. Menurut kamus Oxford, hoax didefinisikan sebagai sesuatu yang tidak benar dan menipu.4

Fenomena berita hoax pada dasarnya bukan hal baru. Bahkan pada zaman Nabi Muhammad SAW pun kasus berita hoax ini pernah terjadi. Sebagaimana diriwayatkan dalam Tafsir Ibnu Katsir, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW pernah mengutus Al Walid bin Uqbah bin Abi Mu’it untuk mengambil zakat orang-orang Banil Musthaliq. Kaum Bani Musthaliq sebelumnya belum masuk Islam, dan setelah mereka masuk Islam pimpinan mereka Al Haris Ibnu Abi Dirar berjanji mengumpulkan zakat kaumnya untuk diserahkan.

Hingga saat yang dijanjikan, pimpinan Bani Musthaliq sudah mengumpulkan zakat dan bahkan mengadakan penyambutan terhadap utusan Rasul yang dikabarkan akan mengambil zakatnya. Di lain pihak, utusan Rasul yaitu Al Walid bin Uqbah juga telah siap melaksanakan tugasnya mengambil zakat Bani Musthaliq. Ketika sampai di dekat daerah Bani Musthaliq, Al Walid merasa gentar dan mengira bahwa kaum Bani Musthaliq bermaksud menyerangnya (padahal dia belum sampai dan justeru mereka bermaksud menyambutnya). Selanjutnya dia (Al Walid) kembali ke Madinah dan melaporkan ke Rasulullah SAW dan menyampaikan kepadanya bahwa Bani Musthaliq tidak mau membayar zakat bahkan akan menyerangnya. Mendengar laporan tersebut Rasulullah SAW merasa marah dan mengirim pasukan untuk menyerang Bani Musthaliq. Di pihak lain kaum Bani Musthaliq yang merasa sudah menyiapkan zakat tapi tak kunjung diambil berencana menyerahkan langsung ke Madinah. Hingga akhirnya kedua kelompok bertemu dan hampir saja terjadi pertempuran sebelum akhirnya ada klarifikasi oleh pimpinan Bani Musthaliq kepada Rasulullah SAW.

Peristiwa Bani Musthaliq tersebut menurut beberapa ahli tafsir merupakan asbabun nuzul turunnya ayat ke 6 surat Al Hujurat. Secara lengkap ayat 6 surat Al Hujurat berbunyi (terjemahannya):

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat, 6)

Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al Qur’an Al‘Azhim mengatakan bahwa, “Allah Ta’ala memerintahkan untuk melakukan kroscek terhadap berita dari orang fasik. Karena boleh jadi berita yang tersebar adalah berita dusta atau keliru.”

Pada ayat di atas kita jumpai kalimat fatabayyanuu” diterjemahkan dengan “periksalah dengan teliti”. Maksudnya telitilah berita itu dengan cermat, tidak tergesa-gesa menghukumi perkara dan tidak meremehkan urusan, sehingga benar-benar menghasilkan keputusan yang benar.

Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim berkata, “Allah Ta’ala memerintahkan untuk melakukan kroscek terhadap berita dari orang fasik. Karena boleh jadi berita yang tersebar adalah berita dusta atau keliru.”

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di saat menerangkan ayat di atas, beliau berkata, “Termasuk adab bagi orang yang cerdas yaitu setiap berita yang datang dari orang kafir hendaknya dicek terlebih dahulu, tidak diterima mentah-mentah. Sikap asal-asalan menerima amatlah berbahaya dan dapat menjerumuskan dalam dosa. Jika diterima mentah-mentah, itu sama saja menyamakan dengan berita dari orang yang jujur dan adil. Ini dapat membuat rusaknya jiwa dan harta tanpa jalan yang benar. Gara-gara berita yang asal-asalan diterima akhirnya menjadi penyesalan.

Berita yang perlu dikonfirmasi adalah berita penting, ditunjukkan dengan digunakannya kata naba’untuk menyebut berita, bukan kata khobar. Prof. Dr. Quraish Shihab dalam bukunya Secercah Cahaya Ilahi halaman 262 membedakan makna dua kata itu. Kata naba’ menunjukkan berita penting, sedangkan khobar menunjukkan berita secara umum.

Al-Qur’an memberi petunjuk bahwa berita yang perlu diperhatikan dan diselidiki adalah berita yang sifatnya penting. Adapun isu-isu ringan, omong kosong, dan berita yang tidak bermanfaat tidak perlu diselidiki, bahkan tidak perlu didengarkan karena hanya akan menyita waktu dan energi.

Para ahli hadis memberti teladan dalam mentabayyun berita yang berasal dari orang yang berkarakter meragukan. Mereka telah mentradisikan tabayyun di dalam meriwayatkan hadis. Mereka menolak setiap hadis yang berasal dari pribadi yang tidak dikenal identitasnya atau pribadi yang diragukan integritasnya.

Sebaliknya, mereka mengharuskan penerimaan berita itu jika berasal dari seorang yang berkepribadian kuat (tsiqah). Untuk itulah kadang-kadang mereka harus melakukan perjalanan berhari-hari untuk mengecek apakah sebuah hadis yang diterimanya itu benar-benar berasal dari sumber yang valid atau tidak.

Tetapi sayang, tradisi ini kurang diperhatikan oleh kaum muslimin saat ini. Pada umumnya orang begitu mudah percaya kepada berita di koran, majalah atau media massa. Mudah pula percaya kepada berita yang bersumber dari orang kafir, padahal kekufuran itu adalah puncak kefasikan. Sehingga dalam pandangan ahlul hadis, orang kafir sama sekali tidak bisa dipercaya periwayatannya.

Dalam era informasi saat ini, mudah sekali orang percaya dan menyebar-nyebarkan kabar berita yang tidak jelas asal dan sumbernya dari mana. Lebih parah lagi dengan adanya aplikasi gadget seperti BBM dsb-nya, sebagian orang acap kali mem-broadcast kabar berita yang isinya sampah, hoax dan menyesatkan. Terkadang isinya tidak saja kabar yang belum tentu kebenaranya, tapi juga hadist-hadist lemah (dha’if) dan bahkan palsu (maudhu’) banyak disebar dan malah edit, dibuat-buat untuk menakut-nakuti.

3 Langkah “Saring sebelum Sharing”

  1. Cek benar atau tidak
  2. Cek bermanfaat atau tidak
  3. Cek tepat atau tidak waktunya saat disampaikan

Wallahu A’lam

Sumber Bacaan:

  1. We Are Social. Digital 2019:Indonesia. Accessed from: https://datareportal.com/reports/digital-2019-indonesia
  2. Tekno Sains.com. Algoritma dan Pemrograman. Accessed from: http://teknosains.com/sains-teknologi/algoritma-dan-pemrograman-itu-apa-sih
  3. Aulia Adam. 2017. Filter Bubble: Sisi Gelap Algoritma Media Sosial. Accessed from: https://tirto.id/filter-bubble-sisi-gelap-algoritma-media-sosial-cwSU
  4. Images are grom google.
Advertisements

Biodata Rasuulullaah S.A.W.

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Bertepatan dengan bulan maulid, bulan kelahiran manusia mulia yang pernah hadir ke dunia, Rasulullaah Muhammad SAW, saya posting artikel seputar sejarah Rasulullaah SAW. Artikel ini pada awalnya bukan merupakan tulisan saya. Saya memperolehnya dari grup sosial media WhatsApp, tanpa ada keterangan siapa penulisnya. Untuk sementara saya biarkan utuh sesuai aslinya, insyaAllah akan saya tambahkan dan edit sesuai dengan referensi dan pengetahuan yang saya punya. Selamat membaca…

BIODATA RASULULLAH S.A.W

🖌 Nama : Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalibs bin Hashim.

🖌 Tarikh lahir : Subuh hari Isnin, 12 Rabiulawal bersamaan 20 April 571
Masehi (dikenali sebagai Tahun Gajah; karena peristiwa tentara bergajah
Abrahah yang menyerang kota Ka’bah)

🖌 Tempat lahir : Di rumah Abu Thalib, Makkah Al-Mukarramah.
🖌 Nama bapak : Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hashim.
🖌 Nama ibu : Aminah binti Wahab bin Abdu Manaf.
🖌 Pengasuh pertama : Barakah Al-Habsyiyyah (digelar Ummu Aiman. Hamba perempuan bapak Rasulullah SAW).
🖌 Ibu susu pertama : Thuwaibah (hamba perempuan Abu Lahab).
🖌 Ibu susu kedua : Halimah binti Abu Zuaib As-Sa’diah (lebih dikenali Halimah As-Sa’diah, suaminya bernama Abu Kabsyah).

USIA 5 TAHUN

💓 Peristiwa pembelahan dada Rasulullah SAW yang dilakukan oleh dua malaikat untuk mengeluarkan bahagian syaitan yang wujud di dalam hatinya.

USIA 6 TAHUN

💓 Ibunya Aminah binti Wahab ditimpa sakit dan meninggal dunia di Al-Abwa ‘
(sebuah kampung yang terletak di antara Makkah dan Madinah, baginda dipelihara oleh Ummu Aiman (hamba perempuan bapak Rasulullah SAW)
dan dibiayai oleh datuknya Abdul Muththalib.

USIA 8 TAHUN

💓 Datuknya, Abdul Muththalib pula meninggal dunia.
Baginda dipelihara pula oleh bapak saudaranya, Abu Thalib.

USIA 9 TAHUN (Setengah riwayat mengatakan pada usia 12 tahun).

💓Bersama bapak saudaranya, Abu Thalib bermusafir ke Syam atas urusan
perniagaan.

💓Di kota Busra, negeri Syam, seorang pendeta Nasrani bernama Bahira
(Buhaira) telah bertemu ketua-ketua rombongan untuk menceritakan tentang
pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa
itu.

USIA 20 TAHUN

💓Terlibat dalam peperangan Fijar. Ibnu Hisyam di dalam kitab ‘Sirah’, jilid1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah
14 atau 15 tahun. Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan
berperanan mengumpulkan anak-anak panah sahaja.

💓Menyaksikan ‘ perjanjian Al-Fudhul ‘ ; perjanjian damai untuk memberi
pertolongan kepada orang yang didzalimi di Makkah.

USIA 25 TAHUN

💓Bermusafir kali kedua ke Syam atas urusan perniagaan barangan Khadijah
binti Khuwailid Al-Asadiyah.

💓Perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah; lelaki suruhan Khadijah.

💓Baginda SAW bersama-sama Abu Thalib dan beberapa orang bapak saudaranya yang lain pergi berjumpa Amru bin Asad (bapak saudara Khadijah) untuk meminang Khadijah yang berusia 40 tahun ketika itu.

💓Mas kawin baginda kepada Khadijah adalah sebanyak 500 dirham.

USIA 35 TAHUN

💓Banjir besar melanda Makkah dan meruntuhkan dinding Ka’bah.

💓Pembinaan semula Ka’bah dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk
Makkah.

💓Rasulullah SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan ‘Hajarul-Aswad’ ke
tempat asal dan sekaligus meredakan pertelingkahan berhubung perletakan
batu tersebut.

USIA 40 TAHUN

💓Menerima wahyu di gua Hira’ sebagai pelantikan menjadi Nabi dan Rasul akhir zaman.

USIA 53 TAHUN

💓Berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah dengan ditemani oleh Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq.

💓Sampai ke Madinah pada tanggal 12 Rabiulawal / 24 September 622M.

USIA 63 TAHUN

💓Kewafatan Rasulullah SAW di Madinah Al-Munawwarah pada hari Isnin, 12 Rabiulawal tahun 11Hijrah / 8 Juni 632 Masehi.

ISTERI-ISTERI RASULULLAH SAW

Picture credit to wikipedia.com

💚 Khadijah Binti Khuwailid.
💚 Saudah Binti Zam’ah.
💚 Aisyah Binti Abu Bakar (anak Sayyidina Abu Bakar).
💚 Hafsah binti ‘Umar (anak Sayyidina ‘Umar bin Al-Khattab).
💚 Ummi Habibah Binti Abu Sufyan.
💚 Hindun Binti Umaiyah (digelar Ummi Salamah).
💚 Zainab Binti Jahsy.
💚 Maimunah Binti Harith.
💚 Safiyah Binti Huyai bin Akhtab.
💚 Zainab Binti Khuzaimah (digelar ‘Ummu Al-Masakin’, Ibu Orang Miskin).

ANAK-ANAK RASULULLAH SAW

1.💜 Qasim
2.💜 Abdullah
3.💜 Ibrahim
4.💜 Zainab
5.💜 Ruqaiyah
6.💜 Ummi Kalthum
7.💜 Fatimah Al-Zahra’

ANAK TIRI RASULULLAH SAW

💙 Halah bin Hind bin Habbasy bin Zurarah at-Tamimi (anak kepada Sayyidatina Khadijah bersama Hind bin Habbasy. Ketika berkahwin dengan Rasulullah, Khadijah adalah seorang janda).

SAUDARA SESUSU RASULULLAH SAW

IBU SUSUAN/SAUDARA SUSUAN
1. Thuwaibah → Hamzah
2. Abu Salamah → Abdullah bin Abdul Asad

SAUDARA SUSUAN
1. Halimah Al-Saidiyyah → Abu Sufyan bin Harith bin Abdul Muthallib
2. Abdullah bin Harith bin Abdul ‘ Uzza
3. Syaima ‘ binti Harith bin Abdul ‘ Uzza
4. ‘Aisyah binti Harith bin abdul ‘ Uzza

BAPAK DAN IBU SAUDARA RASULULLAH SAW
( ANAK-ANAK KEPADA ABDUL MUTHTHALIB)

1. Al-Harith
2. Muqawwam
3. Zubair
4. Hamzah *
5. Al-Abbas *
6. Abu Talib
7. Abu Lahab (nama asalnya Abdul Uzza)
8. Abdul Ka’bah
9. Hijl
10. Dhirar
11. Umaimah
12. Al-Bidha (Ummu Hakim)
13. Atiqah ##
14. Arwa ##
15. Umaimah
16. Barrah
17. Safiyah (ibu kepada Zubair Al-Awwam) *

* masuk Islam.
## Ulama berselisih pendapat tentang Islamnya.

Sabda Rasulullah SAW:
“Sesiapa yang menghidupkan sunnahku, maka sesungguhnya dia telah mencintai aku
Dan sesiapa yang mencintai aku niscaya dia bersama-samaku di dalam syurga”
(Riwayat Al-Sajary daripada Anas )

اللهم صلى وسلم على سيدنا محمد وعلى آله واصحابه وسلم

Nabi Muhammad SAW – Manusia agung

KENALI NABI MUHAMMAD S.A.W. SECARA LAHIRIAH

💓Begitu indahnya sifat fizikal
Baginda, sehinggakan seorang ulama Yahudi yang pada pertama kalinya bertemu muka dengan Baginda lantas melafazkan keislaman dan mengaku akan kebenaran apa yang disampaikan oleh Baginda.

Di antara kata-kata apresiasi para sahabat ialah:

💞 Aku belum pernah melihat lelaki yang segagah Rasulullah saw..

💞 Aku melihat cahaya dari lidahnya.

💞 Seandainya kamu melihat Baginda, seolah-olah kamu melihat matahari
terbit.

💞 Rasulullah jauh lebih cantik dari sinaran bulan.

💞 Rasulullah umpama matahari yang bersinar.

💞 Aku belum pernah melihat lelaki setampan Rasulullah.

💞 Apabila Rasulullah berasa gembira, wajahnya bercahaya spt bulan purnama.

💞 Kali pertama memandangnya sudah pasti akan terpesona.

💞 Wajahnya tidak bulat tetapi lebih cenderung kepada bulat.

💞 Wajahnya seperti bulan purnama.

💞 Dahi baginda luas, raut kening tebal, terpisah di tengahnya.

💞 Urat darah kelihatan di antara dua kening dan nampak semakin jelas semasa marah.

💞 Mata baginda hitam dengan bulu mata yang panjang.

💞 Garis-garis merah di bahagian putih mata, luas kelopaknya, kebiruan asli di bahagian sudut.

💞 Hidungnya agak mancung, bercahaya penuh misteri, kelihatan luas sekali pertama kali melihatnya.

💞 Mulut baginda sederhana luas dan cantik.

💞 Giginya kecil dan bercahaya, indah tersusun, renggang di bahagian depan.

💞 Apabila berkata-kata, cahaya kelihatan memancar dari giginya.

💞Janggutnya penuh dan tebal menawan.

💞 Lehernya kecil dan panjang, terbentuk dengan cantik seperti arca.

💞 Warna lehernya putih seperti perak, sangat indah.

💞 Kepalanya besar tapi terlalu elok bentuknya.

💞 Rambutnya sedikit ikal.

💞 Rambutnya tebal kdg-kdg menyentuh pangkal telinga dan kdg-kdg mencecah
bahu tapi disisir rapi.

💞 Rambutnya terbelah di tengah.

💞 Di tubuhnya tidak banyak rambut kecuali satu garisan rambut menganjur
dari dada ke pusat.

💞 Dadanya bidang dan selaras dgn perut. Luas bidang antara kedua bahunya lebih drpd biasa.

💞 Seimbang antara kedua bahunya.

💞 Pergelangan tangannya lebar, lebar tapak tangannya, jarinya juga besar
dan tersusun dgn cantik.

💞 Tapak tangannya bagaikan sutera yang lembut.

💞 Perut betisnya tidak lembut tetapi cantik.

💞 Kakinya berisi, tapak kakinya terlalu licin sehingga tidak melekat air.

💞 Terlalu sedikit daging di bahagian tumit kakinya.

💞 Warna kulitnya tidak putih spt kapur atau coklat tapi campuran coklat dan
putih.

💞 Warna putihnya lebih banyak.

💞 Warna kulit baginda putih kemerah-merahan.

💞 Warna kulitnya putih tapi sehat.

💞 Kulitnya putih lagi bercahaya.

💞 Binaan badannya sempurna, tulang-temulangnya besar dan kokoh.

💞 Badannya tidak gemuk.

💞 Badannya tidak tinggi dan tidak pula rendah, kecil tapi berukuran sederhana lagi gagah.

💞 Perutnya tidak buncit.

💞 Badannya cenderung kepada tinggi, semasa berada di kalangan org ramai
baginda kelihatan lebih tinggi drpd mereka.

KESIMPULANNYA :
Nabi Muhammad sa.w adalah manusia agung yang ideal dan sebaik-baik contoh
sepanjang zaman.

Baginda adalah semulia-mulia insan di dunia.

Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan RasulNya mencintai

wallahu’alam
Semoga bermanfaat

References:

  1. Anonym. Biodata Rasulullaah SAW. Artikel awal tulisan ini saya peroleh dari share di sosial media WhatsApp (WA), grup alumni Unsoed Purwokerto pada tanggal 20 November 2018. Bertepatan dengan peringatan hari lahir Rasulullaah SAW
  2. Ibnu Katsir. 2013. Qoshosul Anbiya, Edisi Terjemah: Kisah Para Nabi. Penerbit Ummul Qura, Jakarta.
  3. Feature image credit to moroccoworldnews.com

Kisah Nabi Adam AS: Benarkah Adam Manusia Pertama Di Dunia?

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan mengenai “Kisah Nabi Adam AS: Benarkah Adam Manusia Pertama Di Dunia?” ini merupakan lanjutan dari artikel saya sebelumnya tentang “Silsilah Lengkap Para Nabi dan Rasul dari Adam AS. sampai Muhammad SAW”. Mengingat artikel tersebut sudah cukup panjang, maka tulisan tentang Nabi Adam AS. ini saya buatkan tersendiri.

Kisah tentang Nabi Adam AS menarik untuk dibahas tidak hanya karena beliau adalah Nabi pertama yang diutus, namun juga dikenal sebagai “bapak moyangnya” manusia. Dalam Al Quran pun Allah kadang menyebut manusia sebagai “Bani Adam” atau keturunan Adam. Namun demikian, benarkah Adam adalah manusia pertama di Bumi ini?. Bagaimana dengan teori yang menyatakan tentang manusia purba dengan segala tahapan perkem

Silsilah Manusia di Dunia (Pict. cretit to http://www.thequranblog.com)

bangannya?

Diskursus tentang hal tersebut pada dasarnya bukan barang baru, bahkan jauh sebelum Charles Darwin mengeluarkan teori evolusinya yang terkenal itu. Para ilmuwan Islam telah membahas tentang gineologi manusia. Bagaimana sebenarnya asal-usul manusia. Sebagaimana ditulis oleh Nasih Nasrullah (2015), beberapa Ilmuwan Islam seperti Abu Makhnaf Luth bin Yahya (157 H) dalam karyanya berjudul Bahr an-Nishab, lalu ada Amir bin Hafsh (170 H) dengan tulisannya an-Nasab al-Kabir dan Kitab al-Kamil fi an-Nasab besutan Ibnu Thabathaba (4

 

49 H), serta masih banyak lagi karya-karya Ilmuwan Islam terdahulu tentang gineologi manusia.

Dan ternyata memang belum ada kesepakatan diantara para ilmuwan itu mengenai siapa sebenarnya manusia pertama di dunia. Bahkan beberapa sejarawan menganggap bahwa Nabi Adam hanyalah menyandang sebutan “Bapak Manusia” atau Abul Insan, tapi bukanlah muara dari keturunan manusia di dunia (Nasih Nasrullah, 2015). Sejarawan Islam seperti Ibn al-Atsir, at-Thabari, al-Muqrizi, bahkan berpendapat bahwa jutaan tahun sebelum Adam, telah ada eksistensi manusia di muka bumi ini.

Hal ini juga senada dengan yang diungkapkan oleh pakar tafsir Quran Profesor Quraish Shihab. Dalam wawancara pada acara “Shihab dan Shihab” yang dipandu anaknya sendiri Najwa Shihab, beliau mengatakan bahwa di dalam Al Quran memang disebutkan tentang proses penciptaan manusia. Mulai dari dibentuk dengan tanah hingga ditiupkan ruh sehingga akhirnya jadilah Adam.

Ayat Quran Tentang Proses Penciptaan Manusia (Pic. by Ensiklopedia Mu’jizat Al Quran)

Hanya saja beliau menjelaskan bahwa, proses antara diciptakan dari tanah lalu ditiup ruh itu mungkin ada proses lainnya yang tidak disebutkan dalam Al Quran. Quraish Shihab mengibaratkan bahwa proses penciptaan manusia itu seperti susunan huruf abjad dari A sampai Z. Proses pembentukan dari tanah ibarat A dan proses ditiup dengang ruh hingga selesai jadi manusia itu Z. Antara A sampai Z itu tentu ada bahkan banyak huruf lain, yang memungkinkan adanya tahapan lain yang tidak disebutkan oleh Al Quran.

Disitulah ilmu pengetahuan mempunyai kewajiban untuk menjawabnya. Karena Al Quran sudah membuat clue_nya, tinggal manusia membuktikan dengan ilmu. Kita boleh tidak sependapat dengan teori Darwin, tp jawablah dengan ilmu. Buktikan dengan ilmu pengetahuan.

Dari sini memunculkan peluang untuk para ilmuwan muslim untuk membuktikan tentang siapa sebenarnya “bapak manusia” itu sebenarnya. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai asal-usul manusia yang didasarkan pada Al Quran dan didukung dengan ilmu pengetahuan. Wallahu a’lam

Yogyakarta, 14 November 2018.

References:

  1. Ibnu Katsir. 2013. Qoshosul Anbiya, Edisi Terjemah: Kisah Para Nabi. Penerbit Ummul Qura, Jakarta.
  2. Quraish Shihab. 2018. Sains dan Teknologi dalam Islam: Lebih Dulu Nabi Adam atau Manusia Purba?. Youtube Shihab & Shihab, accessed from: https://www.youtube.com/watch?v=l0S9r2X0g1g&t=10s. Shihab & Shihab – Sains dan Teknologi dalam Islam: Lebih Dulu Nabi Adam atau Manusia Purba? (Part 1)
  3. Nasih Nasrullah. 2015. Adam Bukan Manusia Pertama?. Republika Online, 27 Maret 2015. Accessed from: https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/fatwa/15/03/27/nltw5g-adam-bukan-manusia-pertama
  4. Maqdis. Proses Penciptaan Nabi Adam. Accessed by: http://mukjizat-alquran-hadist.blogspot.com/2013/04/proses-penciptaan-adam-ensiklopedia-mukjizat-alquran-hadis.html
  5. Pict. credit to http://www.islamijankari.com, http://www.google.com

Mendidik Anak Di Era Digital

vicmont

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan saya mengenai “Mendidik Anak Di Era Digital” merupakan materi khutbah yang insyaAllah saya sampaikan pada hari ini, Jumat 6 Juli 2018 di Masjid Al Amin Godekan, Tamantirto Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Selamat membaca..

Fenomena Milenial

Ditengah hiruk pikuk pilkada yang baru saja usai dan gegap gempita piala dunia sudah masuk babak perempat final, masyarakat Indonesia baru saja dihebohkan dengan berita di dunia maya, yaitu tentang fenomena aplikasi sosial media Tik-Tok. Hal ini menjadi semakin ramai atau viral setelah pemerintah, tepatnya Kemenkominfo memblokir aplikasi ini pada hari Selasa, 3 Juli 2018 yang lalu.

Ada beberapa alasan yang mendasari alasan pemblokiran ini selain karena adanya ribuan laporan dari masyarakat tentang dampak negatif aplikasi ini juga hasil telaah pemerintah sebagai mana disampaikan oleh Menkominfo Rudiantara yang milihat bahwa terdapat banyak konten negatif di platform tersebut. “Banyak kontennya yang negatif, terutama bagi anak-anak,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (3/6). “Ada yang tidak senonoh, tidak mendidik, pokoknya tidak pantas untuk anak-anak.”.[1]
Continue reading

11 Hal Yang Tidak Bisa Dibeli Dengan Uang

Pict Credit by joshuahook.com

By: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan mengenai “11 Hal Yang Tidak Bisa Dibeli Dengan Uang” adalah materi yang saya sampaikan pada kegiatan silaturahim keluarga besar di Rembang pada Hari Senin, 18 Juni 2018. Semoga bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua selama Idul Fitri, selamat membaca…

————————

Idul fitri selama ini dikenal dengan bulan silaturahmi, dimana saudara saling kumpul menjalin ikatan yang setahun lamanya tidak bertemu. Namun demikian, selain sebagai bulan silaturahmi, idul fitri juga sebagai bulan peningkatan ekonomi, yaitu dimana terjadi peningkatan aktivitas ekonomi terutama dari kota ke desa. Hal ini salah satunya bisa dilihat dari meningkatnya perputaran uang selama lebaran. Bank Indonesia (BI) memprediksi, perputaraan uang selama periode libur Lebaran ini sedikitnya mencapai Rp 188,2 triliun.1 (Harian Kompas, 12 Juni 2018). Tentu suatu jumlah yang tidak sedikit untuk suatu aktivitas yang hanya berlangsung beberapa hari. -baca selengkapnya->

Assessment the Impact of Asean Free Trade Area (AFTA) on Exports of Indonesian Agricultural Commodity

By: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan dengan judul “Assessment the Impact of Asean Free Trade Area (AFTA) on Exports of Indonesian Agricultural Commodity” merupakan paper saya yang sudah dipublikasikan di Jurnal Agraris Vol. 3 No. 2 Tahun 2017. Paper ini berisi analisis saya mengenai pengaruh pasar bebas ASEAN atau dikenal dengan ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) terhadap kinerja ekspor komoditas pertanian Indonesia.

Berikut ini saya kutipkan abstract dari paper tersebut. Adapun versi lengkap bisa dibaca dan di download langsung di jurnal AGRARIS lewat link berikut ini.

Abstract

This paper focuses on investigation whether Indonesian membership on ASEAN Free Trade Area (AFTA) increased export of agriculture commodity. The panel augmented gravity model data from 33 major partner countries over the period of 2000-2014 has been applied to analyze the factors affected Indonesian agricultural exports. The overall finding showed that Indonesian agricultural exports were positively correlated with the size of economy and partner countries population, while they are negatively correlated with the appreciation of currency exchange rate and the enrollment on free trade agreement. Moreover, the Indonesian membership on AFTA does not gave significant impact and profitable on Indonesian agricultural exports.

Peran Desa Dalam Mendukung Daya Saing Pertanian Menghadapi Pasar Bebas ASEAN

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan dengan judul “Peran Desa Dalam Mendukung Daya Saing Pertanian Menghadapi Pasar Bebas ASEAN” ini merupakan materi yang saya sampaikan pada acara “KIPRAH DESA” yang disiarkan secara Live oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta pada hari Kamis, 7 Oktober 2016 pukul 19.30-20.00. Acara Kiprah Desa merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh RRI Yogyakarta dan salah satunya bekerja sama dengan Fakultas Pertanian UMY dimana para dosen yang menjadi narasumbernya.

Pendahuluan:

Tahun 2016 merupakan tahun yang bersejarah bagi negara-negara di Asia Tenggara terutama yang tergabung dalam Association of South East Asian Nation atau terkenal dengan sebutan ASEAN. Tahun ini menjadi penting mengingat inilah – tepatnya 31 Desember 2016 – tahun pertama dimulainya atau mulai berlakunya perjanjian terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community.

Kerjasama negara-negara ASEAN dalam kerangka ASEAN Economic Community pada dasarnya tidak hanya di sektor ekonomi, tapi juga disektor budaya, politik dan keamanan. Namun nuansa ekonomi dari kerjasama ini memang begitu terasa. Dan seperti lazimnya kerjasama ekonomi, umumnya adalah upaya meningkatkan perdagangan dengan menurunkan tarif bersama (bea masuk) atau dikenal dengan pasar bebas. Dan pasar bebas itu selalu mempunyai dua sisi yang harus diimbangkan, yaitu antara kerjasama dan kompetisi.

Tentu saja maksud dari kerjasama ekonomi ASEAN ini baik, yaitu untuk meningkatkan perdagangan diantara negara-negara anggota. Prinsipnya sederhana, yaitu dengan mengurangi atau bahkan menghapus hambatan perdagangan baik hambatan tarif maupun non tarif. Atau dalam tataran praktis dengan menurunkan atau menghapus bea tarif masuk (impor) barang. Dengan turun/hilangnya bea tarif ini diharapkan harga produk akan turun dan pada akhirnya akan meningkatkan volume dana tau nilai perdagangan.

Ibarat mata uang, selalu ada dua sisi dalam setiap kebijakan. Termasuk dengan kebijakan pasar bebas ASEAN dalam kerangka Masyarakat Ekonomi ASEAN. Di satu sisi bermaksud meningkatkan perdagangan namun disisi lain memunculkan kekhawatiran akan semakin derasnya produk-produk impor ke pasar dalam negeri. Atau dengan kata lain akan bersaingnya produk dalam negeri dengan produk negara lain yang mungkin lebih baik secara kualitas dan lebih murah dalam harganya. Terlebih lagi dengan produk-produk pertanian, kekhawatiran ini akan semakin menjadi. Membanjirnya produk-produk pertanian impor sudah menjadi kenyataan bahkan sebelum perjanjian ekonomi ASEAN ini diberlakukan. Dan tentu akan semakin mengkhawatirkan ketika pasar semakin terbuka lebar dalam kerangka ASEAN. Kompetisi, termasuk dalam perdagangan produk pertanian menjadi hal yang terelakkan ketika pasar ASEAN menjadi satu kesatuan dalam kesangka Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Sensus Pertanian yang dilakukan Badan Pusat Statistis (BPS) pada tahun 2013 menyebutkan bahwa, selama periode 2004-2012 ekspor tumbuh sebesar 18,6 persen per tahun sementara laju pertumbuhan impor 16,8 persen per tahun dan neraca perdagangan tumbuh positif dengan laju 1,1 persen per tahun. Ada yang menggembirakan misalnya laju ekspor yang cenderung meningkat dan surplus terhadap impor. Surplus terbesar dari sektor Perkebunan. Sementara defisit dari sektor tanaman pangan (beras, kedele, dan jagung), hortikultura (durian, jeruk) dan peternakan (susu dan daging sapi). (BAPPENAS, 2014)

Laporan BPS juga menyebutkan bahwa sedikitnya ada 29 produk impor pertanian yang meliputi: beras, jagung, kedelai, biji gandum dan mesin, tepung terigu, gula pasir, gula tebu, daging sejenis lembu, jenis lembu, daging ayam, garam, mentega, minyak goreng, susu, bawang merah, bawang putih, kelapa, kelapa sawit, lada, teh, kopi, cengkeh, kakao, cabai, cabai kering, cabai awet, tembakau, ubi kayu, kentang. Hal yang menyedihkan adalah bahwa dari 29 produk-produk pertanian yang impor, pada dasarnya sebagian besar bisa dihasilkan di negeri sendiri. Bahkan yang seolah tidak masuk akal adalah impor garam padahal Indonesia notabene sebagai negara maritim dengan garis pantai terpanjang ke-4 di dunia (BPS, 2013)

Desa sebagai entitas sosial, ekonomi dan politik mempunyai peran yang signifikan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN jika diberdayakan. Terlebih kaitannya dengan sector pertanian, desa merupakan basis dan awal dimana pertanian diusahakan. Hampir semua kegiatan pertanian dilakukan di desa. Mayoritas sumber daya pertanian (lahan, tenaga kerja) juga ada di desa. Hal ini berarti desa mempunyai posisi yang strategis dalam bangunan pertanian di Indonesia. Menguatkan peran desa dalam pembangunan pertanian sama halnya membangun pertanian itu sendiri.

Data dari Kementerian Dalam Negeri (Oktober, 2016) menyebutkan bahwa ada sebanyak 74.053 desa di Indonesia. Meski arus urbanisasi terus berlanjut, sebanyak 50,2% penduduk Indonesia ternyata tinggal di desa (Menteri Desa, 2015). Jumlah yang cukup besar dan menggambarkan besarnya potensinya jika dikelola. Jumlah yang cukup besar dan menggambarkan besarnya potensinya jika dikelola.

Fakta lainnya tentang desa adalah bahwa mayoritas penduduk desa adalah petani (60%). Selain itu, dari 28,5 juta penduduk miskin Indonesia (2015), 17,9 juta diantaranya tinggal di desa. Sementara itu, dukungan pemerintah terhada pembangunan desa melalui dana desa yang besar bisa menjadi kekuatan pembangunan dan pertanian. Dana yang mengalir ke desa untuk tahun 2016 saja sebesar sebesar 6% dana transfer daerah dan pada tahun depan (2017) akan menjadi 10% sehingga rata-rata per desa akan menerima lebih dari 1 Milyar rupiah.

 

Peluang dan Ancaman MEA Bagi Pertanian

Pasar bebas asean atau dikenal dengan AFTA (ASEAN Free Trade Agreement) dan dikuatkan dengan diberlakukannya Asean Economic Community (AEC) atau dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada dasarnya bukanlah satu-satunya perjanjian pasar bebas yang diikuti Indonesia. Sampai tahun 2015 Indonesia setidaknya telah menjadi anggota 6 perjanjian perdagangan bebas dalam kerangka ASEAN, yaitu: AFTA, ACFTA, AIFTA, AANZFTA, AKFTA dan IJEPA (Heri Akhmadi, 2015).

Beberapa penelitian (Dianiar, 2013), (Heri Akhmadi, 2015) menyatakan bahwa perjanjian perdaganan bebas seperti ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) berefek negatif terhadap export produk pertanian. Efek negative dari ACFTA disebabkan diantarannya karena dengan dibukanya arus perdangan dengan China, arus impor produk pertanian dari China ke Indonesia sebagai salah satu negara ASEAN, menjadi lebih dominan dibandingkan dengan arus ekspor dari negara ASEAN ke China.

Membanjirnya produk pertanian impor dengan harga yang lebih murah adalah salah satu kekhawatiran dari adanya perjanjian pasar bebas ASEAN. Terlebih khususnya berkaitan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dimana ruang lingkup kerjasamanya cukup luas. Karena dalam kerangka MEA, tidak hanya liberalisasi arus barang dan jasa saja tapi juga tenaga kerja dan juga kerjasama di bidang sosial politik dan keamanan. Artinya hampir seluruh aspek kehidupan diantara negara ASEAN akan beririsan dan bersinggungan, meski tentu harapannya akan positif efeknya. Namun setiap kebijakan tentu akan ada plus-minusnya termasuk di bidang pertanian.

Peran Desa dalam Mendukung Daya Saing Pertanian di Era MEA

Desa sebagai salah satu wilayah kesatuan hukum yang diakui negara tidak lepas dari obyek persaingan pasar bebas, bukan saja terhadap kualitas produk/barang yang dihasilkan desa itu sendiri, tetapi juga sumber daya manusia sebagai pengelola sumber daya alam, budaya dan modal sosial lainnya tentunya akan dihadapkan pada persaingan dengan negara lain (Sutardjo Jo, 2015)

Lain daripada itu, mesa merupakan tempat dimana hampir semua kegiatan pertanian dilakukan dan tentunya mempunyai posisi strategis dalam pembangunan. Tenaga kerja pertanian hampir seluruhnya juga tinggal di desa. Demikian halnya yang berkaitan dengan sosial-budaya pertanian juga berkembang dan terjaga di desa. Oleh karena itu, optimalisasi peran desa menjadi hal penting di era MEA ini. Terutama dalam mendukung daya saing pertanian menghadapi liberalisasi pasar dalam kerangka ASEAN.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan peran desa ini dalam mendukung daya saing pertanian. Pertama adalah menguatkan organisasi petani. Telah diungkapkan bahwa petani sebagai pelaku utama kegiatan pertanian hampir sebagian besar tinggal dan hidup di desa. Problem pertanian Indonesia adalah hampir sebagian besar petani adalah petani gurem dengan penguasaan lahan kurang dari 0,5 hektar. Data BPS hasil Sensus Pertanian (2013) dari 26,14 juta rumah tangga petani, sebesar 55,33% adalah petani gurem. Sempitnya penguasaan lahan membuat posisi petani kurang kuat mengingat secara matematis usahatani menjadi tidak ekonomis. Untuk itu, petani perlu bersinergi satu sama lain dengan membentuk kelompok/organisasi petani/kelompok tani sehingga posisi tawarnya semakin kuat. Selain itu, dengan berkelompok, petani juga mempunyai kesempatan lebih besar untuk mengakses program-program pemerintah.

Kedua, yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kerjasama seluruh stakeholder pertanian. Petani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dinas terkait dan masyarakat harus bekerja sama dalam membangun pertanian. Tanpa dukungan dari semua pihak, mustahil pertanian bisa efektif dan produktif. Dukungan pemerintah desa ini yang harus digaris-bawahi. Mengingat selama ini program-program desa lebih banyak yang mengarah pada perbaikan infrastruktur saja (pembangunan jalan, dll). Perlu ada aspek pembangunan pertanian yang masuk dalam program dan anggaran pembangunan desa. Dengan dana desa yang besar harapannya pertanian diperhatikan.

Berikutnya yang ketiga adalah penguatan peran pemuda desa dalam kegiatan pertanian. Sudah mafhum belakangan ini akan minimnya minat pemuda untuk terjun di dunian pertanian, bahkan pemuda desa. Padahal pemuda adalah kekuatan pembangunan dan perubahan. Jika para pemuda desa ini bisa dioptimalkan perannya dalam pembangunan pertanian desa insyaAllah masa depan pertanian di desa khususnya tidak terlalu dikhawatirkan. Setidaknya penerus estafet pertanian sudah bisa diharapkan. Pelibatan organisasi pemuda seperti Karang Taruna dalam hal ini mutlak diperlukan.

Langkah berikutnya yang keempat adalah dengan membangun ketahanan pangan desa. Desa sebagai wilayah pertanian sebisa mungkin tidak tergantung kebutuhan pangannya dari luar desanya. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan komoditas ungulan desa. Pembangunan komoditas unggulan ini menjadi penting karena tiap desa memiliki keuningan sendiri baik dari aspek geografis, ekologis maupun aspek social ekonominya.

Terakhir yang kelima adalah dengan optimalisasi penggunaan teknologi informasi dan social media untuk mendukung ketiga langkah sebelumnya. Perlu diakui bahwa ketiga hal yang pertama adalah langkah-langkah konvensional dalam pembangunan pertanian, meski pada faktanya tidak banyak dilakukan atau lebih tepatnya terlupakan. Diperlukan sentuhan kekinian untuk mendukungnya yaitu dengan sentuhan teknologi social media. Hal ini, meskipun teknologi informasi dan social media lebih terlihat sebagai konsumsi orang kota, namun dengan semakin terjangkaunya smartphone dan semakin luasnya coverage sinyal telekomunikasi tidak dipungkiri telah membuat masyarakat desa pun bisa mengaksesnya. Smartphone, Facebook, Instagram bukanlah barang aneh bagi orang desa sekalipun terutama generasi mudanya. Oleh karena itu, dengan melibatkan penggunaan teknologi informasi dan social media bukan tidak mungkin dunia pertanian desa pun menjadi semakin menarik khususnya bagi generasi mudanya.

Itulah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mendukung penguatan dan pembangunan pertanian di desa. Prinsipnya sederhana, jika pertanian desa maju maka kemampuan desa sebagai lumbung pangan dan basis pertanian akan kuat. Jika dasarnya kuat maka meskipun serbuan pasar bebas tidak bisa dielakkan setidaknya akan memiliki kemampuan bertahan yang lebih kuat.

References:

  • BAPPENAS. 2014. Analisis Rumah Tangga, Lahan, Dan Usaha Pertanian di Indonesia: Sensus Pertanian 2013. Direktorat Pangan Dan Pertanian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Jakarta.
  • BPS. 2013. Sensus Pertanian 2013. Jakarta
  • Dianniar, U. 2013. The Impact of Free Trade Agreements on Indonesia’s Agricultural Trade Flows: An Application of the Gravity Model Approach. Thesis, International Institute of Social Studies. The Hague, The Netherlands
  • Heri Akhmadi. 2013. Impact of FTA on Indonesian Agricultural Exports. (Thesis) unpublish. Faculty of Economics Chulalongkorn University, Thailand.
  • Sutardjo Jo. 2015. Tantangan Desa Menuju Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.