Berkunjung dan Mengenal Hankyong National University, Korea

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Pada pertengahan April 2019 saya berkesempatan ke Korea Selatan, tepatnya di Hankyong National University (HKNU) dalam rangkaian acara yang diberi nama “Joint Workshop/Seminar Indonesia-Korea” antara Program Studi Agribisnis UMY dan Fakultas Pertanian Hankyong National University. Acara ini merupakan follow up dari kegiatan FANRes International Conference yang sebelumnya di laksanakan di UMY pada September 2018, dimana salah satu pembicaranya adalah Dekan Fakultas Pertanian Hankyong National University Profesor Seong Guh Hwang.

Di Gerbang Depang Hankyong National University

Hankyong National University (HKNU) merupakan perguruan negeri tinggi satu-satunya di Propinsi Gyeonggi dan tepatnya terletak di Kota Anseong, kota yang terletak kurang lebih 80 kilometer dari Seoul. Terletak di luar kota besar Seoul membuat suasana kampus dan sekitarnya sangat nyaman untuk kuliah. Didukung fasilitas kampus yang lengkap dengan kualitas di negara maju sangat mendukung kegiatan belajar.

Kampus negeri ini terkenal untuk kajian teknologi, pertanian (agroteknologi), bioteknologi, teknologi informasi dan juga ilmu komputer. Dosen dan pengelolanya rata-rata lulusan luar negeri tentu dengan pengalaman dan kemampuan bahasa Internasional yang memadai.

Sementara itu yang bisa saya ceritakan, berikut ini beberapa dokumentasi yang bida dilihat sebagai gambaran tentan kampus ini:

Lapangan tengah kampus HKNU

Gedung Perkuliahan

Aula Pertemuan/Seminar

Suasanan di Dalam Komplek Kampus

Perpustakaan, bebas tidur bahkah disediain kasur…hehe

Disamping Campus Map

Samping Pintu Gerbang

Demikian, sementara catatan perjalanan ke HKNU. Semoga ada kesempatan menulis beberapa catatan lain dari kegiatan di sana. InsyaAllah.

Kecerdasan Literasi di Era Informasi: Cara Cerdas Menyikapi Fenomena Sosial Media

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Menyusul terjadinya ricuh demonstrasi di Bawaslu dalam Aksi 22 Mei (22 Mei 2019), pemerintah dalam hal ini Menteri Komunikasi dan Informatika berdasarkan arahan dari Menteri Kordinator Bidang Politik dan Keamanan akhirnya mendown layanan sosial media WhatsApp, Instagram dan Facebook. Dengan alasan untuk mencegah tersebarnya berita hoax dari kegiatan aksi yang berujung ricuh tersebut.

Saya sendiri kurang setuju sebenarnya dengan penutupan layanan sosmed ini, karena ini terkesan pemerintah ingin membatasi informasi. Sementara dengan oligarki politik dan ekonomi saat ini, dimana media mainstream hampir semuanya “dikuasai” pemerintah, sosial media merupakan saluran warga untuk mendapatkan media pembanding. Meskipun demikian saya memahami dampak yang mengancam dari sosial media bagi kita semua.

Sosial media memang menjadi kekuatan yang luar biasa saat ini. Dengan pengguna lebih dari separo penduduk Indonesia (data lembaga riset we are sosial sebesar 56%), tentu menjadi kekuatan yang luar biasa. Sudah terbukti di beberapa negara seperti Mesir, Sudan dll, sosial media berpengaruh pada gerakan sosial yang besar yang bahkan bisa menumbangkan sebuah pemerintahan. Wajar saja kalau pemerintah membatasi, meski juga ada hal lainnya yang juga menjadi perhatian.

Indonesia Digital 2019

Adalah “Algoritma Sosial Media” atau ada yang menyebut dengan “Filter Buble” dari sosial media yang membuat pengguna sosmed perlu hati-hati dalam menggunakan aplikasi ini. Dalam sejarahnya Algoritma atau Algorism (diambil dari nama penemunya, ilmuwan matematika Islam Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khwarizmi (780-850 masehi) pada dasarnya hanyalah cara/langkah-langkah menyelesaikan untuk menyelesaikan masalah.

Adapun algoritma sosial media sendiri secara ringkas dipahami sebagai mekanisme dari sosial media untuk menampilkan atau menyuguhkan informasi, updates, dan apa saja yang tampil di akun medias sosial seseorang sesuai dengan karakteristik, profil, kesukaan dan hal lainnya dari pengguna tersebut. Oleh karena itu, sebagai contoh bisa jadi sesuatu yang sedang trending yang tampil pada akun sosial media seseorang sangat jauh berbeda dengan orang lain pada saat yang sama.

Hal ini artinya, seorang pendukung satu aliran cenderung akan menerima informasi sesuai dengan alirannya. Seorang yang menyukai hal tertentu cenderung akan mendapatkan informasi tentang hal tersebut. Tentu hal ini akan menciptakan satu dunia sendiri yang bisa jadi berbeda dengan dunia orang lain

Hal lainnya adalah munculnya berita hoax. Berita hoax pada dasarnya bukan hal yang baru, namun dengan sosial media bisa semakin berbahaya. Kenapa?, di sosial media kita mendapatkan berita dari orang yang kita kenal (berteman dll), oleh karena itu ketika mereka menyebar berita cenderung kita mempercayainya karena yang bawa berita orang yang kita kenal. Bahkan terkadang berita yang sampai tidak kita kroscek, atua sekedar dibaca kontennya. Hanya judulnya saja namun sudah mengambil kesimpulan.

Tulisan saya ini pada dasarnya materi khutbah saya yang pernah saya sampaikan di Masjid Al Amin, Godekan Tamantirto Kasihan Bantul Yogyakarta. Saya sedikit beri tambahan pengantar sesuai kondisi saat ini.

Selamat membaca

Perkembangan teknologi informasi memang telah memudahkan manusia dalam berkomunikasi. Namun, seperti pisau bermata dua selalu ada positif dan negatifnya. Diantara dampak negatifnya adalah banyaknya informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya yang pada akhirnya bisa menimbulkan dampak yang tidak saja menjadi sampah informasi tetapi pada tahap tertentu bahkan bisa membahayakan hubungan antar manusia seperti informasi yang bersifat fitnah atau yang dikenal di dunia informasi sebagai HOAX. Menurut kamus Oxford, hoax didefinisikan sebagai sesuatu yang tidak benar dan menipu.4

Fenomena berita hoax pada dasarnya bukan hal baru. Bahkan pada zaman Nabi Muhammad SAW pun kasus berita hoax ini pernah terjadi. Sebagaimana diriwayatkan dalam Tafsir Ibnu Katsir, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW pernah mengutus Al Walid bin Uqbah bin Abi Mu’it untuk mengambil zakat orang-orang Banil Musthaliq. Kaum Bani Musthaliq sebelumnya belum masuk Islam, dan setelah mereka masuk Islam pimpinan mereka Al Haris Ibnu Abi Dirar berjanji mengumpulkan zakat kaumnya untuk diserahkan.

Hingga saat yang dijanjikan, pimpinan Bani Musthaliq sudah mengumpulkan zakat dan bahkan mengadakan penyambutan terhadap utusan Rasul yang dikabarkan akan mengambil zakatnya. Di lain pihak, utusan Rasul yaitu Al Walid bin Uqbah juga telah siap melaksanakan tugasnya mengambil zakat Bani Musthaliq. Ketika sampai di dekat daerah Bani Musthaliq, Al Walid merasa gentar dan mengira bahwa kaum Bani Musthaliq bermaksud menyerangnya (padahal dia belum sampai dan justeru mereka bermaksud menyambutnya). Selanjutnya dia (Al Walid) kembali ke Madinah dan melaporkan ke Rasulullah SAW dan menyampaikan kepadanya bahwa Bani Musthaliq tidak mau membayar zakat bahkan akan menyerangnya. Mendengar laporan tersebut Rasulullah SAW merasa marah dan mengirim pasukan untuk menyerang Bani Musthaliq. Di pihak lain kaum Bani Musthaliq yang merasa sudah menyiapkan zakat tapi tak kunjung diambil berencana menyerahkan langsung ke Madinah. Hingga akhirnya kedua kelompok bertemu dan hampir saja terjadi pertempuran sebelum akhirnya ada klarifikasi oleh pimpinan Bani Musthaliq kepada Rasulullah SAW.

Peristiwa Bani Musthaliq tersebut menurut beberapa ahli tafsir merupakan asbabun nuzul turunnya ayat ke 6 surat Al Hujurat. Secara lengkap ayat 6 surat Al Hujurat berbunyi (terjemahannya):

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat, 6)

Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al Qur’an Al‘Azhim mengatakan bahwa, “Allah Ta’ala memerintahkan untuk melakukan kroscek terhadap berita dari orang fasik. Karena boleh jadi berita yang tersebar adalah berita dusta atau keliru.”

Pada ayat di atas kita jumpai kalimat fatabayyanuu” diterjemahkan dengan “periksalah dengan teliti”. Maksudnya telitilah berita itu dengan cermat, tidak tergesa-gesa menghukumi perkara dan tidak meremehkan urusan, sehingga benar-benar menghasilkan keputusan yang benar.

Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim berkata, “Allah Ta’ala memerintahkan untuk melakukan kroscek terhadap berita dari orang fasik. Karena boleh jadi berita yang tersebar adalah berita dusta atau keliru.”

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di saat menerangkan ayat di atas, beliau berkata, “Termasuk adab bagi orang yang cerdas yaitu setiap berita yang datang dari orang kafir hendaknya dicek terlebih dahulu, tidak diterima mentah-mentah. Sikap asal-asalan menerima amatlah berbahaya dan dapat menjerumuskan dalam dosa. Jika diterima mentah-mentah, itu sama saja menyamakan dengan berita dari orang yang jujur dan adil. Ini dapat membuat rusaknya jiwa dan harta tanpa jalan yang benar. Gara-gara berita yang asal-asalan diterima akhirnya menjadi penyesalan.

Berita yang perlu dikonfirmasi adalah berita penting, ditunjukkan dengan digunakannya kata naba’untuk menyebut berita, bukan kata khobar. Prof. Dr. Quraish Shihab dalam bukunya Secercah Cahaya Ilahi halaman 262 membedakan makna dua kata itu. Kata naba’ menunjukkan berita penting, sedangkan khobar menunjukkan berita secara umum.

Al-Qur’an memberi petunjuk bahwa berita yang perlu diperhatikan dan diselidiki adalah berita yang sifatnya penting. Adapun isu-isu ringan, omong kosong, dan berita yang tidak bermanfaat tidak perlu diselidiki, bahkan tidak perlu didengarkan karena hanya akan menyita waktu dan energi.

Para ahli hadis memberti teladan dalam mentabayyun berita yang berasal dari orang yang berkarakter meragukan. Mereka telah mentradisikan tabayyun di dalam meriwayatkan hadis. Mereka menolak setiap hadis yang berasal dari pribadi yang tidak dikenal identitasnya atau pribadi yang diragukan integritasnya.

Sebaliknya, mereka mengharuskan penerimaan berita itu jika berasal dari seorang yang berkepribadian kuat (tsiqah). Untuk itulah kadang-kadang mereka harus melakukan perjalanan berhari-hari untuk mengecek apakah sebuah hadis yang diterimanya itu benar-benar berasal dari sumber yang valid atau tidak.

Tetapi sayang, tradisi ini kurang diperhatikan oleh kaum muslimin saat ini. Pada umumnya orang begitu mudah percaya kepada berita di koran, majalah atau media massa. Mudah pula percaya kepada berita yang bersumber dari orang kafir, padahal kekufuran itu adalah puncak kefasikan. Sehingga dalam pandangan ahlul hadis, orang kafir sama sekali tidak bisa dipercaya periwayatannya.

Dalam era informasi saat ini, mudah sekali orang percaya dan menyebar-nyebarkan kabar berita yang tidak jelas asal dan sumbernya dari mana. Lebih parah lagi dengan adanya aplikasi gadget seperti BBM dsb-nya, sebagian orang acap kali mem-broadcast kabar berita yang isinya sampah, hoax dan menyesatkan. Terkadang isinya tidak saja kabar yang belum tentu kebenaranya, tapi juga hadist-hadist lemah (dha’if) dan bahkan palsu (maudhu’) banyak disebar dan malah edit, dibuat-buat untuk menakut-nakuti.

3 Langkah “Saring sebelum Sharing”

  1. Cek benar atau tidak
  2. Cek bermanfaat atau tidak
  3. Cek tepat atau tidak waktunya saat disampaikan

Wallahu A’lam

Sumber Bacaan:

  1. We Are Social. Digital 2019:Indonesia. Accessed from: https://datareportal.com/reports/digital-2019-indonesia
  2. Tekno Sains.com. Algoritma dan Pemrograman. Accessed from: http://teknosains.com/sains-teknologi/algoritma-dan-pemrograman-itu-apa-sih
  3. Aulia Adam. 2017. Filter Bubble: Sisi Gelap Algoritma Media Sosial. Accessed from: https://tirto.id/filter-bubble-sisi-gelap-algoritma-media-sosial-cwSU
  4. Images are grom google.

NEW RELEASE…Chulalongkorn University Scholarship 2019, Beasiswa dari Chula untuk Warga ASEAN dan Non-ASEAN

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Sekitar seminggu yang lalu ada postingan masuk di Grup Facebook Alumni ASEAN Scholarship Chulalongkorn University (Chula) tentang beasiswa yang baru saja dirilis oleh Chula. Pada dasarnya ini semacam pengumuman beasiswa rutin tahunan dari Chula, hanya saja ada yang berbeda untuk tahun ini karena biasanya beasiswa ditawarkan dikenal dengan beasiswa ASEAN Scholarship yang artinya hanya untuk pelamar dari negara-negara ASEAN, serta khusus program pasca sarjana (graduate program).

Hal yang berbeda dari pengumuman beasiswa Chula tahun ini setidaknya ada dua, pertama beasiswa diperuntukkan tidak cuma untuk program pascasarjana (graduate) tetapi juga untuk S1 atau under graduate. Kedua, tidak cuma untuk negara ASEAN saja namun juga untuk Non-ASEAN. Yang terakhri ini sebenarnya tahun-tahun sebelumnya juga ada (beasiswa non-ASEAN), hanya saja biasanya terpisah pengumumannya.

Lebih detail mengenai beasiswanya sebagaimana disebutkan di website Office of Academic Affairs Chula, setidaknya ada 3 skema beasiswa dari Chula untuk tahun ini, yaitu:

  1. Undergraduate Scholarship Program
  2. Graduate Scholarship Program
  3. One Semester Scholarship Program

Pengumuman Chulalongkorn University Scholarship 2019

Adapun detail masing-masing beasiswa adalah sebagai berikut:

Untuk detail sebenarnya saya pengen jelaskan satu-satu, namun keterbatasan waktu kali ini hanya bisa melampirkan petunjuk beasiswa dan formnya. Silakan pembaca cermati sendiri di file yang saya lampirkan pada masing-masing skema beasiswa berikut ini:

#1. Undergraduate Scholarship Program

Untuk detail petunjuk dan form pendaftaran silakan download berikut ini:

#2. Graduate Scholarship Program

Untuk detail petunjuk dan form pendaftaran silakan download berikut ini:

#3. One Semester Scholarship Program

Untuk detail petunjuk dan form pendaftaran silakan download berikut ini:

Deadline lamaran beasiswa:

Selain dengan skema yang baru, pengumuman beasiswa kali ini juga memberikan tenggat waktu (deadline) yang relatif longgar. Pelamar bisa memilih untuk mendaftar untuk perkuliahan tahun 2019 atau 2020. Setidaknya ada waktu untuk mengumpulkan persyaratan bagi yang belum siap dalam waktu dekat. Detail deadlinenya adalah sebagai berikut:

  • Not later than May 31, 2019 for the first semester (Mulai kuliah Agustus 2019)
  • Not later than October 31, 2019 for the second semester (Mulai kuliah Maret 2020)

Demikian semoga bermanfaat. Selamat mendaftar bagi yang berminat, semoga berjodoh kuliah di Thailand.

Purwokerto, 3 Ramadhan 1440 H (8 Mei 2018)

The Power of Istighfar, Hikmah Istighfar Dari Seorang Penjual Roti dalam Kisah Imam Ahmad bin Hambal

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Terdapat suatu kisah yang inspiratif yang dinukil dari Kitab Manaqib Imam Ahmad bin Hambal, salah satu Imam Madzhab yang mempunyai nama asli Ahmad bin Muhammad bin Hanbal Abu ‘Abd Allah al-Shaybani. Beliau juga merupakan murid dari Imam Syafi’i, Imam fikih terkenal dari kalangan madzhab Syafi’iyah.

Dikisahkan oleh Imam Ahmad:

Suatu ketika saya mempunyai keinginan kuat untuk safar (bepergian) ke suatu kota (Basrah, Irak) untuk suatu hal yang saya tidak ada keinginan atau rencana. Hanya ada perasaan harus ke sana.

Sebagaimana diketahui, Imam Ahmad tinggal di Baghdad, Irak. Jarak antara Baghdad ke Basrah sekitar 532 km. Tentu perlu suatu alasan khusus untuk menempuh perjalanan yang cukup jauh, yang pada waktu itu mungkin harus ditempuh dalam beberapa hari. Namun demikian karena keinginan itu begitu kuat, akhirnya Imam Ahmad pun menempuh perjalanan tersebut.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, sampailah Imam Ahmad di Kota Basrah. Dan seperti umumnya orang bepergian, setelah sampai disana dicarilah masjid. Selain sebagai tempat sholat juga tempat istirahat. Kebetulah juga tiba di sana waktu isya.

Begitu selesai shalat dan jamaah pulang, Imam Ahmad bermaksud untuk tidur di masjid, tiba-tiba marbot masjid datang menemui Imam Ahmad sambil bertanya, “Anda mau ngapain disini ya Syaikh.” Istilah atau panggilan “syaikh” di Arab biasa dipakai untuk 3 panggilan, yaitu panggilan untuk orang tua, orang kaya ataupun orang yang berilmu. Panggilan Syaikh dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena marbot taunya sebagai orang tua, dan dia belum tahu kalau beliau Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan siapa dirinya.

Di Irak, semua orang kenal siapa imam Ahmad, seorang ulama besar dan ahli hadits, sejuta hadits dihafalnya, sangat shalih dan zuhud. Zaman itu tidak ada foto sehingga orang tidak tau wajahnya, hanya saja namanya sudah terkenal.

Lalu Imam Ahmad menjawab “saya ingin istirahat, saya musafir.” Namun marbot tidak mengizinkan dengan mengatakan, “tidak boleh, aturan disini tidak boleh tidur di masjid !“. (seperti biasanya masjid di Indonesia, dilarang tidur di masjid).

Imam Ahmad melanjutkan ceritanya dan mengatakan “saya didorong-dorong oleh marbot masjid itu itu disuruh keluar dari masjid, Setelah keluar masjid, dikunci pintu masjid. Lalu saya pun hendak tidur di teras masjid“. Namun ketika sudah berbaring di teras masjid, Marbotnya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad. “Mau ngapain lagi syaikh?” Kata marbot. “Mau tidur, saya musafir” kata imam Ahmad. Lalu marbot berkata, “di dalam masjid gak boleh, di teras masjid juga gak boleh.” Imam Ahmad diusir. Imam Ahmad bercerita, “saya didorong-dorong sampai jalanan”.

Diketahui bahwa di samping masjid ada rumah penjual roti (rumah ukuran kecil untuk membuat dan menjual roti). Penjual roti ini sedang membuat adonan, dan rupanya memperhatikan peristiwa Imam Ahmad didorong-dorong oleh marbot tadi. Ketika imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh, “Kemari ya syaikh, anda boleh nginap ditempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil”. Lalu Imam Ahmad pun masuk ke rumahnya, duduk dibelakang penjual roti yang sedang membuat roti (dengan tetap tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir).

Penjual roti ini punya perilaku khas, kalau imam Ahmad ngajak bicara dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adonan roti sambil melafalkan istighfar, “Astaghfirullah“. Saat memberi garam, astaghfirullah, menecah telur astaghfirullah, mencampur gandum astaghfirullah. Dia senantiasa mendawamkan istighfar. Sebuah kebiasaan mulia. Imam Ahmad memperhatikan terus.

Melihat kebiasaan yang jarang ini, Imam Ahmad bertanya “sudah berapa lama kamu lakukan ini?” Orang itu menjawab, “sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan“. Wow…sudah lama rupanya dia istiqomah melakukan amal ini. Lalu Imam Ahmad bertanya “apa hasil dari perbuatanmu ini?”. Orang itu menjawab “(lantaran wasilah istighfar) tidak ada hajat yang saya minta, kecuali pasti dikabulkan Allah. Semua yang saya minta pada Allah…langsung diwujudkan.” Lalu orang itu melanjutkan “semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yang belum Allah beri.”

Imam Ahmad penasaran lantas bertanya “apa itu?” Kata orang itu “saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan Imam Ahmad”. Seketika itu juga imam Ahmad bertakbir “Allahu Akbar..! Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah dan bahkan sampai didorong-dorong oleh marbot masjid itu sampai ke jalanan, ternyata karena istighfarmu.. ”

Penjual roti itu terperanjat, memuji Allah, ternyata yang didepannya adalah Imam Ahmad…Ia pun langsung memeluk dan mencium tangan Imam Ahmad….Subhanallaah

Kisah dari Imam Ahmad bin Hambal tadi menggambarkan tentang kedahsyatan istighfar sehingga membuat Allah SWT enggan untuk menolak doa yang dipanjatkan kepada-Nya. Seorang Imam besar pun akhirnya berkelana ke pelosok negeri, Allah tuntun langkahnya agar sampai di negeri si tukang roti. Kemudian, Allah membuat suatu keadaan hingga keduanya dipertemukan. Tak ada yang mustahil bagi Allah jika Dia berkehendak.

Istighfar Rasulullaah

Kisah Imam Ahmad tadi juga sejalan dengan sabda Rasulullah S.A.W:

Hadist Fadhilah Istighfar pict by @tadabburdaily

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan baginya pada setiap kesedihannya jalan keluar dan pada setiap kesempitan ada kelapangan dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

 

Hadist di atas menunjukkan setidaknya 3 faidah dari memperbanyak istighfar, yaitu:

  1. Jalan keluar dari kesedihan
  2. Kelapangan dari kesempitan
  3. Rezeki yang tidak disangka-sangka

Jadi, istighfar merupakan solusi dari setiap masalah dan kunci untuk mendapatkan rezeki. Mengenai rezeki yang tidak disangka-sangka, bebarapa ulama juga menyampaikan bahwa yang dimaksud tidak cuma rejeki dadakan tetapi rejeki yang barokah.

Kebiasaan untuk memperbanyak istighfar juga dilakukan oleh Rasulullaah, sebagaimana disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

“Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertaubat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari no. 6307).

Di hadist lainnya sebagaimana diriwayatkan oleh Al Aghorr Al Muzanni, yang merupakan sahabat Nabi, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِى وَإِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِى الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ

“Ketika hatiku malas, aku beristighfar pada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali.” (HR. Muslim no. 2702).

Istighfar Nabi Nuh

Pelajaran lain tentang hikmah dari istighfar juga bisa kita lihat dari kisah kaum Nabi Nuh AS. Bahwa ketika kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam tidak mau menaati ajakan beliau untuk beriman kepada Allah mereka diberi azab oleh Allah berupa kekeringan dan mandulnya kaum perempuan selama empat puluh tahun. Hal itu menjadikan hancurnya ternak dan tanaman mereka. Setelah keadaan ini berlangsung lama mereka mendatangi Nabi Nuh untuk meminta pertolongan.

Oleh Nabi Nuh mereka diminta untuk beristighfar, meminta ampun dari dosa kekufuran dan kemusyrikan, kepada Allah. Bila mereka mau beristighfar, Nabi Nuh menjanjikan bahwa Allah akan menurunkan hujan yang deras dari langit, memberi limpahan harta dan keturunan, serta menjadikan kebun-kebun dan sungai-sungai yang dpat menghidupi mereka.

Hal itulah yang dijelaskan oleh para ahli ketika mereka menafsirkan ayat 10–12 dari Surat Nuh.

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا. يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا. وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

“Maka aku (Nabi Nuh) katakan, ‘minta ampunlah kalian kepada Tuhan kalian, sesungguhnya Ia maha pengampun. Maka Dia akan menurunkan hujan yang deras dari langit kepada kalian. Dan Ia akan menganugerahkan kepada kalian harta dan anak-anak, serta menjadikan bagi kalian kebun-kebun dan sungai-sungai.”

Atas dasar ayat ini para ulama menyimpulkan bahwa istighfar merupakan sebab terbesar diturunkannya hujan dan diperolehnya berbagai macam rezeki serta bertambah dan berkembangnya keberkahan.

Kisah lainnya tentang istighfar berasal dari kalangan tabiin. Dikisahkan juga bahwa suatu ketika ada orang yang mengadu kepada Imam Hasan al-Bashri perihal kegersangan yang melanda daerahnya. Orang yang lain mengadu perihal sedikitnya hasil bumi yang ia peroleh. Yang lain lagi mengadu perihal sulitnya mendapat keturunan. Dan yang lainnya mengadu perihal kefakirannya. Kepada semua orang ini Imam Hasan menganjurkan untuk memperbanyak beristighfar kepada Allah. Ia ditanya, “Orang-orang datang kepadamu dengan berbagai hajat, mengapa engkau perintahkan mereka semua untuk beristighfar?” Imam Hasan al-Bashri menjawabnya dengan membaca ayat di atas.

Demikianlah beberapa ibroh atau fadhilah dari mengucapkan atau mengistiqomahkan untuk senantiasa beristigfar pada Allah.

Yogyakarta, 08 Maret 2019. InsyaAllah akan disampaikan pada khutbah jumat, di Masjid Al Amin Godekan, Tamantirto Kasihan Bantul.

Referensi:

  1. Agar Doa Didengar Allah SWT. Dialog Jumat Republika, 30 Januari 2019.
  2. Mahbub Junaidi. 2016. Manaqib Imam Ahmad: Kisah Tukang Roti Pendawam Istighfar.
  3. Tafsir Al-Munir, Wahbah Az-Zuhaili dan kitab tafsir lainnya. Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar.
  4. Muhammad Abduh Tuasikal. 2013. Perintah Memperbanyak Istighfar.
  5. Aminudin. 2015. Tribunnews.com. 7 Kedahsyatan dan Manfaat Membaca Istighfar
  6. Images: Banjarmasin Post, hidayatullah.com

Tips Mencari Referensi Jurnal Yang Efektif di Internet

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Jurnal adalah sumber referensi utama dalam penulisan karya ilmiah. Oleh karena itu hampir setiap mahasiswa atau peneliti yang akan membuat karya atau tulisan ilmiah pasti akan mencari jurnal sebagai bahan bacaan dan referensi dari tulisan atau artikelnya.

Ada jutaan artikel di internet yang bisa dijadikan referensi. Secara umum jurnal bisa dikategorikan menjadi dua, yaitu:

  1. Open Access Journal
  2. Restricted Journal

Open access journal merupakan jurnal-jurnal yang bisa diakses oleh siapa saja melalui mesin pencari (google, yahoo, dll) alias free atau gratis. Sedangkan restricted journal sesuai namanya berarti tidak semua orang bisa mengaksesnya. Hanya yang sudah mendapat “izin” atau akses masuk yang bisa menggunakannya (membaca, mendownload), biasanya berbayar.

Terlepas dari berbayar atau gratis, mencari jurnal di mesin pencari atau database jurnal ternyata juga tidak mudah. Jumlah jurnal yang jutaan dan terus bertambah tiap hari membuat mencarinya pun kadang tidak mudah. Oleh karena itu perlu ada cara yang tepat agar bisa mencari dan mendapatkan jurnal yang diinginkan.

Untuk itu melalui tulisan ini saya akan berbari tentang tips searching jurnal dengan tepat. Saya akan bagi langkah-langkahnya untuk dua tipe jurnal sebagaimana saya sampaikan sebelumnya. Untuk Open Access Journal menggunakan Google Scholar, sedangkan untuk restricted journal menggunakan database PERPUSTAKAAN NASIONAL RI (PERPUSNAS) dan PERPUS UMY (khusus dosen/mahasiswa UMY). Maaf untuk yang terakhir ini khusus mengunakan Wifi Kampus UMY, berhubung saya akademisi di sini. Jika kampus anda ada fasilitas juga memungkinkan.

  1. Searching Open Access Journal Melalui GOOGLE SCHOLAR
  2. Searching Restricted Journal Melalui PERPUSNAS dan PERPUS UMY (Khusus UMY)

Tips Mencari Artikel di Google Scholar

Google scholar atau Google Cendikia untuk versi Indonesia merupakan platform dari Google yang menyediakan layanan pencarian khusus artikel ilmiah baik itu buku, jurnal, dan segala artikel ilmiah yang ada di internet. Database ini mempunyai konten yang berjumlah jutaan atau mungkin milyaran dan bisa diakses oleh siapapun.

Mengingat banyaknya artikel yang terindeks di Google Scholar, mencari suatu artikel yang sesuai dengan yang kita inginkan terkadang menjadi sesuatu yang menguras waktu dan kadang membosankan. Sebagai contoh saat kita mengetik di Google Scholar kata “agriculture” maka hanya dalam hitungan 5 detik akan muncul 4.740.000 artikel…wow

Hasil pencarian di Google Scholar dengan kata kunci “agriculture”

Lantas bagaimana agar pencarian artikal ini efektif. Dalam hal ini mengurangi jumlah kemungkian dan mempersempit hasil pencarian spesifik sesuai dengan artikel yang dicari. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Yang jelas dengan mempersempit keyword atau kata kunci dan menggunaan tanda baca sebagaimana berikut:

#1. Membatasi Topik Artikel dengan Tanda Kutip “……..keyword…..”

Tanda kutip ini akan membatasi keyword hanya sesuai dengan yang diminta. Misal: pemasaran pertanian, beda dengan “pemasaran pertanian”. Kalau kita menulis di mesin pencari kalimat pemasaran pertanian tanpa ada tanda kutip, maka mesin pencari akan mencari semua tulisan yang mengandung kata: pemasaran, pertanian, pemasaran pertanian. Tapi kalau frasa itu ditulis dengan tanda kutip “pemasaran pertanian”maka hanya akan

#2. Membatasi Tahun Pencarian

Di sebelah kiri tampilan bar Google Scholar ada pilihan untuk mempersempit cakupan tahun dari paper yang dicari. Misal 10 tahun terakhir atau tahun tertentu sesuai yang diinginkan

#3. Membatasi jenis file

Misal mencari full text PDF, maka tinggal ditambahkan: filetype pdf. Demikian juga jenis file lainnya, misal microsoft word dll.

Selain untuk mencari paper atau file, Fitur lain di Google Scholar yang bisa dimanfaatkan adalah mengkopi sitasi atau daftar pustaka. Untuk menyimpan file daftar pustaka atau copy sitasi tinggal klik tanda kutip dibawah artikel

Menyingkat URL:

Menyimpan artikel di Google Scholar tanpa Flashdisk

Barangkali suatu waktu kita sedang surfing di Internet namun tidak membawa perangkat penyimpan (flash disk), sementara ada artikel yang menarik dan kita ingin menyimpannya.

  • Login di akun google
  • Beri tanda bintang pada artikel yang dipilih

Mencari Artikel di JSTOR atau EBSCO

Melalui perpus UMY

Mencari Artikel Melalui PERPUSTAKAAN NASIONAL

Perpustakaan Nasional RI telah berlangganan beberapa database jurnal berbayar, sehingga semua masyarakat bisa menggunakannya dan memanfaatkannya. Lumayan untuk jurnal-jurnal berbayar…hehe. Untuk bisa menggunakan fasilitas ini anda harus mendaftar sebagai anggota Perpusnas dengan registrasi di e-resources.perpusnas.go.id

Laman PERPUSNAS Untuk Registrasi Anggota

Selanjutnya ikuti prosedur pendaftaran sebagai anggota, mulai dengan mengisi data dan sebagainya yang diminta. Setelah proses registrasi selesai selanjutnya sistem akan mengirim email verifikasi

Yogyakarta, 29 Januari 2019.

References:

  1. Materi Pelatihan Sitasi dari Perpustakaan UMY
  2. San Diego State University. Don’t Let Database Searching Stress You Out!
  3. Feature image by gre.ac.uk

HOT NEWS…!!! On-site Interview Beasiswa Penuh dari Chulalongkorn University

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Semalam saya agak dikejutkan dengan postingan dari akun Instragram resmi Chulalongkorn University almamater saya, @chulastagram. Pertama dari foto yang diposting sangat mencolok sekali gambar wanita berjilbab dengan latar beberapa orang mahasiswa (laki-laki dan perempuan). Ini termasuk jarang karena sebagai kampus nomor wahid dari negara mayoritas Budha, sangat jarang memposting gambar wanita muslim berjilbab.

Postingan akun Instagram Chulalongkorn University @chulastagram

Namun yang lebih mengejutkan tentu adalah konten dari postingan tersebut. Yaitu informasi mengenai rencana Chula mengadakan On-site Interview dan Active recruitment calon penerima beasiswa. Dan tidak tanggung-tanggung, sasaran program ini hanya ada di Indonesia. Ya hanya satu negara sasaran, yaitu Indonesia.

Hal ini cukup mengejutkan karena baru beberapa hari yang lalu Mahidol University, salah satu saingan Chula di Thailand, baru saja meluncurkan program serupa, yang juga menyasar Indonesia dan beberapa negara ASEAN lainnya sebagaimana sy tulis dalam postingan sebelumnya tentang “Mahidol University Thailand: Active Recruitment and On-site Interview Khusus untuk Pelajar Indonesia”.

Pemilihan Indonesia oleh Chula dan Mahidol sebagai negara sasaran (dan negara ASEAN lainnya) seolah semakin memperjelas apa yang pernah saya sampaikan sekitar 3 tahun lalu dalam tulisan saya tentang “5 Alasan Kuliah di Thailand”  yaitu mengenai politik beasiswa ala Thailand. Lebih detail silakan kembali baca artikel saya itu.

On-site Interview dan Active recruitment di Jogja dan Jakarta

Oke kita lupakan saja mengenai politik beasiswa ini, ntar tambah pusing kalau bicara politik apalagi di tahun politik (pemilu) saat ini…hehe. Kembali ke acara “On-site Interview dan Active recruitment” yang akan dilaksanakan di Indonesia, sebagaimana di jelaskan oleh Graduate School Chula, acara ini akan dilaksanakan di dua kota pada waktu yang berbeda. Keduanya adalah:

Waktu dan Tempat Acara On-site Interview dan Active recruitment di Indonesia

Adapun mengenai prosedur registrasinya bisa dilihat pada alur berikut ini:

Alur Pendaftaran On-site Interview dan Active recruitment Chula

Lebih detail dan untuk registrasi online silakan klik di sini.

Demikian, semoga bermanfaat.

Jogja, 25 Desember 2019.

HOT NEWS!!!…Beasiswa Full Scholarship S2 dan S3 dari Mahidol University Thailand: Active Recruitment and On-site Interview Khusus untuk Pelajar Indonesia

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Satu hari yang lalu, tepatnya Sabtu, 12 Januari 2019 sekitar pukul 11 siang saya dikejutkan dengan sebuah email dari Thailand. Tidak tanggung-tanggung email ini merupakan email resmi dari salah satu staf Faculty of Graduate Studies kampus terkenal di Thailand, Mahidol University. Pengirimnya adalah Pi (sebutan panggilan) Lalita atau lengkapnya Lalita Adulyakittiphaisan. Saya sendiri tidak kenal secara langsung dengan beliau, tapi cukup familiar namanya karena pernah tahu dari istri saya yang alumni Mahidol. Saya memang pernah pernah beberapa kali ke Graduate Studies Mahidol di Salaya menemani istri saya jika ada urusan di sana, namun saya tidak pernah berurusan secara langsung dengan beliau ataupun Graduate Studies dan saya juga bukan alumni Mahidol. Oleh karena itu agak heran juga koq saya diemail beliau.

Btw, kita lupakan keheranan saya dapat kiriman email dari Pi Lalita. Yang penting untuk dibahas adalah isi dari email itu. Pesan utama dari emailnya adalah pengumuman dari Faculty of Graduate Studies Mahidol University mengenai rencana melakukan “Active Recruitment dan On-site Interview” untuk penerima beasiswa dari Mahidol tahun 2019 yang akan dilaksanakan di Bali dan Jakarta pada bulan Maret 2019 besok. Dan meminta saya untuk membantu mensosialisasikan informasi ini. Berikut detail emailnya:

Email Pi Lalita dari Faculty of Graduate Studies Mahidol tentang Penerimaan Beasiswa S2/S3 tahun 2019

Ada beberapa point penting dari email Pi Lalita di atas:

  1. Mahidol menyediakan beasiswa penuh S2 dan S3 khususnya bagi warga negara Indonesia yang mengcover biaya kuliah (tuition fees) dan biaya lainnya termasuk full stipend (living cost) selama 2 tahun untuk S2 dan 3 tahun untuk S3
  2. Akan diadakan seleksi langsung di Indonesia, yaitu di Jakarta dan Bali pada tanggal 2 dan 3 Maret 2019.
  3. Lebih detail infonya bisa dilihat di http://www.grad.mahidol.ac.th/ActiveRecruitment2018/

Link website Graduate Studies Mahidol tentang kegiatan Active Recrutment 2019

Email dari Pi Lalita itu juga melampirkan dua dokumen tentang kegiatan active recruitment tersebut. Satu file berisi tentang detail dari rekrutmen dan syarat-syarat beasiswa dan satu dokumen foto tentang kegiatan rekrutment. Dari dokumen yang di lampirkan, tersebut bahwa kegiatan active recruitment ini ternyata tidak hanya dilaksanakan di Indonesia, tetapi juga di 3 negara lainnya yaitu: Kamboja (26 Januari), Nepal (2 Maret) dan Myanmar (9 Maret 2019). Khusus di Indonesia dilaksanakan 2 kali yaitu di Jakarta dan Bali sebagaimana saya sebutkan sebelumnya (untuk tempat pelaksanaan akan diumumkan kemudian).

Mahidol University Full Scholarship

Selain info mengenai kegiatan “Active Recruitment dan On-site Interview”, dokumen dari email Pi Lalita juga menjelaskan secara ringkas mengenai info beasiswa yang ditawarkan. Diantara beberapa poinnya adalah bahwa beasiswa ini adalah beasiswa full scholarship untuk S2 dan S3. Selain itu juga disebutkan mengenai target dari penerima beasiswa ini atau siapa yang bisa melamar, dan juga mengenai prosedur pendaftaran bagi yang akan mengikuti kegiatan.

Siapa yang bisa mandaftar program ini?

  1. Dosen atau staff universitas atau institusi yang berkaitan dengannya seperti staf rumah sakit pendidikan atau pusat studi/lembaga penelitian
  2. Pegawai pemerintah atau lembaga negara termasuk baik pemerintah daerah maupun pusat
  3. Karyawan swasta atau lembaga non pemerintah yang mempunyai kontribusi bagi negara
  4. Individual yang mempunyai prestasi akademik dan kemampuan bahasa Inggris yang baik.

Tahapan Proses Seleksi Kandidat

Bagi siapa saja yang berminat dan memenuhi kualifikasi, silakan melalui proses seleksi sebagaimana berikut:

  1. Melakukan registrasi pada website Graduate Studies Mahidol, link pendaftaran sebagai berikut: kunjungi http://www.grad.mahidol.ac.th/ActiveRecruitment2018/
  2. Bagi pelamar yang tertarik dan sudah mendaftar, bisa membawa dokumen berikut pada saat acara: sertifikat bahasa Inggris (TOEFL or IELTS), ijazah dan transkrip nilai. Kemampuan bahasa Inggris merupakan nilai plus, tapi bukan merupakan syarat yang diharuskan.
  3. Beberapa program studi mengharuskan mini test sebelum wawancara, detail mengenai hal ini akan diumumkan kemudian.
  4. Pengumuman hasil interview akan disampaikan 2 pekan setelah wawancara. Selanjutnya Graduate Studies akan membantu proses registrasi di program studi masing-masing.
  5. Bagi pelamar yang sudah pernah mendaftar pada tahun lalu masih bisa mengikuti seleksi melalui program ini.
  6. Beberapa program studi mungkin tidak mengikuti proses active recruitment ini, namun pelamar masih bisa mendaftar program dan beasiswanya melalui Graduate Studies Mahidol University. Link nya bisa diakses di sini.

Detail dari keterangan diatas bisa didownload di sini: active-recruitment-announcement-2019-general.

Poster Kegiatan “Active Recruitment and On-site Interview” Mahidol Unversity di Indonesia

Demikian sekilas info mengenai beasiswa full scholarship dari Mahidol University yang saya terima dari Pi Lalita, staf Graduate Studies Mahidol University. Semoga bermanfaat.

Purwokerto, 13 Januari 2018.