Tag Archives: Beasiswa Kuliah di Thailand

HOT NEWS 2019 !!!…Beasiswa Kuliah 1 Semester di Chulalongkorn University Untuk Mahasiswa S1/S2/S3, Dosen/Peneliti dan Tenaga Kependidikan

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Sore ini ada notifikasi di laman Facebook saya (FB. Heri Akhmadi) yang masuk melalui Grup Facebook “CU-ASEAN Scholarship Alumni”. Notifikasi itu berkaitan dengan informasi yang diposting oleh Ms.Nangfha Valentine, atau dikenal oleh para grantee ASEAN Scholarship sebagai “Pi Ting” yang juga sebagai admin dari grup ini. Beliau adalah Person in Charge (PIC) beasiswa ASEAN di almamater saya Chulalongkorn University Thailand. Jadi hampir semua penerima beasiswa ASEAN di Chula pasti kenal dengan beliau.

Lantas apa yang Pi Ting posting?…tidak lain adalah apa yang menjadi topik dari tulisan saya kali ini. Yaitu mengenai pembukaan beasiswa studi satu semester di Chulalongkorn University Thailand atau dalam versi resminya bernama “Chulalongkorn University’s One-Semester Scholarship Programme for ASEAN or Non-ASEAN Countries”.

Posting di FB Group Alumni ASEAN Scholarship

Pada dasarnya beasiswa kuliah satu semester atau kita dulu mengenalnya sebagai “beasiswa exchange study” ini bukan hal yang baru, dulu sewaktu saya kuliah (2013-2015) juga ada teman-teman mahasiswa Indonesia yang kuliah satu semester di Chula. Namun yang membedakan pada tahun ini adalah, beasiswa ini terbuka untuk mahasiswa dari semua jenjang S1/S2/S3 bahkan bagi dosen/peneliti dan tenaga kependidikan. Jadi peluang ini terbuka untuk semua mahasiswa termasuk dosennya dan staf akademik di kampus.

Detail Beasiswa

Lantas apa bagaimana dengan detail beasiswanya?…secara detail tercantum pada lampiran file yang diposting oleh Pi Ting. Berikut ini detail beasiswa, mulai dari fasilitas, biaya yang ditangguang dan juga persyaratan serta deadline aplikasinya. Termasuk juga formulir pendaftaran dan berkas yang perlu disiapkan. Disini sengaja saya copy paste versi aslinya (berbahasa Inggris), sehingga saya tidak menambahkan penafsiran ataupun terjemahan. Silakan bisa dipahami masing-masing pembaca (versi original LENGKAP bisa didownload pada file di akhir tulisan ini).

Term of the Scholarships:

The home university must permit its students to spend one whole semester in the programme, but not more than 4 months, at Chulalongkorn University.

Provisions of the Scholarships:

The scholarships will cover the following:

  1. An economy class, round-trip ticket, as actually paid. It should also be noted that, (1# For students from ASEAN, the airfare of each leg of the trip must not exceed 8,500 Baht;  2# For students from Asian countries, the airfare of each leg of the trip must not exceed 12,000 Baht; 3# For students from Europe, Australia and New Zealand as well as Africa, the airfare ofeach leg must not exceed 20,000 Baht; 4# For students from North and South America, the airfare of each leg must not exceed 30,000 Baht.Students are required to pay for their tickets and this amount will be reimbursed upon their arrival at Chulalongkorn University.
  2. A monthly stipend and accommodation in the amount of 16,000 Baht
  3. Tuition fees (Fees/special fees charged by the Faculty or the Programme of the student choice are excluded.  Advanced arrangement between the students and the Faculty/Programme is needed).

Eligibility of Applicants:

  1. Applicants must be undergraduate students who are studying for a Bachelor’s degree, or graduate students in the Master’s degree/Doctoral degree programmes, faculty members, researchers or academic staff.
  2. Once having been granted with the scholarships, the applicants are required to enroll, at Chulalongkorn University, for 12 credits for the undergraduates and 6 credits for the graduates. The subjects the applicants enroll on should correspond to their Major or Minor.
  3. Applicants must have a good command of English.
  4. Applicants must be in good health.

For further information about all programmes offered by Chulalongkorn University, please visit http://www.academic.chula.ac.th/search/search.asp For all international programmes, please visit http://www.inter.chula.ac.th/inter/internationalstudents/InterProgramList.html

Documents Required for Application:

  1. A completed application form with a 1-inch photograph attached,
  2. A nomination letter from the home institution,
  3. An official academic transcript, issued by the institution the applicant is currently attending),
  4. A photocopy of the applicant’s passport

Application Procedures and Period:

  1. Applicants must send the completed application form and relevant documents directly to the Faculty/Programme of their choice.  The Office of Academic Affairs will not accept direct applications from applicants.
  2. Applicants must be screened and accepted by the Faculty/Programme of their choice before their names are forwarded the Office of Academic Affairs, Chulalongkorn University. All relevant application documents which have been screened by the Faculty/Programme must arrive at the Office of Academic Affairs no later than October 31, 2019.

It should be noted that each Faculty/Programme sets its own application deadline and selection schedule of the applicants. Applicants should send their application form and relevant documents to the  Faculty/Program of their choice at least 2 weeks prior to the deadline set by the University’s Office of  Academic Affairs.

Application Form:

The application form for “The One- Semester Scholarship Programme for ASEAN or Non-ASEAN Countries” can be downloaded from: www.academic.chula.ac.th

Conditions of Scholarships:

  1. The scholarship period cannot be extended.
  2. The recipients are not permitted to accept any employment in Thailand during the term of their scholarships.
  3. The recipients are not permitted to postpone a period of the scholarship acceptance as proposed by Chulalongkorn University.
  4. The recipients must residence in Thailand during the scholarship period

In case of the scholarship recipient whishes to leave Thailand during the semester, he/she has to inform the University of his/her departure through the Advisor where he/she is studying and the advisor must give assurance that his/her absence will not interrupt his/her studies. Once the request is approved by the University, the scholarship recipient will be able to depart. In this regard, the University will not be responsible for the airfare. If his/her absence is more than 10 days, he/she will not be entitled to the living allowance for the month (s) of his/her absence.

Health insurance :

Chulalongkorn University has a health service center facility. However, foreign students must have comprehensive health insurance policy to cover medical services in case of serious  illness requiring hospitalization.  If not, all medical expenses incurred will be borne by recipients.

Suspension and termination of  scholarships :

These scholarships will be suspended or terminated for the following reasons:

  1. Serious illness of recipients. The recipient is deemed to be seriously ill and not physically fit to carry on with his/her studies.
  1. Absence of recipients. Student departs Thailand for over 10 days without the consent of his/her academic Advisor and approved by the University

Download Files:

Announcement of One Semester ASEAN and Non ASEAN Scholarship 2019

Application Form One Semester ASEAN and NON ASEAN Scholarship 2019

———————————————————-end—————————————————————————————

Demikian, semoga bermanfaat.

Jogja, 11 Juli 2019.

HOT NEWS…!!! On-site Interview Beasiswa Penuh dari Chulalongkorn University

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Semalam saya agak dikejutkan dengan postingan dari akun Instragram resmi Chulalongkorn University almamater saya, @chulastagram. Pertama dari foto yang diposting sangat mencolok sekali gambar wanita berjilbab dengan latar beberapa orang mahasiswa (laki-laki dan perempuan). Ini termasuk jarang karena sebagai kampus nomor wahid dari negara mayoritas Budha, sangat jarang memposting gambar wanita muslim berjilbab.

Postingan akun Instagram Chulalongkorn University @chulastagram

Namun yang lebih mengejutkan tentu adalah konten dari postingan tersebut. Yaitu informasi mengenai rencana Chula mengadakan On-site Interview dan Active recruitment calon penerima beasiswa. Dan tidak tanggung-tanggung, sasaran program ini hanya ada di Indonesia. Ya hanya satu negara sasaran, yaitu Indonesia.

Hal ini cukup mengejutkan karena baru beberapa hari yang lalu Mahidol University, salah satu saingan Chula di Thailand, baru saja meluncurkan program serupa, yang juga menyasar Indonesia dan beberapa negara ASEAN lainnya sebagaimana sy tulis dalam postingan sebelumnya tentang “Mahidol University Thailand: Active Recruitment and On-site Interview Khusus untuk Pelajar Indonesia”.

Pemilihan Indonesia oleh Chula dan Mahidol sebagai negara sasaran (dan negara ASEAN lainnya) seolah semakin memperjelas apa yang pernah saya sampaikan sekitar 3 tahun lalu dalam tulisan saya tentang “5 Alasan Kuliah di Thailand”  yaitu mengenai politik beasiswa ala Thailand. Lebih detail silakan kembali baca artikel saya itu.

On-site Interview dan Active recruitment di Jogja dan Jakarta

Oke kita lupakan saja mengenai politik beasiswa ini, ntar tambah pusing kalau bicara politik apalagi di tahun politik (pemilu) saat ini…hehe. Kembali ke acara “On-site Interview dan Active recruitment” yang akan dilaksanakan di Indonesia, sebagaimana di jelaskan oleh Graduate School Chula, acara ini akan dilaksanakan di dua kota pada waktu yang berbeda. Keduanya adalah:

Waktu dan Tempat Acara On-site Interview dan Active recruitment di Indonesia

Adapun mengenai prosedur registrasinya bisa dilihat pada alur berikut ini:

Alur Pendaftaran On-site Interview dan Active recruitment Chula

Lebih detail dan untuk registrasi online silakan klik di sini.

Demikian, semoga bermanfaat.

Jogja, 25 Desember 2019.

HOT NEWS!!!…Beasiswa Full Scholarship S2 dan S3 dari Mahidol University Thailand: Active Recruitment and On-site Interview Khusus untuk Pelajar Indonesia

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Satu hari yang lalu, tepatnya Sabtu, 12 Januari 2019 sekitar pukul 11 siang saya dikejutkan dengan sebuah email dari Thailand. Tidak tanggung-tanggung email ini merupakan email resmi dari salah satu staf Faculty of Graduate Studies kampus terkenal di Thailand, Mahidol University. Pengirimnya adalah Pi (sebutan panggilan) Lalita atau lengkapnya Lalita Adulyakittiphaisan. Saya sendiri tidak kenal secara langsung dengan beliau, tapi cukup familiar namanya karena pernah tahu dari istri saya yang alumni Mahidol. Saya memang pernah pernah beberapa kali ke Graduate Studies Mahidol di Salaya menemani istri saya jika ada urusan di sana, namun saya tidak pernah berurusan secara langsung dengan beliau ataupun Graduate Studies dan saya juga bukan alumni Mahidol. Oleh karena itu agak heran juga koq saya diemail beliau.

Btw, kita lupakan keheranan saya dapat kiriman email dari Pi Lalita. Yang penting untuk dibahas adalah isi dari email itu. Pesan utama dari emailnya adalah pengumuman dari Faculty of Graduate Studies Mahidol University mengenai rencana melakukan “Active Recruitment dan On-site Interview” untuk penerima beasiswa dari Mahidol tahun 2019 yang akan dilaksanakan di Bali dan Jakarta pada bulan Maret 2019 besok. Dan meminta saya untuk membantu mensosialisasikan informasi ini. Berikut detail emailnya:

Email Pi Lalita dari Faculty of Graduate Studies Mahidol tentang Penerimaan Beasiswa S2/S3 tahun 2019

Ada beberapa point penting dari email Pi Lalita di atas:

  1. Mahidol menyediakan beasiswa penuh S2 dan S3 khususnya bagi warga negara Indonesia yang mengcover biaya kuliah (tuition fees) dan biaya lainnya termasuk full stipend (living cost) selama 2 tahun untuk S2 dan 3 tahun untuk S3
  2. Akan diadakan seleksi langsung di Indonesia, yaitu di Jakarta dan Bali pada tanggal 2 dan 3 Maret 2019.
  3. Lebih detail infonya bisa dilihat di http://www.grad.mahidol.ac.th/ActiveRecruitment2018/

Link website Graduate Studies Mahidol tentang kegiatan Active Recrutment 2019

Email dari Pi Lalita itu juga melampirkan dua dokumen tentang kegiatan active recruitment tersebut. Satu file berisi tentang detail dari rekrutmen dan syarat-syarat beasiswa dan satu dokumen foto tentang kegiatan rekrutment. Dari dokumen yang di lampirkan, tersebut bahwa kegiatan active recruitment ini ternyata tidak hanya dilaksanakan di Indonesia, tetapi juga di 3 negara lainnya yaitu: Kamboja (26 Januari), Nepal (2 Maret) dan Myanmar (9 Maret 2019). Khusus di Indonesia dilaksanakan 2 kali yaitu di Jakarta dan Bali sebagaimana saya sebutkan sebelumnya (untuk tempat pelaksanaan akan diumumkan kemudian).

Mahidol University Full Scholarship

Selain info mengenai kegiatan “Active Recruitment dan On-site Interview”, dokumen dari email Pi Lalita juga menjelaskan secara ringkas mengenai info beasiswa yang ditawarkan. Diantara beberapa poinnya adalah bahwa beasiswa ini adalah beasiswa full scholarship untuk S2 dan S3. Selain itu juga disebutkan mengenai target dari penerima beasiswa ini atau siapa yang bisa melamar, dan juga mengenai prosedur pendaftaran bagi yang akan mengikuti kegiatan.

Siapa yang bisa mandaftar program ini?

  1. Dosen atau staff universitas atau institusi yang berkaitan dengannya seperti staf rumah sakit pendidikan atau pusat studi/lembaga penelitian
  2. Pegawai pemerintah atau lembaga negara termasuk baik pemerintah daerah maupun pusat
  3. Karyawan swasta atau lembaga non pemerintah yang mempunyai kontribusi bagi negara
  4. Individual yang mempunyai prestasi akademik dan kemampuan bahasa Inggris yang baik.

Tahapan Proses Seleksi Kandidat

Bagi siapa saja yang berminat dan memenuhi kualifikasi, silakan melalui proses seleksi sebagaimana berikut:

  1. Melakukan registrasi pada website Graduate Studies Mahidol, link pendaftaran sebagai berikut: kunjungi http://www.grad.mahidol.ac.th/ActiveRecruitment2018/
  2. Bagi pelamar yang tertarik dan sudah mendaftar, bisa membawa dokumen berikut pada saat acara: sertifikat bahasa Inggris (TOEFL or IELTS), ijazah dan transkrip nilai. Kemampuan bahasa Inggris merupakan nilai plus, tapi bukan merupakan syarat yang diharuskan.
  3. Beberapa program studi mengharuskan mini test sebelum wawancara, detail mengenai hal ini akan diumumkan kemudian.
  4. Pengumuman hasil interview akan disampaikan 2 pekan setelah wawancara. Selanjutnya Graduate Studies akan membantu proses registrasi di program studi masing-masing.
  5. Bagi pelamar yang sudah pernah mendaftar pada tahun lalu masih bisa mengikuti seleksi melalui program ini.
  6. Beberapa program studi mungkin tidak mengikuti proses active recruitment ini, namun pelamar masih bisa mendaftar program dan beasiswanya melalui Graduate Studies Mahidol University. Link nya bisa diakses di sini.

Detail dari keterangan diatas bisa didownload di sini: active-recruitment-announcement-2019-general.

Poster Kegiatan “Active Recruitment and On-site Interview” Mahidol Unversity di Indonesia

Demikian sekilas info mengenai beasiswa full scholarship dari Mahidol University yang saya terima dari Pi Lalita, staf Graduate Studies Mahidol University. Semoga bermanfaat.

Purwokerto, 13 Januari 2018.

ASEAN Scholarship, Beasiswa Favorit Mahasiswa Indonesia di Thailand (Now Opening)

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan mengenai “ASEAN Scholarship, Beasiswa Favorit Mahasiswa Indonesia di Thailand” ini adalah bagian dari serial tulisan “Kuliah di Thailand” yang sudah saya tulis sebelumnya. Saya tulis khusus mengenai ASEAN Scholarship (AS) karena ini salah satu beasiswa rutin yang dirilis oleh pemerintah Thailand, melalui beberapa kampus yang ada di sana, khususnya kampus pemerintah atau universitas negeri ternama seperti Chulalongkorn University, Mahidol University dan Kasetsart University.

Sebagaimana sudah saya tulis sekilas di tulisan saya sebelumnya mengenai “7 Beasiswa Kuliah di Thailand”, ASEAN Scholarship merupakan salah satu beasiswa favorit yang banyak diminati oleh mahasiswa Indonesia. Beasiswa ini, sesuai dengan namanya memang beasiswa yang hanya diperuntukkan bagi mahasiswa asing yang berasal dari negara-negara ASEAN, meliputi Indonesia, Malaysia, Singapura, Philipina, Brunei, Vietnam, Myanmar, Laos dan Kamboja. Sebagaimana disebutkan dalam panduan beasiswa ASEAN Scholarship, salah satu alasan dari diluncurkannya beasiswa ini merupakan bagian dari program Internasionalisasi perguruan tinggi di Thailand. Continue reading

7 Beasiswa Kuliah di Thailand

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan tentang “7 Beasiswa Kuliah di Thailand” ini merupakan lanjutan dari tulisan saya sebelumnya tentang “5 Alasan Kuliah di Thailand” yang pernah saya posting beberapa waktu lalu. Seperti tulisan tentang alasan kuliah di Thailand, tulisan ini juga lahir karena banyaknya pertanyaan dan respon dari pembaca dan teman-teman mengenai beasiswa yang bisa diakses untuk membiayai kuliah di Thailand. Tentu beasiswa yang dimaksud di sini adalah beasiswa yang berasal dari Thailand, baik pemerintah Kerajaan Thailand atau pun kampus/universitas yang ada di sana. Adapun mengenai beasiswa dari Indonesia atau sumber lainnya tidak dibahas disini dan saya kira sudah banyak artikel atau sumber informasinya.

Untuk itu pada tulisan ini saya fokus pada informasi atau sharing pengalaman tentang beasiswa-beasiswa yang bisa diakses di Thailand dan cara mendapatkannya. Sesuai dengan pengalaman saya sebagai salah seorang awardee dari “ASEAN Scholarship”, salah satu beasiswa yang disediakan untuk para calon mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah di Thailand. Oia satu lagi, untuk sementara tulisan ini masih rintisan mengingat masih ada beberapa informasi yang insyaAllah akan saya tambahkan. Continue reading

5 Alasan Kuliah di Thailand

Oleh: Heri Akhmadi, S.P., M.A.*

Saya sering ditanya oleh beberapa teman, ”kenapa sih ambil S2 di Thailand?”. Bahkan teman saya yang asli Thailand pun menanyakan hal serupa. Hal ini wajar saja karena memang Thailand bukan tujuan “konvensional” umumnya pelajar Indonesia untuk studi S2 atau S3. Bahkan warga Thailand sendiri juga heran koq bisa pelajar Indonesia memilih negaranya untuk studi lanjut di sana.

Pertanyaan lain yang sering ditanyakan juga adalah, apa sih istimewanya Thailand sehingga seseorang – yang bukan warga negara Thailand – memutuskan menempuh pendidikannya di sana?, apa keunggulan pendidikan di Thailand yang membuat pelajar Indonesia memilihnya dibanding ke negara lainnya?. Pertanyaan-pertanyaan itu dan pertanyaan serupa akan saya coba jawab – berdasarkan pengalaman saya studi di sana – dalam tulisan saya kali ini tentang “5 Alasan Kuliah di Thailand” semoga bisa memberikan jawaban. Selamat membaca….

Alasan Pertama, Kualitas Pendidikan Thailand lebih bagus dari Indonesia

Ini barangkali alasan “Ideologis”. Ya, tentu wajar kalau kita melanjutkan jenjang pendidikan ke institusi yang kualitasnya lebih baik dari sebelumnya. Dan tahukah anda bahwa meski memang Thailand tidak sekaya Amerika, tidak seterkenal Eropa, tidak secanggih Jepang bahkan tidak sebersih Singapura namun dalam bidang pendidikan (tinggi) masih lebih baik dari Indonesia. Tentu tidak semua kampus di Thailand lebih unggul dari Indonesia, tetapi kita bandingkan saja kampus-besarnya dengan kampus unggulan kita di Indonesia semisal UI, UGM, ITB atau IPB dengan kampus-kampus besar Thailand seperti Chulalongkorn University, Mahidol, Kasetsart atau Thamassat University. Mudah saja, kita lihat peringkat universitasnya di lembaga pemeringkat semisal QS World, Webrometic atau TimesHigher. Data terbaru tahun 2015 bisa dilihat dalam tabel berikut:

Tabel Peringkat Universitas Tahun 2015

No

Universitas

Negara

Peringkat QS World

Peringkat Webometrics

1

Chulalongkorn Thailand 253 422

2

Mahidol Thailand 295 299

3

Chiang Mai Thailand 551-600 481

4

Thammasat Thailand 601-650 793

5

Kasetsart Thailand 651-700 372
 

1

UI Indonesia 358 909

2

ITB Indonesia 431-440 781

3

UGM Indonesia 551-600 819

4

UNAIR Indonesia 701+ 1440

5

IPB Indonesia 701+ 1554

Data terbaru tahun 2018 mengenai peringkat universitas di Thailand dan Indonesia tersaji pada tabel di bawah ini. Terlihat beberapa kampus baik di Indonesia maupun Thailand mengalami peningkatan, namun ada juga yang turun drastis peringkatnya.

No Universitas Negara Peringkat QS World Peringkat Webometrics
1 Chulalongkorn Thailand 245 548
2 Mahidol Thailand 334 568
3 Chiang Mai Thailand 551-600 746
4 Thammasat Thailand 601-650 1156
5 Kasetsart Thailand 751-800 751
 
1 UI Indonesia 277 888
2 ITB Indonesia 331 1235
3 UGM Indonesia 401-450 924
4 UNAIR Indonesia 701-750 2902
5 IPB Indonesia 751-800 1462

Sumber: QS World University Ranking dan Webometrics.

Tabel di atas menunjukkan bagaimana posisi beberapa perguruan tinggi Indonesia dibandingkan dengan Thailand. Terlihat bahwa meski tidak terpaut terlalu jauh, tapi secara peringkat harus kita akui bahwa pendidikan tinggi di Thailand masih lebih baik daripada negara kita Indonesia. Bahkan menurut data Times Higher Education World University Rankings 2015, dari 800 kampus top dunia di daftar mereka, Thailand mengirimkan 7 wakilnya (Chula, Mahidol, Chiang Mai, Khon Kaen, KMUTT, PSU dan Suranaree University) sementara Indonesia hanya bisa mengirimkan satu perwakilan yaitu UI, itu pun di kisaran rangking 601-800. Sebuah gambaran akan seperti apa perbandingan antara kampus Indonesia dan Thailand.

Auditorium Chulalongkorn University

Kalau anda masih belum yakin akan data-data ini, bisa dibandingkan juga mengenai publikasi ilmiah di jurnal internasional (yang terindex) antara kampus Indonesia dan Thailand. Mengutip data yang disampaikan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok, Dr. Yunardi Yusuf, dalam kata sambutannya sebagaimana dituilskan dalam Buku “Merah Putih di Negeri Gajah Putih” (2015), bahwa berdasarkan data dari SCOPUS (salah satu indeks jurnal terpercaya di dunia) yang diakses pada Bulan Agustus 2013, publikasi ilmiah internasional satu universitas di Thailand misal Mahidol University sejumlah 20.392 dan Chulalongkorn University sekitar 16.874, jauh mengalahkan publikasi ilmiah universitas-universitas unggulan di Indonesia misalnya ITB dengan 2.992 karya atau UI yang hanya sekitar 2.645 pada tahun yang sama. Hal ini cukup menjadi gambaran bagaimana kualitas pendidikan di negeri gajah putih ini dibandingkan dengan perguruan tinggi Indonesia. Meski tentu kualitas pendidikan tidak hanya dilihat dari itu saja.

Saya tentu sedang tidak bermaksud membuat kita rendah diri mengenai kualitas pendidikan tinggi kita, tapi saya hanya ingin mengajak kita semua untuk sadar akan realita bahwa negara tetangga sudah cukup jauh melangkah ke depan. Dan kalau kita tidak segera berbenah maka akan semakin jauh tertinggal.

[Baca: Kuliah di Thailand, Sekilas Tentang Sistem, Bahasa Pengantar dan Suasana Pembelajaran]

Alasan kedua, Beasiswa

Ya beasiswa, siapa yang tidak mau beasiswa. Terlebih untuk studi di luar negeri yang jelas tidak pakai mata uang sendiri. Kalau boleh menamai, ini mungkin alasan “pragmatis” atau bisa juga alasan “ekonomis” hehe… Bayangkan saja untuk S2 di dalam negeri saja lumayan besar biayanya dan tidak semua orang bisa mengaksesnya. Terlebih menempuh pendidikan tinggi di luar negeri. Hanya mereka yang berkantong tebal atau punya orang tua super kaya yang bisa membiayai sendiri. Selebihnya orang-orang seperti saya harus berburu beasiswa untuk bisa mewujudkannya. Meski Thailand tidak semahal Jepang atau Singapura, tapi biaya kuliah plus biaya hidup tentu tidaklah murah.

Alhamdulillah sekarang tersedia banyak pilihan beasiswa untuk kuliah di Thailand. Bahkan beberapa kampus di Thailand seolah “sengaja” membuat program beasiswa khususnya untuk warga ASEAN. Dengan persyaratan dan birokrasi yang relatif mudah bahkan dibanding

Chula ASEAN Scholarship Awardee

kan dengan mengakses beasiswa di dalam negeri. Pengalaman saya sendiri mendapat ASEAN Scholarship di Chulalongkorn University cukup dengan mengirimkan berkas-berkas persyaratan dan tinggal “duduk manis” menunggu pengumuman. Berdoa tentu wajib dan harus dilakukan sebagai bagian dari usaha. Bandingkan dengan beasiswa di dalam negeri yang harus melalui beberapa tahapan seleksi yang perlu waktu, biaya dan juga tenaga.

Mengenai “Beasiswa Kuliah di Thailand”, mengingat banyaknya pembaca yang menanyakan ke saya tentang prosedur dan jenisnya, Alhamdulillah sudah saya buatkan tulisan khusus mengenai beberapa beasiswa kuliah di Thailand dan persyaratannya yang ditawarkan oleh pemerintah dan universitas-universitas di Thailand. Lebih detail bisa dibaca pada tulisan saya tentang “7 Beasiswa Kuliah di Thailand”.

[Baca: 7 Beasiswa Kuliah di Thailand]

Alasan Ketiga, Kesamaan Sosial Ekonomi

Alasan lainnya yang kadang diungkapkan oleh mereka (saya) yang memilih kuliah di Thailand adalah karena kesamaan sosial ekonomi. Bisa dikatakan mungkin ini alasan “sosiologis”. Ya sebagai sama-sama negara berkembang, tentu ilmu dan pengalaman belajar di Thailand diharapkan bisa lebih mudah diaplikasikan setelah selesai studi dan pulang ke kampung halaman.

Selain itu, kultur sosial yang relati tidak jauh berbeda dengan Indonesia, juga mempermudah mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Hal ini tentu mengurangi cultural shock yang biasanya dialami mahasiswa yang studi di luar negeri. Sehingga akan mendukung mahasiswa dalam proses belajarnya. Seperti Thailand misalnya, kultur masyarakatnya yang ramah akan mengingatkan seperti keramahan warga Jogjakarta. Bahkan kalau anda jalan-jalan di pasar-pasar tradisional di Bangkok misalnya, anda akan dengan mudah menemukan “jajanan” pasar yang mirip sekali seperti biasa kita temukan di Indonesia. Misalnya lemper, ketan, serabi, bakwan dan lain-lainnya. Buah-buahan dan makanan sehari-harinya pun tidak jauh berbeda. Bagi anda yang muslim juga tidak perlu khawatir mengenai makanan halal karena meski disini mayoritas Budha, tapi makanan halal tidak terlalu sulit di cari di Thailand.

[Baca: Mengenal Kultur dan Karakter Orang Thailand]

Alasan Keempat, Kedekatan lokasi

Thailand memang terletak ribuan kilometer dari Indonesia. Tapi dengan alat transportasi saat ini cukup ditempuh 3 jam saja dengan pesawat dari Jakarta (ke Bangkok). Bayangkan saja, saya yang tinggal di Purwokerto perlu setidaknya 5 jam untuk sampai ke Jakarta, padahal masih sama-sama di Indonesia. Ya, karena tidak ada pesawat (dan biar hemat) tentunya jadi pake kereta…hehe. Terlebih yang di Medan, menurut roommate saya di Thailand yang asli dari Medan, jauh lebih “dekat“ ke Bangkok bahkan daripada ke Palembang misalnya. Meski sama-sama naik pesawatnya. Tidak percaya?, saya juga awalnya tidak percaya. Alasannya sederhana, karena tidak ada direct flight dari Medan ke Palembang. Jadi pesawat yang mau ke Palembang harus transit ke Jakarta dahulu baru terbang lagi ke Palembang.

Barangkali anda akan bilang, meski dekat tapi naik pesawat kan mahal?. Ya tentu itu tidak salah, tapi kalo anda mau rajin melototin pergerakan harga saham….eh salah, maksudnya harga tiket pesawat berbiaya murah (low cost carrier) maka bukan tidak mungkin anda akan mendapatkan harga yang cukup terjangkau. Sekali lagi pengalaman teman saya yang asli medan bahkan pernah mendapatkan tiket promo Medan-Bangkok cuma 500an ribu perak!!…hampir sama dengan harga tiket kereta eksekutif Purwokerto-Jakarta yang sekitar 350 ribu.

Kelima, Biaya hidup relatif “murah”

Alasan terakhir ini masuk kategori alasan ekonomis. Dan Saya katakan relatif karena murah dan mahal itu bukan urusan duit, tapi lebih pada urusan dompet…hehe. Ya bagi yang berkantong tebal, makan satu porsi di foodcourt salah satu mall di Bangkok seharga 250 baht (sekitar Rp. 100.000, kurs 1 baht = Rp.400) mungkin biasa saja. Tapi bagi mahasiswa pas-pasan seperti saya tentu cukup makan di kantin kampus dengan harga yang cukup bersahabat sekitar 35 baht (Rp.12.000). Bahkan menurut cerita teman-teman yang kuliah di daerah “pinggiran” Bangkok seperti di Thammasat University kampus Rangsit (sekitar 45 menit dari Bangkok) atau di Asian Institute of Technology (AIT) di Pathumtani, mereka masih bisa menemukan warung makan dengan harga 20-25 baht (sekitar Rp.8.000-Rp.10.000) per porsi, dan halal lagi.

Amazing kan, padahal rata-rata biaya makan di Indonesia saja sekarang sudah naik cukup signifikan. Jaman saya kuliah S1 dulu, awal tahun 2000an (jadi kebuka kalo sudah senior ya…hehe) di Purwokerto masih bisa makan satu porsi Rp. 1.500 – 2.500. Sekarang rata-rata 10.000an ke atas. Bagaimana dengan Jakarta atau kota besar lainnya, saya kira anda sudah bisa membayangkan berapa kisaran harganya.

[Baca: Memilih Tempat Tinggal dan Menghitung Biaya Hidup di Thailand]

Dan satu lagi mengenai biaya hidup di Thailand yang perlu anda ketahui (maklum anak ekonomi kalo itungan duit memang…hehehe), tingkat inflasi di Thailand relatif rendah. berkisar antara 1-3 persen per tahun. Artinya, biaya hidup relatif “stabil”. Saya kasih contoh sederhana, waktu pertama kali saya datang ke Thailand, satu gelas Chayen (minuman teh tarik khas Thailand) bisa dibeli cukup dengan 2o baht (sekitar Rp. 8.000). Sampai saya lulus kuliah (sekitar 2 tahun), harganya tetap 20 baht. Beberapa makanan juga relatif tetap harganya. Padahal ketika saya pulang kampung ke Indonesia, kaget bukan main tahu harga-harga barang naiknya luar biasa. Contoh gampang baru keluar bandara naik DAMRI ke Stasiun Gambir, dulu (waktu mo berangkat ke Thailand) masih Rp. 25.000, saat pulang kampung sudah Rp. 40.000. Naik hampir 100%!, hanya dalam waktu 2 tahun saja…Masya Allah…hebatnya Indonesia…:-(

Mengenai biaya hidup dan memilih tempat tinggal saat kuliah di Thailand, mengingat banyaknya pembaca yang menanyakan ke saya tentang tersebut, silakan bisa dibaca pada tulisan saya tentang  Memilih Tempat Tinggal dan Menghitung Biaya Hidup Kuliah di Thailand”.  Pada tulisan tersebut saya bahas mengenai gambaran biaya hidup di Thailand (Bangkok khususnya) dan bagaimana memilih dan memilah tempat tinggal di sana.

Itulah sekilas tulisan saya mengenai 5 Alasan Kuliah di Thailand. Semoga bisa menjawab rasa penasaran anda yang tertarik melanjutkan studi di Thailand. Bagi yang sudah pernah atau sedang studi disana, tentu masukan dan sarannya bisa ditambahkan untuk memperkaya tulisan ini. Semoga bermanfaat…

Efisiensi Bus, Selasa 2 February 2016. Ditulis dalam perjalanan antara Yogyakarta-Purwokerto, diatas Bis Efisiensi. (Update 03 April 2018)

*Dosen Prodi Agribisnis UMY, Peraih Beasiswa ASEAN Scholarship di MABE Program Faculty of Economics, Chulalongkorn University, Bangkok Thailand.

 

References: