11 Hal Yang Tidak Bisa Dibeli Dengan Uang

Pict Credit by joshuahook.com

By: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan mengenai “11 Hal Yang Tidak Bisa Dibeli Dengan Uang” adalah materi yang saya sampaikan pada kegiatan silaturahim keluarga besar di Rembang pada Hari Senin, 18 Juni 2018. Semoga bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua selama Idul Fitri, selamat membaca…

————————

Idul fitri selama ini dikenal dengan bulan silaturahmi, dimana saudara saling kumpul menjalin ikatan yang setahun lamanya tidak bertemu. Namun demikian, selain sebagai bulan silaturahmi, idul fitri juga sebagai bulan peningkatan ekonomi, yaitu dimana terjadi peningkatan aktivitas ekonomi terutama dari kota ke desa. Hal ini salah satunya bisa dilihat dari meningkatnya perputaran uang selama lebaran. Bank Indonesia (BI) memprediksi, perputaraan uang selama periode libur Lebaran ini sedikitnya mencapai Rp 188,2 triliun.1 (Harian Kompas, 12 Juni 2018). Tentu suatu jumlah yang tidak sedikit untuk suatu aktivitas yang hanya berlangsung beberapa hari.

Berkaitan dengan uang inilah, topik yang akan dibicarakan pada tulisn ini, tepatnya belajar dari uang. Kalau selama ini kita sibuk cari uang sampai lupa segalanya, mari belajar dari uang apa pelajaran yang diajarinya. Selama ini manusia beranggapan bahwa uang adalah segalanya, dengan uang semua bisa dibeli. Tapi benarkah demikian?. Berikut ini beberapa ungkapan yang membuktikan sebaliknya, bahwa ternyata tidak semua bisa dibeli dengan uang. Benarkah ada yang tidak bisa dibeli dengan uang?, berikut beberapa hal yang tidak bisa dibeli dengan uang:

1. MONEY can buy a HOUSE, But not a HOME

Menurut Jane Mairs (2013), seorang instruktur bahasa Inggris, makna ungkapan ini adalah:

A house refers to a building in which someone lives. House is concrete. In contrast, a home can refer either to a building or to any location that a person thinks of as the place where he lives and that belongs to him. A home can be a house or an apartment, but it could also be a tent, a boat, or an underground cave.

A home can even be something abstract, a place in your mind. When you say, “Let’s go home,” you are probably not talking simply about going to the physical structure where you live. You are talking about being in the special place where you feel most comfortable and that belongs to you.

Jadi benar kalau ada ungkapan “saya merasa homing di sini”, atau merasa nyaman seperti rumah sendiri. Padahal belum tentu di rumah sendiri merasa nyaman. Karenanya nyaman tidaknya suatu rumah kadang tidak ditentukan oleh status kepemilikan rumah tersebut.

Kalau saya dulu waktu anak-anak, saat idul fitri kan silaturahim ke saudara-saudara. Kita biasanya juga kadang menandai, rumah-rumah saudara yang kita anggap sebagai “home”. Yaitu yang ngasigh  “angpao” atau makanannya enak…hehe

Lantas bagaimana tuntunan Islam dalam menghidupkan rumah?, Bagaiman agar rumah terasa “homing”. inilah beberapa diantaranya:

a. Mengisi rumah dengan sholat: sholat sunnah bagi laki-laki dan sholat wajib bagi perempuan

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلاَتِكُمْ وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا

“Jadikanlah bagian shalat kalian di rumah kalian. Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Bukhari 432, Muslim 777, dan yang lainnya).

Maksud shalat di sini adalah shalat sunah yang dikerjakan sendiri dan tidak berjamaah. Sebagaimana dinyatakan dalam hadis:

إِنَّ أَفْضَلَ صَلاَةِ المَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الصَّلاَةَ المَكْتُوبَةَ

Sesungguhnya shalat seseorang yang paling utama adalah shalat yang dikerjakan di rumahnya, kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari 7290 dan yang lainnya).

b. Rajin Dibacakan Al Quran, terutama surat Al Baqarah

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تجعلوا بيوتكم مقابر، إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة

“Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim 780, At-Turmudzi 2877)

c. Membaca doa ketika masuk dan keluar

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يُذْكَرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ

“Apabila ada orang yang masuk rumah, kemudian dia mengingat Allah ketika masuk, dan ketika makan, maka setan akan mengatakan (kepada temannya): ‘Tidak ada tempat menginap dan tidak ada makan malam.’ Tapi apabila dia tidak mengingat Allah (bismillah dan jangan lupa ucapkan salam) ketika masuk, maka setan mengatakan: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’.” (HR. Muslim 2018, Abu Daud 3765 dan yang lainnya)

d. Baca basamalah ketika tutup pintu

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan banyak saran agar kita tidak terganggu setan. Salah satunya:

وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا

“Tutuplah pintu, dan sebutlah nama Allah. Karena setan tidak akan membuka pintu yang tertutup (yang disebut nama Allah).” (HR. Bukhari 3304, Muslim 2012 dan yang lainnya)

e. Berdoa ketika keluar rumah

Satu doa ketika keluar rumah. Ringkas, mudah dihafal, tapi khasiatnya besar:

بسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Dengan nama Allah aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.

Dalam hadis dinyatakan, siapa yang keluar rumah kemudian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya: Kamu diberi petunjuk, dicukupi dan dilindungi. Maka setan kemudian berteriak:

كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ

“Bagaimana kalian bisa mengganggu orang yang sudah diberi hidayah, dicukupi, dan dilindungi.” (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426 dan dishahihkan al-Albani)

2. MONEY can buy a BED, But not SLEEP

Arti ungkapan ini kurang lebih:

“It means that money can buy some items, but it can’t buy the comfortable feeling or the happiness of the owner”.

Contoh kongkret dari ungkapan ini misalnya, beberapa waktu lalu ada heboh pemberitaan gaji Ketua dan anggota dewan pengarah Badan Pengarah Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang jumlahnya ratusan juta perbulan. Meski gajinya besar tapi karena menjadi omongan orang se-Indonesia membuat tidak nyaman yang akan menerimanya. Hal ini diungkapkan oleh salah satu anggotanya, Prof. Mahmud MD. Bahkan tidak berselang lama, Ketua Pelaksananya Yudi Latif akhirnya mengundurkan diri.

Contoh lainnya adalah sebagaimana digambarkan berikut ini:

An example of a person who doesn’t have enough sleep in the world is “the president”, the head of some a country. Definitely, all of the presidents in the world lived in the big palace and kept guarded by an army. They also have good bed for their sleep. The President usually get a big salary. However, having tons of money is no cast-iron guarantee for their dreamless. People talk about the numerous Presidential vacations. But realize that these aren’t vacations like you and I take where we leave out jobs behind and do nothing but relax. We know that the president has many problems that must be solved in the government. President always gets full of schedule every day. Its makes him or her busy, so they he/she hasn’t got enough time for rest. They only get a few minutes for sleep. I think it is not good sleep, because they keep thinking how to solve the problems and make welfare state

 

Namun demikian, jika pemimpin itu adil maka akan lain ceritanya. Seperti kisah Umar bin Khattab yang disampaikan Syeikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam buku “Minhâj al-Muslim” (1964: 126) menceritakan bagaimana utusan Kaisar Romawi yang kagum kepada Umar bin Khattab. Saat sampai Madinah, dia bertanya kepada para penduduk, “Dimana raja kalian?” Oleh penduduk dijawab, “Kami tidak memiliki raja, tapi Amir (Pemimpin). Ternyata setelah dicari-cari, Umar ditemukan sedang tidur di atas pasir berbantalkan tongkat kecilnya.

“Orang yang seluruh raja goncang kerajaannya karena kehebatannya ternyata keadaannya seperti ini. Tapi, wahai Umar engkau telah berbuat adil, sehingga bisa tidur (nyenyak). Sedangkan raja kami berbuat zalim. Tidak mengherankan jika (raja kami) selalu merasa takut dan tidak bisa tidur malam.” Demikianlah contoh dari izzah Umar bin Khattab. Bagi para pemimpin yang ingin memiliki izzah seperti Umar, maka jadikanlah keadilan sebagai pusat perhatian.

3. MONEY can buy a CLOCK, But not TIME

Ungkapan “MONEY can buy a CLOCK, But not TIME” mengandung arti bahwa WAKTU itu sangat penting dan tidak bisa terbeli. Sehingga dikatakan bahwa waktu adalah sumber daya yang terbatas, karena waktu itu tidak bisa diulang. Kalau sekarang hari senin, tentu kita tidak bisa membayar berapapun untuk balik lagi ke hari ahad kemarin.

Oleh karena itu, benar bahwa sabda Rasulullah SAW.

عن ابن عباس رضي الله عنه قال: قال رسول الله ص م: إغتنمْ خمْسًا قبْلَ خَمْس شَبابَكَ قبْا هَرَمكَ, وَصحتَكَ قبْلَ سقَمكَ, وَفرَاغكَ قبْلَ شُغْلكَ, وَغنَاك قبْلَ فَقْركَ, وَحيَاتَكَ قَبْل مَوْتكَ .(روه الحاكم والبيهقي)

Artinya: Dari Ibnu Abbas r.a. berkata, “Rasulullah SAW bersabda: Manfaatkan lima keadaan sebelum datang lima: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa sempatmu sebelum masa sempitmu, masa kayamu sebelum datangnya fakirmu, dan masa hidupmu sebelum datangnya matimu.” (H.R. Al Hakim dan Al Baihaki)

Sudah banyak pembahasan mengenai hadist ini sebagai nasihat buat kita semua.

Meskipun demikian ada juga yang berpendapat bahwa kita bisa “membeli waktu” atau dalam ungkapan lain “Buying Time” namun itu artinya pada mengulur-ulur waktu. Seperti kiper yang mengulur waktu

4. MONEY can buy you FRIEND, But not LOVE

Anda mungkin heran apakah ada yang “jual teman” sehingga kita bisa membelinya?. Mungkin dulu itu hal yang mustahil, namun demikian akhir-akhir ini ada jasa yang tidak hanya menyediakan jasa sebagai teman, bahkan “pacar bayaran”. Sebagaimana dirilis oleh kumparan.com, dengan hanya membayar Rp. 25 ribu sebagai tanda jadi dan biaya Rp. 75 ribu per jam anda sudah bisa “punya pacar” alias tidak jomblo, meski hanya beberapa jam saja. Seorang remaja dari Jakarta bernama Embriel, membuka jasa ini dalam situs Facebook lewat akun Pacar Sewaan Online. Jadi tidak hanya ojek yang sudah onlien, pacar juga sudah bisa online…hehe

Tentu saya tidak sedang menyarankan anda untuk pacaran, karena itu jelas tidak dianjurkan dalam Islam. Namun demikian sayahanya ingin menunjukkan bahwa ternyata dengan uang pacar saja bisa “dibeli”. Bahkan selain jasa “pacar sewaan”, sekarang ada juga jasa sekedar teman makan malam.

Dilansir dari Liputan6.com, seorang remaja bernama Rose Clifford dari Inggris telah membuka jasa untuk menjadi pendamping makan malam dan mampu meraup penghasilan besar hingga 8.000 pound sterling atau setara Rp 137 juta. Dari tiap menemani makan malam, Rose mampu mengantongi 100-150 pound sterling atau Rp 1,7 juta-Rp 2,5 juta. Rata-rata kliennya merupakan mereka yang berprofesi sebagai pebisnis dan berusia 50 tahun.

Dari dua hal tersebut di atas sekilas dengan uang, bisa “membeli” pacar atau sekedar teman makan. Pertanyaannya, apakah mereka menemani dengan setulusnya?, jelas tentu tidak. Mereka mau menjadi “pacar” atau teman karena dibayar. Alias tidak ada makan malam gratis.

5. MONEY can buy you MEDICINE, But not HEALTH

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”.

(HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Kesehatan adalah sesuatu yang mahal harganya. Betapa banyak orang kaya yang kemudian jatuh miskin karena harus menghabiskan uangnya untuk kesehatan.

6. Money can buy you FOOD, But not APPETITE

Makanan enak dan lezat tentu menjadi hal yang menggoda selera, tapi dengan mempunyai uang yang melimpah tidak berarti anda bisa menikmati makanan selezat apapun itu. Terkait hal ini, tanyalah pada orang yang menderita sakit gula/diabetes

Selain 6 hal tersebut yang sudah dibahas, masih ada 6 hal lainnya yang insyaAllah akan dibahas lain waktu.

7. MONEY can buy you BOOK -But not KNOWLEDGE

8. MONEY can buy a BLOOD -But not a LIFE

9. MONEY can buy a POSITION -But not a RESPECT

10. MONEY can win ELECTION -But not RESPECT from citizens

11. MONEY can hide the TRUTH -But not from the SOUL and HEART

 

References:

  1. Mikhael Gewati. 2018. “Perputaran Uang Mudik dan Libur Lebaran Rp 188,2 triliun “, Accessed from:https://ekonomi.kompas.com/read/2018/06/12/162115826/perputaran-uang-mudik-dan-libur-lebaran-rp-1882-triliun.
  1. goodreads.com. https://www.goodreads.com/quotes/127959-for-money-you-can-have-everything-it-is-said-no
  1. Jordi Alemany. 2015. Best Advice: 10 Things Money Can´t Buy. Accessed from: https://www.linkedin.com/pulse/best-advice-10-things-money-cant-buy-jordi-alemany
  2. Jane Mairs. 2013. What’s the difference between a house and a home? Accessed from: http://www.learnersdictionary.com/qa/what-s-the-difference-between-a-house-and-a-home
  3. Amira Khairunissa. 2011. Money Can Buy a Bed, but Not Sleep. Accessed from: http://lia-liasemarangcandi.blogspot.com/2011/04/money-can-buy-bed-but-not-sleep.html
  4. Ammi Nur Baits. 2013. Amalan Menempati Rumah Baru. Accessed from: https://konsultasisyariah.com/17140-amalan-ketika-menempati-rumah-baru.html
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s