Category Archives: Kuliah di Thailand

Petchburi Soi Jet, Kampung Muslim dan Surga Makanan Halal di Bangkok

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan tentang “Petchburi Soi Jet, Kampung Muslim dan Surga Makanan Halal di Bangkok” boleh jadi merupakan salah satu tulisan saya yang tertunda bertahun-tahun lamanya. Ya, ini tulisan yang sudah saya rencanakan bahkan sejak awal saya menulis di blog sekitar tahun 2013 lalu. Meski pada waktu itu saya sendiri belum tinggal di kawasan ini, namun karena hampir tiap hari (terutama saat jadwal sholat di Masjid Darul Aman) saya ke sini, jadi sudah seperti daerah sendiri.

Hingga akhirnya pada pertengahan tahun 2014 saya “hijrah” ke sini, setelah “digusur” dari Athen Apartment di Soi 11 (Soi Sip Et) yang direnovasi untuk dijadikan hotel. Sejak saat itulah saya sekeluarga “resmi” menjadi “warga” Soi Jet, hingga saya lulus kuliah dan pulang kampung ke Indonesia pada awal tahun 2015.

Asal Nama Petchburi Soi Jet baca selanjutnya

Advertisements

Mengenal Kultur dan Karakter Orang Thailand, Pelajaran dari #ThailandCaveRescue

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Kisah heroik misi penyelamatan 12 anak Tim Sepakbola Thailand dan seorang pelatihnya beberapa waktu lalu masih menjadi pembicaraaan di berbagai media di dunia hingga saat ini. Sebagaimana dikutip dari BBC NEWS dalam salah satu artikelnya berjudul “Thailand cave: The successfull search for lost boys” disebutkan bahwa mereka terjebak selama 9 hari di dalam gua sejak mereka masuk gua Tham Luang di Chiang Rai (salah satu provinsi bagian utara Thailand) pada tanggal 23 Juni 2018 hingga ditemukan pada 2 Juli 2018.

Tham Luang Cave Map, pict. credit bbc.com

Terjebak di dalam gua selama 9 hari, hidup hampir tanpa cahaya dan makanan, sejauh 2 mil atau lebih dari 3 kilometer dari pintu masuk, pada kedalaman 800-1000 meter dari permukaan tanah, tanpa tahu apakah akan ada yang datang menyelamatkan mereka, ini merupakan kejadian yang luar biasa.

Dan, Alhamdulillaah…ajaibnya akhirnya mereka ditemukan dalam keadaan selamat setelah 9 hari dalam kegelapan, lengkap dengan ke 13 orang itu masih hidup. Hidup dengan kondisi seperti itu tentu bukan perkara mudah, memelihara perasaan, mengelola kepanikan dan keegoisan serta mempertahankan harapan untuk hidup jelas bukan sesuatu yang mudah bahkan bagi orang dewasa sekalipun.

Continue reading

Mengenal Kampus Unggulan di Thailand

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan saya kali ini mengenai “Mengenal Kampus Unggulan di Thailand” merupakan respon dari beberapa pertanyaan sahabat pembaca tentang bagaimana memilih kampus yang tepat di Thailand sesuai dengan bidang studi atau rencana masa depan pendidikannya. Diantara beberapa pertanyaan misalnya kampus yang bagus untuk kuliah jurusan teknik dimana? Kalau jurusan  bahasa dimana kampus terbaiknya? dan pertanyaan lainnya seputar kampus di Thailand.

Pada dasarnya informasi tentang kampus ini bisa didapatkan cukup dengan googling saja, bahkan mungkin akan anda dapatkan jauh lebih banyak infonya daripada tulisan satu halaman saya ini. Hanya saja yang saya sampaikan di sini tidak berdasarkan informasi dari pihak lain (bahasa ilmiahnya data sekunder…hehe), namun dari pengalaman saya sendiri baik sebagai mahasiswa maupun saat saya berkunjung di sana. Kampus-kampus unggulan yang saya bahas di tulisan ini semuanya pernah saya kunjungi, bahkan ada yang beberapa kali karena ada beberapa kegiatan di sana.

Untuk itu, melalui tulisan ini saya akan mencoba memulai mengenalkan kampus-kampus (unggulan) di Thailand yang saya ketahui dan juga pernah saya kunjungi langsung serta mengenal beberapa rekan mahasiswa Indonesia yang kuliah di sana. Beberapa diantaranya misal (tentu saja) kampus almamater saya (hehe), Chulalongkorn University, “saudara mudanya” Mahidol University yang terkenal dengan kajian kedokteran dan ilmu-ilmu kesehatannya (kampus si doi…hehe) dan lainnya semisal Kasetsart Unversity yang terkenal dengan kajian pertaniannya, King Mongkut University of Technology (KMUTT) yang terkenal sebagai kampus teknik dan lainnya.

Karena banyaknya kampus dan tentu akan banyak yang dibahas, insyaAllah saya akan membuat tulisan ini berseri. Dan untuk awalan berikut ini sekilas kampus-kampus unggulan di Thailand. baca selanjutnya

Magang Internasional di Khon Kaen University Thailand

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan mengenai “Magang Internasional di Khon Kaen University Thailand” merupakan catatan dari kegiatan pendampingan magang internasional di Khon Kaen University Thailand pada bulan November tahun 2017. Sebagian besar program magang ini dilaksanakan di Khon Kaen University. Namun demikian ada juga beberapa kegiatan lainnya yang melibatkan perusahaan/kegiatan usaha agribisnis dilaksanakan di beberapa tempat di sekitar wilayah Provinsi Khon Kaen, wilayah utara-timur (North-East) dari Thailand atau yang dikenal dengan derah Isaan. -baca selengkapnya->

Menghitung Biaya Hidup dan Memilih Tempat Tinggal di Thailand

Oleh: Heri Akhmadi, M.A

Tulisan Menghitung Biaya Hidup dan Memilih Tempat Tinggal di Thailand  ini merupakan lanjutan dari rangkaian tulisan “Seri Kuliah di Thailand”. Tulisan ini lahir juga dari pertanyaan para para pembaca dan umumnya teman-teman yang tertarik atau akan melanjutkan kuliah di Thailand. Pertanyaan yang sering ditanyakan biasanya adalah mengenai dimana dan bagaimana memilih tempat tinggal (apartemen sebutannya kalau di Thailand) selama kuliah di sana.

Tinggal di negara baru – apalagi bagi yang baru pertama kali ke Thailand – tentu bukan perkara mudah. Kalau anda orang Jakarta mau kuliah di Jogja mungkin tinggal main sebentar ke Jogja barang sehari dua hari, sekalian searching-searching tempat kos barangkali tidak masalah. Namun meski Indonesia-Thailand hanya berjarak 3 jam perjalanan (dengan pesawat dari Jakarta), dan mungkin kebanyakan orang sudah juga pernah ke sana (Bangkok misalnya), namun bukan perkara mudah bagi yang akan menetap lama di sana untuk mencari tempat tinggal. Bahkan meskipun anda banyak uang dan bisa bayar berapapun harga sewa apartemen, tentu tetap mempertimbangkan lingkungan sebelum memilih suatu tempat menjadi rumah tinggal. Apalagi bagi seorang muslim yang akan tinggal di tanah Budha tentu juga mempertimbangkan akses kehalalan makanan, satu hal lainnya yang tak kalah pentingnya. baca selanjutnya

5 Alasan Kuliah di Thailand

Oleh: Heri Akhmadi, S.P., M.A.*

Saya sering ditanya oleh beberapa teman, ”kenapa sih ambil S2 di Thailand?”. Bahkan teman saya yang asli Thailand pun menanyakan hal serupa. Hal ini wajar saja karena memang Thailand bukan tujuan “konvensional” umumnya pelajar Indonesia untuk studi S2 atau S3. Bahkan warga Thailand sendiri juga heran koq bisa pelajar Indonesia memilih negaranya untuk studi lanjut di sana.

Pertanyaan lain yang sering ditanyakan juga adalah, apa sih istimewanya Thailand sehingga seseorang – yang bukan warga negara Thailand – memutuskan menempuh pendidikannya di sana?, apa keunggulan pendidikan di Thailand yang membuat pelajar Indonesia memilihnya dibanding ke negara lainnya?. Pertanyaan-pertanyaan itu dan pertanyaan serupa akan saya coba jawab – berdasarkan pengalaman saya studi di sana – dalam tulisan saya kali ini tentang “5 Alasan Kuliah di Thailand” semoga bisa memberikan jawaban. Selamat membaca….

Alasan Pertama, Kualitas Pendidikan Thailand lebih bagus dari Indonesia

Ini barangkali alasan “Ideologis”. Ya, tentu wajar kalau kita melanjutkan jenjang pendidikan ke institusi yang kualitasnya lebih baik dari sebelumnya. Dan tahukah anda bahwa meski memang Thailand tidak sekaya Amerika, tidak seterkenal Eropa, tidak secanggih Jepang bahkan tidak sebersih Singapura namun dalam bidang pendidikan (tinggi) masih lebih baik dari Indonesia. Tentu tidak semua kampus di Thailand lebih unggul dari Indonesia, tetapi kita bandingkan saja kampus-besarnya dengan kampus unggulan kita di Indonesia semisal UI, UGM, ITB atau IPB dengan kampus-kampus besar Thailand seperti Chulalongkorn University, Mahidol, Kasetsart atau Thamassat University. Mudah saja, kita lihat peringkat universitasnya di lembaga pemeringkat semisal QS World, Webrometic atau TimesHigher. Data terbaru tahun 2015 bisa dilihat dalam tabel berikut:

Tabel Peringkat Universitas Tahun 2015

No

Universitas

Negara

Peringkat QS World

Peringkat Webometrics

1

Chulalongkorn Thailand 253 422

2

Mahidol Thailand 295 299

3

Chiang Mai Thailand 551-600 481

4

Thammasat Thailand 601-650 793

5

Kasetsart Thailand 651-700 372
 

1

UI Indonesia 358 909

2

ITB Indonesia 431-440 781

3

UGM Indonesia 551-600 819

4

UNAIR Indonesia 701+ 1440

5

IPB Indonesia 701+ 1554

Data terbaru tahun 2018 mengenai peringkat universitas di Thailand dan Indonesia tersaji pada tabel di bawah ini. Terlihat beberapa kampus baik di Indonesia maupun Thailand mengalami peningkatan, namun ada juga yang turun drastis peringkatnya.

No Universitas Negara Peringkat QS World Peringkat Webometrics
1 Chulalongkorn Thailand 245 548
2 Mahidol Thailand 334 568
3 Chiang Mai Thailand 551-600 746
4 Thammasat Thailand 601-650 1156
5 Kasetsart Thailand 751-800 751
 
1 UI Indonesia 277 888
2 ITB Indonesia 331 1235
3 UGM Indonesia 401-450 924
4 UNAIR Indonesia 701-750 2902
5 IPB Indonesia 751-800 1462

Sumber: QS World University Ranking dan Webometrics.

Tabel di atas menunjukkan bagaimana posisi beberapa perguruan tinggi Indonesia dibandingkan dengan Thailand. Terlihat bahwa meski tidak terpaut terlalu jauh, tapi secara peringkat harus kita akui bahwa pendidikan tinggi di Thailand masih lebih baik daripada negara kita Indonesia. Bahkan menurut data Times Higher Education World University Rankings 2015, dari 800 kampus top dunia di daftar mereka, Thailand mengirimkan 7 wakilnya (Chula, Mahidol, Chiang Mai, Khon Kaen, KMUTT, PSU dan Suranaree University) sementara Indonesia hanya bisa mengirimkan satu perwakilan yaitu UI, itu pun di kisaran rangking 601-800. Sebuah gambaran akan seperti apa perbandingan antara kampus Indonesia dan Thailand.

Auditorium Chulalongkorn University

Kalau anda masih belum yakin akan data-data ini, bisa dibandingkan juga mengenai publikasi ilmiah di jurnal internasional (yang terindex) antara kampus Indonesia dan Thailand. Mengutip data yang disampaikan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok, Dr. Yunardi Yusuf, dalam kata sambutannya sebagaimana dituilskan dalam Buku “Merah Putih di Negeri Gajah Putih” (2015), bahwa berdasarkan data dari SCOPUS (salah satu indeks jurnal terpercaya di dunia) yang diakses pada Bulan Agustus 2013, publikasi ilmiah internasional satu universitas di Thailand misal Mahidol University sejumlah 20.392 dan Chulalongkorn University sekitar 16.874, jauh mengalahkan publikasi ilmiah universitas-universitas unggulan di Indonesia misalnya ITB dengan 2.992 karya atau UI yang hanya sekitar 2.645 pada tahun yang sama. Hal ini cukup menjadi gambaran bagaimana kualitas pendidikan di negeri gajah putih ini dibandingkan dengan perguruan tinggi Indonesia. Meski tentu kualitas pendidikan tidak hanya dilihat dari itu saja.

Saya tentu sedang tidak bermaksud membuat kita rendah diri mengenai kualitas pendidikan tinggi kita, tapi saya hanya ingin mengajak kita semua untuk sadar akan realita bahwa negara tetangga sudah cukup jauh melangkah ke depan. Dan kalau kita tidak segera berbenah maka akan semakin jauh tertinggal.

[Baca: Kuliah di Thailand, Sekilas Tentang Sistem, Bahasa Pengantar dan Suasana Pembelajaran]

Alasan kedua, Beasiswa

Ya beasiswa, siapa yang tidak mau beasiswa. Terlebih untuk studi di luar negeri yang jelas tidak pakai mata uang sendiri. Kalau boleh menamai, ini mungkin alasan “pragmatis” atau bisa juga alasan “ekonomis” hehe… Bayangkan saja untuk S2 di dalam negeri saja lumayan besar biayanya dan tidak semua orang bisa mengaksesnya. Terlebih menempuh pendidikan tinggi di luar negeri. Hanya mereka yang berkantong tebal atau punya orang tua super kaya yang bisa membiayai sendiri. Selebihnya orang-orang seperti saya harus berburu beasiswa untuk bisa mewujudkannya. Meski Thailand tidak semahal Jepang atau Singapura, tapi biaya kuliah plus biaya hidup tentu tidaklah murah.

Alhamdulillah sekarang tersedia banyak pilihan beasiswa untuk kuliah di Thailand. Bahkan beberapa kampus di Thailand seolah “sengaja” membuat program beasiswa khususnya untuk warga ASEAN. Dengan persyaratan dan birokrasi yang relatif mudah bahkan dibanding

Chula ASEAN Scholarship Awardee

kan dengan mengakses beasiswa di dalam negeri. Pengalaman saya sendiri mendapat ASEAN Scholarship di Chulalongkorn University cukup dengan mengirimkan berkas-berkas persyaratan dan tinggal “duduk manis” menunggu pengumuman. Berdoa tentu wajib dan harus dilakukan sebagai bagian dari usaha. Bandingkan dengan beasiswa di dalam negeri yang harus melalui beberapa tahapan seleksi yang perlu waktu, biaya dan juga tenaga.

Mengenai “Beasiswa Kuliah di Thailand”, mengingat banyaknya pembaca yang menanyakan ke saya tentang prosedur dan jenisnya, Alhamdulillah sudah saya buatkan tulisan khusus mengenai beberapa beasiswa kuliah di Thailand dan persyaratannya yang ditawarkan oleh pemerintah dan universitas-universitas di Thailand. Lebih detail bisa dibaca pada tulisan saya tentang “7 Beasiswa Kuliah di Thailand”.

[Baca: 7 Beasiswa Kuliah di Thailand]

Alasan Ketiga, Kesamaan Sosial Ekonomi

Alasan lainnya yang kadang diungkapkan oleh mereka (saya) yang memilih kuliah di Thailand adalah karena kesamaan sosial ekonomi. Bisa dikatakan mungkin ini alasan “sosiologis”. Ya sebagai sama-sama negara berkembang, tentu ilmu dan pengalaman belajar di Thailand diharapkan bisa lebih mudah diaplikasikan setelah selesai studi dan pulang ke kampung halaman.

Selain itu, kultur sosial yang relati tidak jauh berbeda dengan Indonesia, juga mempermudah mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Hal ini tentu mengurangi cultural shock yang biasanya dialami mahasiswa yang studi di luar negeri. Sehingga akan mendukung mahasiswa dalam proses belajarnya. Seperti Thailand misalnya, kultur masyarakatnya yang ramah akan mengingatkan seperti keramahan warga Jogjakarta. Bahkan kalau anda jalan-jalan di pasar-pasar tradisional di Bangkok misalnya, anda akan dengan mudah menemukan “jajanan” pasar yang mirip sekali seperti biasa kita temukan di Indonesia. Misalnya lemper, ketan, serabi, bakwan dan lain-lainnya. Buah-buahan dan makanan sehari-harinya pun tidak jauh berbeda. Bagi anda yang muslim juga tidak perlu khawatir mengenai makanan halal karena meski disini mayoritas Budha, tapi makanan halal tidak terlalu sulit di cari di Thailand.

[Baca: Mengenal Kultur dan Karakter Orang Thailand]

Alasan Keempat, Kedekatan lokasi

Thailand memang terletak ribuan kilometer dari Indonesia. Tapi dengan alat transportasi saat ini cukup ditempuh 3 jam saja dengan pesawat dari Jakarta (ke Bangkok). Bayangkan saja, saya yang tinggal di Purwokerto perlu setidaknya 5 jam untuk sampai ke Jakarta, padahal masih sama-sama di Indonesia. Ya, karena tidak ada pesawat (dan biar hemat) tentunya jadi pake kereta…hehe. Terlebih yang di Medan, menurut roommate saya di Thailand yang asli dari Medan, jauh lebih “dekat“ ke Bangkok bahkan daripada ke Palembang misalnya. Meski sama-sama naik pesawatnya. Tidak percaya?, saya juga awalnya tidak percaya. Alasannya sederhana, karena tidak ada direct flight dari Medan ke Palembang. Jadi pesawat yang mau ke Palembang harus transit ke Jakarta dahulu baru terbang lagi ke Palembang.

Barangkali anda akan bilang, meski dekat tapi naik pesawat kan mahal?. Ya tentu itu tidak salah, tapi kalo anda mau rajin melototin pergerakan harga saham….eh salah, maksudnya harga tiket pesawat berbiaya murah (low cost carrier) maka bukan tidak mungkin anda akan mendapatkan harga yang cukup terjangkau. Sekali lagi pengalaman teman saya yang asli medan bahkan pernah mendapatkan tiket promo Medan-Bangkok cuma 500an ribu perak!!…hampir sama dengan harga tiket kereta eksekutif Purwokerto-Jakarta yang sekitar 350 ribu.

Kelima, Biaya hidup relatif “murah”

Alasan terakhir ini masuk kategori alasan ekonomis. Dan Saya katakan relatif karena murah dan mahal itu bukan urusan duit, tapi lebih pada urusan dompet…hehe. Ya bagi yang berkantong tebal, makan satu porsi di foodcourt salah satu mall di Bangkok seharga 250 baht (sekitar Rp. 100.000, kurs 1 baht = Rp.400) mungkin biasa saja. Tapi bagi mahasiswa pas-pasan seperti saya tentu cukup makan di kantin kampus dengan harga yang cukup bersahabat sekitar 35 baht (Rp.12.000). Bahkan menurut cerita teman-teman yang kuliah di daerah “pinggiran” Bangkok seperti di Thammasat University kampus Rangsit (sekitar 45 menit dari Bangkok) atau di Asian Institute of Technology (AIT) di Pathumtani, mereka masih bisa menemukan warung makan dengan harga 20-25 baht (sekitar Rp.8.000-Rp.10.000) per porsi, dan halal lagi.

Amazing kan, padahal rata-rata biaya makan di Indonesia saja sekarang sudah naik cukup signifikan. Jaman saya kuliah S1 dulu, awal tahun 2000an (jadi kebuka kalo sudah senior ya…hehe) di Purwokerto masih bisa makan satu porsi Rp. 1.500 – 2.500. Sekarang rata-rata 10.000an ke atas. Bagaimana dengan Jakarta atau kota besar lainnya, saya kira anda sudah bisa membayangkan berapa kisaran harganya.

[Baca: Memilih Tempat Tinggal dan Menghitung Biaya Hidup di Thailand]

Dan satu lagi mengenai biaya hidup di Thailand yang perlu anda ketahui (maklum anak ekonomi kalo itungan duit memang…hehehe), tingkat inflasi di Thailand relatif rendah. berkisar antara 1-3 persen per tahun. Artinya, biaya hidup relatif “stabil”. Saya kasih contoh sederhana, waktu pertama kali saya datang ke Thailand, satu gelas Chayen (minuman teh tarik khas Thailand) bisa dibeli cukup dengan 2o baht (sekitar Rp. 8.000). Sampai saya lulus kuliah (sekitar 2 tahun), harganya tetap 20 baht. Beberapa makanan juga relatif tetap harganya. Padahal ketika saya pulang kampung ke Indonesia, kaget bukan main tahu harga-harga barang naiknya luar biasa. Contoh gampang baru keluar bandara naik DAMRI ke Stasiun Gambir, dulu (waktu mo berangkat ke Thailand) masih Rp. 25.000, saat pulang kampung sudah Rp. 40.000. Naik hampir 100%!, hanya dalam waktu 2 tahun saja…Masya Allah…hebatnya Indonesia…:-(

Mengenai biaya hidup dan memilih tempat tinggal saat kuliah di Thailand, mengingat banyaknya pembaca yang menanyakan ke saya tentang tersebut, silakan bisa dibaca pada tulisan saya tentang  Memilih Tempat Tinggal dan Menghitung Biaya Hidup Kuliah di Thailand”.  Pada tulisan tersebut saya bahas mengenai gambaran biaya hidup di Thailand (Bangkok khususnya) dan bagaimana memilih dan memilah tempat tinggal di sana.

Itulah sekilas tulisan saya mengenai 5 Alasan Kuliah di Thailand. Semoga bisa menjawab rasa penasaran anda yang tertarik melanjutkan studi di Thailand. Bagi yang sudah pernah atau sedang studi disana, tentu masukan dan sarannya bisa ditambahkan untuk memperkaya tulisan ini. Semoga bermanfaat…

Efisiensi Bus, Selasa 2 February 2016. Ditulis dalam perjalanan antara Yogyakarta-Purwokerto, diatas Bis Efisiensi. (Update 03 April 2018)

*Dosen Prodi Agribisnis UMY, Peraih Beasiswa ASEAN Scholarship di MABE Program Faculty of Economics, Chulalongkorn University, Bangkok Thailand.

 

References:

Merah Putih di Negeri Gajah Putih

20151104_051007 copy.jpg

Sampul Depan Buku

Tulisan yang saya beri judul “Merah Putih di Negeri Gajah Putih”, merupakan resensi dari Buku Perjalanan 10 Tahun Mahasiswa Indonesia di Thailand yang juga mengambil judul yang sama. Mengingat diterbitkan dalam jumlah yang terbatas sehingga tidak semua bisa mendapatkan (alhamdulllah sebagai salah satu penulis saya dapat gratis…hehe). Untuk itu saya berinisiatif menuliskan resensi bukunya, semoga bisa menjadi gambaran bagi yang belum sempat membacanya. Lebih detail mengenai tulisan ini silakan baca di sini.

Selamat membaca…