Monthly Archives: January 2019

Tips Mencari Referensi Jurnal Yang Efektif di Internet

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Jurnal adalah sumber referensi utama dalam penulisan karya ilmiah. Oleh karena itu hampir setiap mahasiswa atau peneliti yang akan membuat karya atau tulisan ilmiah pasti akan mencari jurnal sebagai bahan bacaan dan referensi dari tulisan atau artikelnya.

Ada jutaan artikel di internet yang bisa dijadikan referensi. Secara umum jurnal bisa dikategorikan menjadi dua, yaitu:

  1. Open Access Journal
  2. Restricted Journal

Open access journal merupakan jurnal-jurnal yang bisa diakses oleh siapa saja melalui mesin pencari (google, yahoo, dll) alias free atau gratis. Sedangkan restricted journal sesuai namanya berarti tidak semua orang bisa mengaksesnya. Hanya yang sudah mendapat “izin” atau akses masuk yang bisa menggunakannya (membaca, mendownload), biasanya berbayar.

Terlepas dari berbayar atau gratis, mencari jurnal di mesin pencari atau database jurnal ternyata juga tidak mudah. Jumlah jurnal yang jutaan dan terus bertambah tiap hari membuat mencarinya pun kadang tidak mudah. Oleh karena itu perlu ada cara yang tepat agar bisa mencari dan mendapatkan jurnal yang diinginkan.

Untuk itu melalui tulisan ini saya akan berbari tentang tips searching jurnal dengan tepat. Saya akan bagi langkah-langkahnya untuk dua tipe jurnal sebagaimana saya sampaikan sebelumnya. Untuk Open Access Journal menggunakan Google Scholar, sedangkan untuk restricted journal menggunakan database PERPUSTAKAAN NASIONAL RI (PERPUSNAS) dan PERPUS UMY (khusus dosen/mahasiswa UMY). Maaf untuk yang terakhir ini khusus mengunakan Wifi Kampus UMY, berhubung saya akademisi di sini. Jika kampus anda ada fasilitas juga memungkinkan.

  1. Searching Open Access Journal Melalui GOOGLE SCHOLAR
  2. Searching Restricted Journal Melalui PERPUSNAS dan PERPUS UMY (Khusus UMY)

Tips Mencari Artikel di Google Scholar

Google scholar atau Google Cendikia untuk versi Indonesia merupakan platform dari Google yang menyediakan layanan pencarian khusus artikel ilmiah baik itu buku, jurnal, dan segala artikel ilmiah yang ada di internet. Database ini mempunyai konten yang berjumlah jutaan atau mungkin milyaran dan bisa diakses oleh siapapun.

Mengingat banyaknya artikel yang terindeks di Google Scholar, mencari suatu artikel yang sesuai dengan yang kita inginkan terkadang menjadi sesuatu yang menguras waktu dan kadang membosankan. Sebagai contoh saat kita mengetik di Google Scholar kata “agriculture” maka hanya dalam hitungan 5 detik akan muncul 4.740.000 artikel…wow

Hasil pencarian di Google Scholar dengan kata kunci “agriculture”

Lantas bagaimana agar pencarian artikal ini efektif. Dalam hal ini mengurangi jumlah kemungkian dan mempersempit hasil pencarian spesifik sesuai dengan artikel yang dicari. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Yang jelas dengan mempersempit keyword atau kata kunci dan menggunaan tanda baca sebagaimana berikut:

#1. Membatasi Topik Artikel dengan Tanda Kutip “……..keyword…..”

Tanda kutip ini akan membatasi keyword hanya sesuai dengan yang diminta. Misal: pemasaran pertanian, beda dengan “pemasaran pertanian”. Kalau kita menulis di mesin pencari kalimat pemasaran pertanian tanpa ada tanda kutip, maka mesin pencari akan mencari semua tulisan yang mengandung kata: pemasaran, pertanian, pemasaran pertanian. Tapi kalau frasa itu ditulis dengan tanda kutip “pemasaran pertanian”maka hanya akan

#2. Membatasi Tahun Pencarian

Di sebelah kiri tampilan bar Google Scholar ada pilihan untuk mempersempit cakupan tahun dari paper yang dicari. Misal 10 tahun terakhir atau tahun tertentu sesuai yang diinginkan

#3. Membatasi jenis file

Misal mencari full text PDF, maka tinggal ditambahkan: filetype pdf. Demikian juga jenis file lainnya, misal microsoft word dll.

Selain untuk mencari paper atau file, Fitur lain di Google Scholar yang bisa dimanfaatkan adalah mengkopi sitasi atau daftar pustaka. Untuk menyimpan file daftar pustaka atau copy sitasi tinggal klik tanda kutip dibawah artikel

Menyingkat URL:

Menyimpan artikel di Google Scholar tanpa Flashdisk

Barangkali suatu waktu kita sedang surfing di Internet namun tidak membawa perangkat penyimpan (flash disk), sementara ada artikel yang menarik dan kita ingin menyimpannya.

  • Login di akun google
  • Beri tanda bintang pada artikel yang dipilih

Mencari Artikel di JSTOR atau EBSCO

Melalui perpus UMY

Mencari Artikel Melalui PERPUSTAKAAN NASIONAL

Perpustakaan Nasional RI telah berlangganan beberapa database jurnal berbayar, sehingga semua masyarakat bisa menggunakannya dan memanfaatkannya. Lumayan untuk jurnal-jurnal berbayar…hehe. Untuk bisa menggunakan fasilitas ini anda harus mendaftar sebagai anggota Perpusnas dengan registrasi di e-resources.perpusnas.go.id

Laman PERPUSNAS Untuk Registrasi Anggota

Selanjutnya ikuti prosedur pendaftaran sebagai anggota, mulai dengan mengisi data dan sebagainya yang diminta. Setelah proses registrasi selesai selanjutnya sistem akan mengirim email verifikasi

Yogyakarta, 29 Januari 2019.

References:

  1. Materi Pelatihan Sitasi dari Perpustakaan UMY
  2. San Diego State University. Don’t Let Database Searching Stress You Out!
  3. Feature image by gre.ac.uk
Advertisements

HOT NEWS…!!! On-site Interview Beasiswa Penuh dari Chulalongkorn University

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Semalam saya agak dikejutkan dengan postingan dari akun Instragram resmi Chulalongkorn University almamater saya, @chulastagram. Pertama dari foto yang diposting sangat mencolok sekali gambar wanita berjilbab dengan latar beberapa orang mahasiswa (laki-laki dan perempuan). Ini termasuk jarang karena sebagai kampus nomor wahid dari negara mayoritas Budha, sangat jarang memposting gambar wanita muslim berjilbab.

Postingan akun Instagram Chulalongkorn University @chulastagram

Namun yang lebih mengejutkan tentu adalah konten dari postingan tersebut. Yaitu informasi mengenai rencana Chula mengadakan On-site Interview dan Active recruitment calon penerima beasiswa. Dan tidak tanggung-tanggung, sasaran program ini hanya ada di Indonesia. Ya hanya satu negara sasaran, yaitu Indonesia.

Hal ini cukup mengejutkan karena baru beberapa hari yang lalu Mahidol University, salah satu saingan Chula di Thailand, baru saja meluncurkan program serupa, yang juga menyasar Indonesia dan beberapa negara ASEAN lainnya sebagaimana sy tulis dalam postingan sebelumnya tentang “Mahidol University Thailand: Active Recruitment and On-site Interview Khusus untuk Pelajar Indonesia”.

Pemilihan Indonesia oleh Chula dan Mahidol sebagai negara sasaran (dan negara ASEAN lainnya) seolah semakin memperjelas apa yang pernah saya sampaikan sekitar 3 tahun lalu dalam tulisan saya tentang “5 Alasan Kuliah di Thailand”  yaitu mengenai politik beasiswa ala Thailand. Lebih detail silakan kembali baca artikel saya itu.

On-site Interview dan Active recruitment di Jogja dan Jakarta

Oke kita lupakan saja mengenai politik beasiswa ini, ntar tambah pusing kalau bicara politik apalagi di tahun politik (pemilu) saat ini…hehe. Kembali ke acara “On-site Interview dan Active recruitment” yang akan dilaksanakan di Indonesia, sebagaimana di jelaskan oleh Graduate School Chula, acara ini akan dilaksanakan di dua kota pada waktu yang berbeda. Keduanya adalah:

Waktu dan Tempat Acara On-site Interview dan Active recruitment di Indonesia

Adapun mengenai prosedur registrasinya bisa dilihat pada alur berikut ini:

Alur Pendaftaran On-site Interview dan Active recruitment Chula

Lebih detail dan untuk registrasi online silakan klik di sini.

Demikian, semoga bermanfaat.

Jogja, 25 Desember 2019.

HOT NEWS!!!…Beasiswa Full Scholarship S2 dan S3 dari Mahidol University Thailand: Active Recruitment and On-site Interview Khusus untuk Pelajar Indonesia

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Satu hari yang lalu, tepatnya Sabtu, 12 Januari 2019 sekitar pukul 11 siang saya dikejutkan dengan sebuah email dari Thailand. Tidak tanggung-tanggung email ini merupakan email resmi dari salah satu staf Faculty of Graduate Studies kampus terkenal di Thailand, Mahidol University. Pengirimnya adalah Pi (sebutan panggilan) Lalita atau lengkapnya Lalita Adulyakittiphaisan. Saya sendiri tidak kenal secara langsung dengan beliau, tapi cukup familiar namanya karena pernah tahu dari istri saya yang alumni Mahidol. Saya memang pernah pernah beberapa kali ke Graduate Studies Mahidol di Salaya menemani istri saya jika ada urusan di sana, namun saya tidak pernah berurusan secara langsung dengan beliau ataupun Graduate Studies dan saya juga bukan alumni Mahidol. Oleh karena itu agak heran juga koq saya diemail beliau.

Btw, kita lupakan keheranan saya dapat kiriman email dari Pi Lalita. Yang penting untuk dibahas adalah isi dari email itu. Pesan utama dari emailnya adalah pengumuman dari Faculty of Graduate Studies Mahidol University mengenai rencana melakukan “Active Recruitment dan On-site Interview” untuk penerima beasiswa dari Mahidol tahun 2019 yang akan dilaksanakan di Bali dan Jakarta pada bulan Maret 2019 besok. Dan meminta saya untuk membantu mensosialisasikan informasi ini. Berikut detail emailnya:

Email Pi Lalita dari Faculty of Graduate Studies Mahidol tentang Penerimaan Beasiswa S2/S3 tahun 2019

Ada beberapa point penting dari email Pi Lalita di atas:

  1. Mahidol menyediakan beasiswa penuh S2 dan S3 khususnya bagi warga negara Indonesia yang mengcover biaya kuliah (tuition fees) dan biaya lainnya termasuk full stipend (living cost) selama 2 tahun untuk S2 dan 3 tahun untuk S3
  2. Akan diadakan seleksi langsung di Indonesia, yaitu di Jakarta dan Bali pada tanggal 2 dan 3 Maret 2019.
  3. Lebih detail infonya bisa dilihat di http://www.grad.mahidol.ac.th/ActiveRecruitment2018/

Link website Graduate Studies Mahidol tentang kegiatan Active Recrutment 2019

Email dari Pi Lalita itu juga melampirkan dua dokumen tentang kegiatan active recruitment tersebut. Satu file berisi tentang detail dari rekrutmen dan syarat-syarat beasiswa dan satu dokumen foto tentang kegiatan rekrutment. Dari dokumen yang di lampirkan, tersebut bahwa kegiatan active recruitment ini ternyata tidak hanya dilaksanakan di Indonesia, tetapi juga di 3 negara lainnya yaitu: Kamboja (26 Januari), Nepal (2 Maret) dan Myanmar (9 Maret 2019). Khusus di Indonesia dilaksanakan 2 kali yaitu di Jakarta dan Bali sebagaimana saya sebutkan sebelumnya (untuk tempat pelaksanaan akan diumumkan kemudian).

Mahidol University Full Scholarship

Selain info mengenai kegiatan “Active Recruitment dan On-site Interview”, dokumen dari email Pi Lalita juga menjelaskan secara ringkas mengenai info beasiswa yang ditawarkan. Diantara beberapa poinnya adalah bahwa beasiswa ini adalah beasiswa full scholarship untuk S2 dan S3. Selain itu juga disebutkan mengenai target dari penerima beasiswa ini atau siapa yang bisa melamar, dan juga mengenai prosedur pendaftaran bagi yang akan mengikuti kegiatan.

Siapa yang bisa mandaftar program ini?

  1. Dosen atau staff universitas atau institusi yang berkaitan dengannya seperti staf rumah sakit pendidikan atau pusat studi/lembaga penelitian
  2. Pegawai pemerintah atau lembaga negara termasuk baik pemerintah daerah maupun pusat
  3. Karyawan swasta atau lembaga non pemerintah yang mempunyai kontribusi bagi negara
  4. Individual yang mempunyai prestasi akademik dan kemampuan bahasa Inggris yang baik.

Tahapan Proses Seleksi Kandidat

Bagi siapa saja yang berminat dan memenuhi kualifikasi, silakan melalui proses seleksi sebagaimana berikut:

  1. Melakukan registrasi pada website Graduate Studies Mahidol, link pendaftaran sebagai berikut: kunjungi http://www.grad.mahidol.ac.th/ActiveRecruitment2018/
  2. Bagi pelamar yang tertarik dan sudah mendaftar, bisa membawa dokumen berikut pada saat acara: sertifikat bahasa Inggris (TOEFL or IELTS), ijazah dan transkrip nilai. Kemampuan bahasa Inggris merupakan nilai plus, tapi bukan merupakan syarat yang diharuskan.
  3. Beberapa program studi mengharuskan mini test sebelum wawancara, detail mengenai hal ini akan diumumkan kemudian.
  4. Pengumuman hasil interview akan disampaikan 2 pekan setelah wawancara. Selanjutnya Graduate Studies akan membantu proses registrasi di program studi masing-masing.
  5. Bagi pelamar yang sudah pernah mendaftar pada tahun lalu masih bisa mengikuti seleksi melalui program ini.
  6. Beberapa program studi mungkin tidak mengikuti proses active recruitment ini, namun pelamar masih bisa mendaftar program dan beasiswanya melalui Graduate Studies Mahidol University. Link nya bisa diakses di sini.

Detail dari keterangan diatas bisa didownload di sini: active-recruitment-announcement-2019-general.

Poster Kegiatan “Active Recruitment and On-site Interview” Mahidol Unversity di Indonesia

Demikian sekilas info mengenai beasiswa full scholarship dari Mahidol University yang saya terima dari Pi Lalita, staf Graduate Studies Mahidol University. Semoga bermanfaat.

Purwokerto, 13 Januari 2018.