Monthly Archives: December 2018

Menemukan NOVELTY Dalam Disertasi dan Publikasi Ilmiah Bereputasi

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Disertasi dan publikasi ilmiah merupakan salah satu dari tujuan akhir dari kuliah, di dalam maupun luar negeri. Selain merupakan output dari riset yang dilakukan, disertasi dan publikasi merupakan bentuk pengakuan akan keilmuan dari mahasiswa setelah melakukan studi dan penelitian.

Tulisan ini bukan merupakan pengalaman saya, karena pada saat artikel ini ditulis saya sendiri sedang dalam persiapan untuk studi lanjut (S3). Namun tulisan ini merupakan catatan saya pada acara Workshop Studi Lanjut yang diselenggarakan oleh BSDM UMY, kampus tempat saya bekerja. Kegiatan ini merupakan salah satu pembekalan bagi dosen yang akan melaksanakan studi lanjut, sebagai bagian dari persiapan melalui perjalanan panjang S3.

Acara ini diisi oleh beberapa pembicara. Untuk itu materi dari topik ini juga berasal dari beberapa pembicara, baik dari . Berikut ini beberapa catatan saya:

Menemukan Novelty

Menurut Dr. Nano Prawoto,

  • Novelty akan ditemukan kalau bisa melihat research gap
  • Research gap adalah pertentangan hasil penelitian dari penelitian-penelitian terdahulu. Misal untuk masalah yang sama ada hasil yang berbada.

Adapun menurut Dr. Asfak, novelti bisa ditemukan melalui:

  1. Diskusi dengan supervisor (berdasarkan publikasi supervisor)
  2. Literature review
  3. Research focus

Novelty bisa diartikan sebagai informasi baru dimana peneliti merupakan orang pertama yang melakukannya (new theoritical derivatif). Kebaruan bisa dalam:

  • Metodologi
  • Masalah

Secara pragmatis, kebaruan adal menurut kita dan menurut supervisor. Karena kita tidak mungkin bisa mengetahui semua hal yang belum dan sudah diteliti.

Merumuskan Researh Idea

Berikut ini beberapa hal yang disampaikan oleh Dr. Nuryakin mengenai tahapan untuk merumuskan research idea:

  1. Mencari ide penelitian (tidak cuma dari jurnal, tapi juga amati fenomena sekitar)
  2. Koleksi artikel dan jurnal sebanyak-banyaknya
  3. Koleksi artikel dalam reference manager (endnote, mendeley etc.)
  4. Sebaiknya hindari topik yang kurang back up theory atau minim penelitian terdahulu
  5. Akses informasi dari jurnal bererputasi (Emerald, Science Direct, Elsevier, etc.)

Tahapan Disertasi?

  1. Tahap 1: Menjelaskan setting of context masalah yang akan diteliti (fenomena gap), yaitu masalah penelitian/masalah yang ada di lapangan
  2. Tahap 2: Menjelaskan aspek yang telah diteliti sebelumnya (previous research)
  3. Tapah 3: bagian spesifik dari penelitian terdahulu yang belum dilakukan (research gap)
  4. Tahap 4: membuat state of the art

Mempersiapkan publikasi ilmiah

Type of manuscript:

  1. Research article
  2. Review
  3. Short communication

Scientific manuscript:

  • Fenomena gap
  • Research gap

Terakhir —- Quote: “Disertasi yang bagus adalah disertasi yang selesai”

 

References:

  • Feature image credit to gradschool.duke.edu
  • Materi presentasi oleh Dr. Nuryakin, Ari Kusuma Paksi, Ph.D, Dr. Nano Parwoto
Advertisements