Monthly Archives: October 2018

Menilik Kehidupan Mahasiswa Indonesia di Thailand

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.*

Thailand sebagai negara tetangga dan sesama anggota ASEAN bukan merupakan negara yang asing bagi orang Indonesia. Meski bukan merupakan tujuan utama mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi di sana, namun akhir-akhir ini semakin banyak mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan tingginya di negeri gajah putih ini.

Sampai terakhir saya pulang dari Thailand tahun 2015, setidaknya ada 500an mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Thailand di berbagai kampus baik di bagian selatan, tengah maupun utara. Mulai dari Prince of Songkla University di selatan Thailand, di kawasan tengah seperti di Chulalongkorn Univ, Mahidol, Thammassat, Kasetsart, dan AIT di Bangkok, hingga di ujung utara Mae Fah Luang dan Chiang Mai Univ, dan bahkan di daerah timur utara kawasan Isaan di Khon Kaen University.

Bersama Pengurus PERMITHA/PPI Thailand saat Kunjungan Ke Mae Fah Luang University di Chiang Rai

Berbicara mengenai kehidupa mahasiswa Thailand merupakan topik yang menarik untuk ditulis. Banyak aspek yang bisa dibahas disini, mulai dari dimana mereka tinggal, bagaimana ke kampus, kegiatan di kampus, kegiatan di PPI Thailand/PERMITHA, kegiatan bersama KBRI Bangkok, kegiatan bersama orang Thailand dan lainnya berbagai macam aktivitas selama kuliah dan hidup di Thailand.

Tempat Tinggal Mahasiswa

Athen Apartment, Tempat Tinggal Legendaris Mahasiswa dan Masyarakat Indonesia di Bangkok

Umumnya mahasiswa tinggal di apartemen sewa, sebagian tinggal di asrama mahasiwa yang disediakan oleh kampus. Anda jangan membayangkan bahwa apartemen yang disewa seperti bayangan kita tentang apartemen di Indonesia yang serba mewah dan ditengah kota. Ya memang apartemen di Thailand biasanya terdiri dari beberapa lantai, namun untuk kelas mahasiswa tentu tidak semewah di Indonesia tentang apartemen. Bahkan kadang lebih mirip “kos-kosan” kalau kita di Indonesia.

Demikian halnya asrama mahasiswa, tidak selamanya kumuh seperti asrama mahasiswa di Indonesia. Untuk kampus seperti Chulalongkorn University, mempunyai asrama mahasiswa yang relatif baru dan lumayan mewah (bagi saya…hehe). Dan tentu biaya sewa lebih mahal. Namun dengan fasilitas yang lengkap dan terbaru.

To be continued…insyaAllah

 

 

*Penulis adalah alumni Chulalongkorn University, tinggal di Thailand antara tahun 2013-2015.

 

Advertisements

6 Tips Merencanakan Kuliah di Thailand

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan mengenai “6 Tips Merencanakan Kuliah di Thailand” ini hadir sebagai jawaban dari banyaknya pertanyaan (baik lewat email, WA maupun komen di blog) ke saya dari para pembaca mengenai langkah-langkah yang harus disiapkan kalau mempunyai rencana kuliah di Thailand. Setelah membaca artikel saya sebelumnya mengenai “5 Alasan Kuliah di Thailand”, banyak yang menanyakan ke saya tentang hal ini. Mereka (penanya) umumnya masih duduk dibangku sekolah (SMA) atau baru lulus sekolah. Di satu sisi saya senang dengan fenomena ini, anak-anak muda yang sudah mendunia mimpinya.

Jujur saya sendiri saat SMA belum kepikiran kuliah di luar negeri, namun mereka (para penanya) sudah selangkah lebih maju dibanding saya saat seusia mereka dulu. Untuk itu biar jawaban saya lebih tertata dan juga supaya tidak mengulang jawaban jika ada lagi yang menanyakan topik tentang perencanaan kuliah ini, maka sudah saatnya dibuatkan tulisan khusus mengenai hal ini. (Jadi kalau ada yang nanya lagi tinggal sy share link artikelnya…hehe).

Pertama, Berani Mimpi Kuliah di Luar Negeri

Orang bijak mengatakan, everything begin from dream, semua berawal dari mimpi. Saya termasuk yang percaya bahwa bermimpi bukan sekedar berangan-angan. Tapi mimpi yang benar, tulus dan diusahakan merupakan langkah pertaman dan utama juga untuk kesuksesan rencana kuliah di luar negeri dalam hal ini kuliah di Thailand.

Kata orang kuliah di luar negeri identik dengan jalan-jalan

Saya sendiri jujur dulu tidak mempunyai mimpi yang terencana hingga akhirnya saya kuliah di Thailand. Namun setelah saya urut ke belakang, saya jadi ingat bahwa suatu ketika saat saya kuliah S1 saya pernah berpendapat bahwa kalau ingin kuliah pertanian sebaiknya di Thailand, pertama karena secara teknis hasil pertanian dan kampus pertanian di Thailand lebih unggul di banding Indonesia. Kedua, sebagai sesama negara di Asia Tenggara, pengalaman pertanian Thailand lebih aplikatif jika diterapkan di Indonesia dibanding dengan praktek pertanian di negara maju lainnya yang mempunyai kondisi geografis, kultur dan karakter petani yang relatif berbeda.

Jadi, meski saya tidak memimpikan secara detail untuk kuliah di Thailand. Saya yakin bahwa ketika akhirnya saya kuliah di Thailand mungkin karena ungkapan sepintas saya tentang kuliah di Thailand itu diaminkan malaikat…hehe. Oleh karena itu, bisa dibayangkan kalau mimpi kuliah di luar negeri itu dituliskan dan diungkapkan secara detail saya kira potensi terkabulnya impian lebih besar.

Kedua, Tentukan BIDANG STUDI Yang Dituju

Setelah anda menentukan/mempunyai keinginan/impian untuk kuliah di Thailand, langkah selanjutnya adalah menentukan bidang studi yang dituju. Bidang studi ini kadang tidak ada kaitannya dengan latar belakang jurusan anda pada tingkat pendidikan sebelumnya. Tapi lebih pada ingin jadi apa nantinya anda setelah lulus kuliah.

Jadi, bisa saja anda sekarang kuliah di fakultas pertanian tapi anda ingin mendalami ilmu ekonomi ke depannya karena anda tertarik. Atau anda seorand lulusan ilmu politik tetapi tertarik mempelajari ilmu hukum. Jurusan apa yang akan anda tuju sah-sah saja, tidak ada batasan orang untuk menuntut ilmu. Yang membatasi hanya tempat yang anda tuju mau menerima atau ga. Program studi yang anda tuju memungkinkan menerima saudara tidak.

Bersama Prof. Tom dan teman-teman kuliah di Chula

Contohnya saya sendiri, sewaktu S1 saya ambil jurusan agribisnis namun saat S2 di Chula saya ambil jurusan bisnis manajemen. Saya beralih dari alumni fakultas pertanian menjadi mahasiswa fakultas ekonomi. Alhamdulillaah jurusan yang saya tuju menerima latar belakang pendidikan saya.

Bagaimana dengan pertimbangan memilih jurusan kaitannya dengan masa depan setelah lulus? Contoh misalnya setelah lulus anda bermaksud menjadi dosen, maka anda harus mempertimbangkan linieritas jurusan yang anda ambil. Linieritas bisa berarti jurusan yang anda ambil linier dari S1, S2 hingga S2. Jadi kalau anda alumni S1 akuntansi maka anda ambil jurusan S2 Akuntansi, dan S3 pun akuntansi. Pemahaman terbaru mengenai linieritas dosen dilihat dari pendidikan terakhir dan bidang risetnya. Jadi kalau anda ingin jadi dosen ilmu politik, maka jurusan terakhir anda yang harus diambil adalah ilmu politik meski S1 anda ilmu hukum.

Ketiga, Tentukan KAMPUS Yang Dituju

Di Salah Satu Sudut Kampus Chula

Setelah anda menentukan jurusan yang akan dituju, selanjutnya anda memilih kampus alternatif yang akan anda pilih. Mengapa saya katakan sebagai kampus alternatif?…hal ini karena kita belum bisa memastikan pasti akan diterima di kampus impian. Untuk itu sebaiknya melist daftar alternatif kampus tujuan, mulai dari alternatif pertama, kedua hingga seterusnya. Beberapa ada yang menyarankan setidaknya ada 10 alternatif, atau kalau menurut saya minimal 5 alternatif kampus.

Bagaimana anda memilih kampus-kampus di Thailand yang jumlahnya banyak sekali? silakan anda bisa baca artikel saya tentang “Mengenal Kampus Unggulan di Thailand”.

[BACA: “Mengenal Kampus Unggulan di Thailand”]

Keempat, Persiapkan Persyaratan

Untuk bisa diterima kuliah di kampus manapun di dunia, tentu kita harus bisa memenuhi segala persyaratan masuknya. Secara umumu persyaratan pendaftaran mahasiswa baru relatif sama:

  • Ijazah strata sebelumnya
  • Transkrip Nilai (IPK)
  • Surat rekomendasi, biasanya ada 2 buah: dari pembimbing terdahulu dan atau dari atasan (bagi yang sudah bekerja)
  • Rancangan Proposal Riset (cukup 3-4 halaman)
  • Motivation letter (jika diminta)
  • Persyaratan lain yang diminta, misal copy paspor/ID card, akta kelahiran dll, tergantung kampus masing-masing.

Semua persyaratan itu harus yang dalam bahasa Inggris. Bagaimana jika belum berbahasa Inggris?, anda bisa minta ke kampus/sekolah anda sebelumnya untuk diberikan edisi bahasa Inggrisnya. Kalau tidak ada berarti harus diterjemahkan ke penerjemah tersumpah yang ada di kota anda.

Adapun mengenai recommendation letter, motivation letter secara singkat bisa dijelaskan sebagai berikut:

a. Motivation Letter

Merupakan “surat” atau pernyataan mengenai alasan kuliah, termasuk latar belakang yang menjadikan motivasi untuk melanjutkan kuliah.
b. Recommendation Letter

Merupakan surat/pernyataan rekomendasi dari profesor/pembimbing/atasan/tokoh tentang kita bahwa kita orang yang layak untuk menjadi mahasiswa/mendapatkan beasiswa.

[Baca: Menulis Proposal Riset Yang Menarik]

Kelima, Pembiayaan Kuliah (Beasiswa)

Bagian kelima ini bagian yang cukup berat, karena berhubungan dengan uang…hehe. Bagi mereka dengan latar belakang ekonomi yang mapan, atau dari keluarga yang super kaya tentu ini tidak perlu dipersoalkan. Tinggal mengajukan proposal ke “ADB”, alias ayah dan bunda semua beres tentunya…hehe

Namun bagi orang-orang seperti saya dan mereka yang belum berkecukupan tentu menjadi problem sendiri. Bayangkan untuk biaya masuk TK saja sekarang jutaan, dan semakin tinggi pendidikan biasanya semakin tinggi pula biayanya. Terlebih dengan kuliah di luar negeri. Meski Thailand tidak semahal Singapura namun tentu  demikian tidak usah khawatir, selama kita ikhtiar insyaAllah ada jalan. Saat ini tersedia banyak pilihan beasiswa baik di dalam negeri (LPDP, BPLN DIKTI dll) maupun dari luar negeri (DAAD, Erasmus, ADS dll)

Khusus untuk kuliah di Thailand, pemerintah dan kampus di Thailand juga menawarkan beberapa beasiswa yang bisa diakses oleh orang asing. Khusus mengenai hal ini, silakan baca artikel saya “7 Beasiswa Kuliah di Thailand”

[BACA: “7 Beasiswa Kuliah di Thailand”]

Keenam, DOA

The last but not least, adalah jelas DOA. Agama mengajarkan bahwa “doa adalah senjatanya orang yang beriman”. Oleh karena itu, lengkapi usaha anda dengan doa yang khusuk, penuh harap kepada Tuhan. Kewajiban kita berusaha tapi Tuhan yang menentukan. Dan tentu doa itu harus diiringi dengan amal sholeh agar doa itu tembus ke langit.

Saran saya mengenai doa ini bukan sekedar klise, tp memang sesuatu yang sangat penting. Jujur pengalaman saya dulu bisa diterima beasiswa dan kuliah di Thailand salah satunya barangkali karena doa. Mungkin karena ibarat melangkah, posisi saya waktu itu (saat mendaftar kuliah dan beasiswa ke Thailand) ibarat maju perang sudah tidak ada jalan untuk mundur ke belakang. Karena mau tidak mau saya harus ke Thailand, dan tentu sangat besar harapan saya untuk diterima. Oleh karena itu, saya ingat betul hampir setiap kesempatan saya berdoa memohon kepada Allah untuk dikabulkan rencana saya. Dan tanpa kehendakNya jelas saya tidak bisa. Alhamdulilaah akhirnya terkabul doa saya.

Demikian tips ringkas dari saya bagi yang berencana kuliah di Thailand. Semoga berhasil.

Wassalam

Sa Wat Dee Krub.

Daftar Jurnal Nasional di Bidang Agribisnis dan Ekonomi Pertanian

Oleh: Heri Akhmadi, S.P., M.A.*

Beberapa waktu lalu saya ditanya oleh teman tentang rekomendasi jurnal-jurnal di bidang agribisnis untuk publikasi ilmiah. Kebetulah dia sedang menempuh jenjang pasca sarjana dan sedang “berburu” jurnal untuk keperluan publikasi hasil penelitiannya.

Mencari jurnal agribisnis/sosial ekonomi pertanian yang tepat untuk publikasi memang tidak mudah. Pertama karena sumber data dari Dikti misal dari database ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional) biasanya tidak memberikan informasi secara detail database jurnal berdasarkan bidang studi/scope keilmuannya. Umumnya data yang adalah data semua jurnal dari semua disiplin ilmu. Oleh karena itu melalui tulisan ini selain menjadi database saya pribadi semoga bisa membantu rekan-rekan peneliti, mahasiswa atau siapa saja di bidang agribisnis dan sosial ekonomi yang akan mepublikasikan karyanya namun masih galau mau dipublis ke mana.

ARJUNA dari Kemenristekdikti

Peraturan Terbaru Kemenristekdikti Tentang Akreditasi Jurnal

Daftar jurnal saya bagi menjadi beberapa kategori sebagaimana aturan terbaru dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada aturan terbarunya Menteri sebagaimana dituangkan pada Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 9 Tahun 2018 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah. Peraturan tersebut menyebutkan bahwa lembaga akreditasi jurnal ilmiah menjadi satu di Kemenristekdikti. Jadi kalau dulu ada jurnal terakreditasi Dikti dan LIPI, sekarang menjadi satu dibawah Kemenristekdikti dalam platform SINTA (Science and Technology Index).

SINTA Kemenristekdikti

Hal baru lainnya dari peraturan ini adalah kalau dulu kriteria jurnal terbagi menjadi Terakreditasi (A/B) dan tidak terakreditasi. Sekarang, dirubah kriterianya menjadi terakreditasi pada peringkat 1-6 atau SINTA 1 sampai SINTA 6. Adapun kriteria tiap levelnya adalah sebagai berikut:

Peringkat Jurnal Berdasarkan SINTA Index 1-6

Sebagai gambaran, peringkat satu itu dulu adalah jurnal terakreditasi A Dikti. Umumnya jurnal dengan kategori A ini adalah jurnal yang sudah menjadi jurnal internasional dan berreputasi (terindeks SCOPUS misalnya). Adapun peringkat 2 adalah Jurnal terakreditasi B. Secara rinci daftar jurnalnya adalah sebagaimana daftar dibawah ini:.

Daftar Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Terakreditasi Dikti

Berikut ini daftar Jurnal Terakreditasi Dikti (Peringkat 1-6) per 30 Januari 2019 yang diakses dari Portal SINTA Kemenristekdikti. Kalau pembaca ada info yang terupdate atau ada tambahan informasi saya sangat berterima kasih jika berkenan berbagi. Daftar ini juga masih sementara karena hanya beberapa yang sudah sy cantumkan linknya.

Jurnal Peringkat SINTA 1 :

Pada peringkat satu atau SINTA `1 pada dasarnya belum ada jurnal (spesifik) bidang agribisnis atau sosial ekonomi pertanian yang termasuk dalam peringkat ini. Namun demikian, sebagai alternatif barangkali bisa dicoba ke jurnal-jurnal dengan bidang ilmu yang beririsan dengan agribisnis atau sosek, seperti jurnal di bidang ekonomi dan bisnis. Berikut diantaranya (Catatan: urutan jurnal bukan menunjukkan peringkat, tetapi urutan pada laman SINTA) :

No   Nama Jurnal   Indexing   Penerbit/Lembaga   Periode Terbit   Link URL
1 Gadjah Mada International Journal of Business (GamaIJB) SINTA 1, SCOPUS, Clarivate Analytics, EBSCO, DOAJ, IPI, Google Scholar, NSD

 

MM FEB Universitas Gadjah Mada (UGM) 3X Setahun:

–   January-April,

–   May-August,

–   September-December

https://jurnal.ugm.ac.id/gamaijb

 

2 Operations and Supply Chain Management: An International Journal SINTA 1, SCOPUS, Google Scholar, Index Copernicus,

 

Laboratorium Logistik dan Supply Chain Management – Jurusan Teknik Industri ITS Surabaya 3X Setahun:

–   January

–   May

–   September

http://journal.oscm-forum.org/

 

3 AGRIVITA, Journal of Agricultural Science (AJAS) SINTA 1, SCOPUS, Google Scholar, Scimago Journal Ranks (SJR), Web of Science, ProQuest, EBSCO

 

Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya 3X Setahun:

–   Februari

–   Juni

–   Oktober

https://agrivita.ub.ac.id/index.php/agrivita/index

 

4 Journal of Regional and City Planning Sinta 1, SCOPUS, Web of Science (ESCI), DOAJ, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Bandung 3X Setahun http://journals.itb.ac.id/index.php/jpwk/index

 

5 Journal of ICT Research and Applications Sinta 1, SCOPUS, Google Scholar, DOAJ, EBSCO, Indonesian Publication Index and ISJD LPPM ITB 3X Setahun http://journals.itb.ac.id/index.php/jictra/index

 

Demikian 5 Jurnal itu yang saya dapatkan dari laman SINTA Kemenristekdikti. Semoga kedepan semakin banyak jurnal di bidang agribisnis yang masuk dalam SINTA 1, atau ada peningkatan peringkat dari jurnal-jurnal di SINTA 2 ke SINTA 1 sehingga peringkatnya pun menjadi jurnal internasional bahkan jurnal internasional bereputasi.

Jurnal Peringkat SINTA 2:

Adapun jurnal jurnal peringkat SINTA 2 atau dulu disebut dengan Jurnal Nasional Terakreditasi, diantaranya adalah sebagai berikut:

No   Nama Jurnal   Indexing   Penerbit/Lembaga   Periode Terbit   Link URL
1 AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research

 

Sinta 2, DOAJ, Indonesian Publication Index (IPI), Google Scholar, Neliti Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) 2X setahun:

–   January-June

–   July-December

http://journal.umy.ac.id/index.php/ag/index

 

2 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Sinta 2, Indonesian Publication Index (IPI), Google Scholar, Neliti, ISJD Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian KEMENTAN 2X setahun:

–   Juni

–   December

http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jppp

 

3 Forum Penelitian Agro Ekonomi Sinta 2, Indonesian Publication Index (IPI), Google Scholar, Neliti, ISJD Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian KEMENTAN 2X setahun:

–   Juli

–   Desember

http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/fae/index

 

4 Jurnal Gizi dan Pangan Sinta 2, Clarivate Analytics, DOAJ, Indonesian Publication Index (IPI), Google Scholar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB 3X setahun:

–   Maret

–   Juli

–   November

http://journal.ipb.ac.id/index.php/jgizipangan

 

5 Indonesian Journal of Agricultural Science Sinta 2, DOAJ, , Google Scholar Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian KEMENTAN 2X setahun:

–   Juni

–   Desember

http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/ijas

 

 

Itu data sementara beberapa jurnal nasional yang terindeks SINTA 2. InsyaAllah secara berkala akan saya tambahkan dan update datanya.

AGRARIS Journal, Salah Satu Jurnal Nasional Terakreditasi SINTA 2 KEMENRISTEK DIKTI

Jurnal Peringkat SINTA 3 ke bawah:

Adapun jurnal jurnal peringkat SINTA 3 ke bawah diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Agriekonomika (Universitas Trunojoyo Madura)
  2. Agribusiness Review (UNS)
  3. AGRIN: Jurnal Peneiltian Pertanian (UNSOED)
  4. AGRISE (Universitas Brawijaya)
  5. Agri-Sosio Ekonomi (Unsam)
  6. Agrotekbis (Untad)
  7. E-Journal Agribisnis dan Agrowisata (Journal of Agribusiness and Agritourism) (Unud)
  8. Forum Agribisnis (IPB)
  9. AGRINAK | Jurnal Agribisnis dan Industri Peternakan (Unja)
  10. Jurnal AGRIBIS (Univ. Tulungagung)
  11. Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian (IPB)
  12. Jurnal Agribisnis Indonesia (IPB)
  13. Jurnal Agribisnis Terpadu (Untirta)
  14. Jurnal Buana Agribisnis (Univ. Babel)
  15. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis (Unila)
  16. Jurnal Manajemen Agribisnis (Unud)
  17. SOCA (SOCIO-ECONOMIC OF AGRICULTURRE AND AGRIBUSINESS) (UNud)
  18. JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS (USU)
  19. Agrosains (Unair)
  20. MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Prodi Agribisnis Univ. Garut)

Demikian daftar sementara (karena sifatnya berubah tiap waktu) jurnal-jurnal di bidang agribisnis dan ekonomi pertanian yang terindeks SINTA dari 1 sampai 6. InsyaAllah akan sy update secara berkala dan perbaiki lagi kontennya.

Untuk jurnal-jurnal internasional di bidang agribisnis dan ekonomi pertanian silakan baca artikel saya yang lainnya khusus tentang hal itu. Salam hangat, semoga bermanfaat.

Yogyakarta, 4 Oktober 2018 (Updated 02 April 2019)

References:

  1. Arjuna. Akreditasi Jurnal Nasional. Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi
  2. SINTA. Science and Technology Index. KEMENRISTEKDIKTI
  3. LLDIKTI. Lembaga Layanan Perguruan Tinggi
  4. Kopertis 3. 2018. Salinan Permenristekdikti Tentang Akreditasi Jurnal
  5. Logo Arjuna dan Sinta credit to ristekdikti.go.id
  6. Feature image credit to droliviaong.com

*Penulis adalah dosen Prodi Agribisnis UMY sekaligus Managing Editor Jurnal AGRARIS UMY.