Tag Archives: Tips Beasiswa Kuliah Ke Thailand

HOT NEWS…!!! On-site Interview Beasiswa Penuh dari Chulalongkorn University

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Semalam saya agak dikejutkan dengan postingan dari akun Instragram resmi Chulalongkorn University almamater saya, @chulastagram. Pertama dari foto yang diposting sangat mencolok sekali gambar wanita berjilbab dengan latar beberapa orang mahasiswa (laki-laki dan perempuan). Ini termasuk jarang karena sebagai kampus nomor wahid dari negara mayoritas Budha, sangat jarang memposting gambar wanita muslim berjilbab.

Postingan akun Instagram Chulalongkorn University @chulastagram

Namun yang lebih mengejutkan tentu adalah konten dari postingan tersebut. Yaitu informasi mengenai rencana Chula mengadakan On-site Interview dan Active recruitment calon penerima beasiswa. Dan tidak tanggung-tanggung, sasaran program ini hanya ada di Indonesia. Ya hanya satu negara sasaran, yaitu Indonesia.

Hal ini cukup mengejutkan karena baru beberapa hari yang lalu Mahidol University, salah satu saingan Chula di Thailand, baru saja meluncurkan program serupa, yang juga menyasar Indonesia dan beberapa negara ASEAN lainnya sebagaimana sy tulis dalam postingan sebelumnya tentang “Mahidol University Thailand: Active Recruitment and On-site Interview Khusus untuk Pelajar Indonesia”.

Pemilihan Indonesia oleh Chula dan Mahidol sebagai negara sasaran (dan negara ASEAN lainnya) seolah semakin memperjelas apa yang pernah saya sampaikan sekitar 3 tahun lalu dalam tulisan saya tentang “5 Alasan Kuliah di Thailand”  yaitu mengenai politik beasiswa ala Thailand. Lebih detail silakan kembali baca artikel saya itu.

On-site Interview dan Active recruitment di Jogja dan Jakarta

Oke kita lupakan saja mengenai politik beasiswa ini, ntar tambah pusing kalau bicara politik apalagi di tahun politik (pemilu) saat ini…hehe. Kembali ke acara “On-site Interview dan Active recruitment” yang akan dilaksanakan di Indonesia, sebagaimana di jelaskan oleh Graduate School Chula, acara ini akan dilaksanakan di dua kota pada waktu yang berbeda. Keduanya adalah:

Waktu dan Tempat Acara On-site Interview dan Active recruitment di Indonesia

Adapun mengenai prosedur registrasinya bisa dilihat pada alur berikut ini:

Alur Pendaftaran On-site Interview dan Active recruitment Chula

Lebih detail dan untuk registrasi online silakan klik di sini.

Demikian, semoga bermanfaat.

Jogja, 25 Desember 2019.

Advertisements

6 Tips Merencanakan Kuliah di Thailand

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan mengenai “6 Tips Merencanakan Kuliah di Thailand” ini hadir sebagai jawaban dari banyaknya pertanyaan (baik lewat email, WA maupun komen di blog) ke saya dari para pembaca mengenai langkah-langkah yang harus disiapkan kalau mempunyai rencana kuliah di Thailand. Setelah membaca artikel saya sebelumnya mengenai “5 Alasan Kuliah di Thailand”, banyak yang menanyakan ke saya tentang hal ini. Mereka (penanya) umumnya masih duduk dibangku sekolah (SMA) atau baru lulus sekolah. Di satu sisi saya senang dengan fenomena ini, anak-anak muda yang sudah mendunia mimpinya.

Jujur saya sendiri saat SMA belum kepikiran kuliah di luar negeri, namun mereka (para penanya) sudah selangkah lebih maju dibanding saya saat seusia mereka dulu. Untuk itu biar jawaban saya lebih tertata dan juga supaya tidak mengulang jawaban jika ada lagi yang menanyakan topik tentang perencanaan kuliah ini, maka sudah saatnya dibuatkan tulisan khusus mengenai hal ini. (Jadi kalau ada yang nanya lagi tinggal sy share link artikelnya…hehe).

Pertama, Berani Mimpi Kuliah di Luar Negeri

Orang bijak mengatakan, everything begin from dream, semua berawal dari mimpi. Saya termasuk yang percaya bahwa bermimpi bukan sekedar berangan-angan. Tapi mimpi yang benar, tulus dan diusahakan merupakan langkah pertaman dan utama juga untuk kesuksesan rencana kuliah di luar negeri dalam hal ini kuliah di Thailand.

Kata orang kuliah di luar negeri identik dengan jalan-jalan

Saya sendiri jujur dulu tidak mempunyai mimpi yang terencana hingga akhirnya saya kuliah di Thailand. Namun setelah saya urut ke belakang, saya jadi ingat bahwa suatu ketika saat saya kuliah S1 saya pernah berpendapat bahwa kalau ingin kuliah pertanian sebaiknya di Thailand, pertama karena secara teknis hasil pertanian dan kampus pertanian di Thailand lebih unggul di banding Indonesia. Kedua, sebagai sesama negara di Asia Tenggara, pengalaman pertanian Thailand lebih aplikatif jika diterapkan di Indonesia dibanding dengan praktek pertanian di negara maju lainnya yang mempunyai kondisi geografis, kultur dan karakter petani yang relatif berbeda.

Jadi, meski saya tidak memimpikan secara detail untuk kuliah di Thailand. Saya yakin bahwa ketika akhirnya saya kuliah di Thailand mungkin karena ungkapan sepintas saya tentang kuliah di Thailand itu diaminkan malaikat…hehe. Oleh karena itu, bisa dibayangkan kalau mimpi kuliah di luar negeri itu dituliskan dan diungkapkan secara detail saya kira potensi terkabulnya impian lebih besar.

Kedua, Tentukan BIDANG STUDI Yang Dituju

Setelah anda menentukan/mempunyai keinginan/impian untuk kuliah di Thailand, langkah selanjutnya adalah menentukan bidang studi yang dituju. Bidang studi ini kadang tidak ada kaitannya dengan latar belakang jurusan anda pada tingkat pendidikan sebelumnya. Tapi lebih pada ingin jadi apa nantinya anda setelah lulus kuliah.

Jadi, bisa saja anda sekarang kuliah di fakultas pertanian tapi anda ingin mendalami ilmu ekonomi ke depannya karena anda tertarik. Atau anda seorand lulusan ilmu politik tetapi tertarik mempelajari ilmu hukum. Jurusan apa yang akan anda tuju sah-sah saja, tidak ada batasan orang untuk menuntut ilmu. Yang membatasi hanya tempat yang anda tuju mau menerima atau ga. Program studi yang anda tuju memungkinkan menerima saudara tidak.

Bersama Prof. Tom dan teman-teman kuliah di Chula

Contohnya saya sendiri, sewaktu S1 saya ambil jurusan agribisnis namun saat S2 di Chula saya ambil jurusan bisnis manajemen. Saya beralih dari alumni fakultas pertanian menjadi mahasiswa fakultas ekonomi. Alhamdulillaah jurusan yang saya tuju menerima latar belakang pendidikan saya.

Bagaimana dengan pertimbangan memilih jurusan kaitannya dengan masa depan setelah lulus? Contoh misalnya setelah lulus anda bermaksud menjadi dosen, maka anda harus mempertimbangkan linieritas jurusan yang anda ambil. Linieritas bisa berarti jurusan yang anda ambil linier dari S1, S2 hingga S2. Jadi kalau anda alumni S1 akuntansi maka anda ambil jurusan S2 Akuntansi, dan S3 pun akuntansi. Pemahaman terbaru mengenai linieritas dosen dilihat dari pendidikan terakhir dan bidang risetnya. Jadi kalau anda ingin jadi dosen ilmu politik, maka jurusan terakhir anda yang harus diambil adalah ilmu politik meski S1 anda ilmu hukum.

Ketiga, Tentukan KAMPUS Yang Dituju

Di Salah Satu Sudut Kampus Chula

Setelah anda menentukan jurusan yang akan dituju, selanjutnya anda memilih kampus alternatif yang akan anda pilih. Mengapa saya katakan sebagai kampus alternatif?…hal ini karena kita belum bisa memastikan pasti akan diterima di kampus impian. Untuk itu sebaiknya melist daftar alternatif kampus tujuan, mulai dari alternatif pertama, kedua hingga seterusnya. Beberapa ada yang menyarankan setidaknya ada 10 alternatif, atau kalau menurut saya minimal 5 alternatif kampus.

Bagaimana anda memilih kampus-kampus di Thailand yang jumlahnya banyak sekali? silakan anda bisa baca artikel saya tentang “Mengenal Kampus Unggulan di Thailand”.

[BACA: “Mengenal Kampus Unggulan di Thailand”]

Keempat, Persiapkan Persyaratan

Untuk bisa diterima kuliah di kampus manapun di dunia, tentu kita harus bisa memenuhi segala persyaratan masuknya. Secara umumu persyaratan pendaftaran mahasiswa baru relatif sama:

  • Ijazah strata sebelumnya
  • Transkrip Nilai (IPK)
  • Surat rekomendasi, biasanya ada 2 buah: dari pembimbing terdahulu dan atau dari atasan (bagi yang sudah bekerja)
  • Rancangan Proposal Riset (cukup 3-4 halaman)
  • Motivation letter (jika diminta)
  • Persyaratan lain yang diminta, misal copy paspor/ID card, akta kelahiran dll, tergantung kampus masing-masing.

Semua persyaratan itu harus yang dalam bahasa Inggris. Bagaimana jika belum berbahasa Inggris?, anda bisa minta ke kampus/sekolah anda sebelumnya untuk diberikan edisi bahasa Inggrisnya. Kalau tidak ada berarti harus diterjemahkan ke penerjemah tersumpah yang ada di kota anda.

Adapun mengenai recommendation letter, motivation letter secara singkat bisa dijelaskan sebagai berikut:

a. Motivation Letter

Merupakan “surat” atau pernyataan mengenai alasan kuliah, termasuk latar belakang yang menjadikan motivasi untuk melanjutkan kuliah.
b. Recommendation Letter

Merupakan surat/pernyataan rekomendasi dari profesor/pembimbing/atasan/tokoh tentang kita bahwa kita orang yang layak untuk menjadi mahasiswa/mendapatkan beasiswa.

[Baca: Menulis Proposal Riset Yang Menarik]

Kelima, Pembiayaan Kuliah (Beasiswa)

Bagian kelima ini bagian yang cukup berat, karena berhubungan dengan uang…hehe. Bagi mereka dengan latar belakang ekonomi yang mapan, atau dari keluarga yang super kaya tentu ini tidak perlu dipersoalkan. Tinggal mengajukan proposal ke “ADB”, alias ayah dan bunda semua beres tentunya…hehe

Namun bagi orang-orang seperti saya dan mereka yang belum berkecukupan tentu menjadi problem sendiri. Bayangkan untuk biaya masuk TK saja sekarang jutaan, dan semakin tinggi pendidikan biasanya semakin tinggi pula biayanya. Terlebih dengan kuliah di luar negeri. Meski Thailand tidak semahal Singapura namun tentu  demikian tidak usah khawatir, selama kita ikhtiar insyaAllah ada jalan. Saat ini tersedia banyak pilihan beasiswa baik di dalam negeri (LPDP, BPLN DIKTI dll) maupun dari luar negeri (DAAD, Erasmus, ADS dll)

Khusus untuk kuliah di Thailand, pemerintah dan kampus di Thailand juga menawarkan beberapa beasiswa yang bisa diakses oleh orang asing. Khusus mengenai hal ini, silakan baca artikel saya “7 Beasiswa Kuliah di Thailand”

[BACA: “7 Beasiswa Kuliah di Thailand”]

Keenam, DOA

The last but not least, adalah jelas DOA. Agama mengajarkan bahwa “doa adalah senjatanya orang yang beriman”. Oleh karena itu, lengkapi usaha anda dengan doa yang khusuk, penuh harap kepada Tuhan. Kewajiban kita berusaha tapi Tuhan yang menentukan. Dan tentu doa itu harus diiringi dengan amal sholeh agar doa itu tembus ke langit.

Saran saya mengenai doa ini bukan sekedar klise, tp memang sesuatu yang sangat penting. Jujur pengalaman saya dulu bisa diterima beasiswa dan kuliah di Thailand salah satunya barangkali karena doa. Mungkin karena ibarat melangkah, posisi saya waktu itu (saat mendaftar kuliah dan beasiswa ke Thailand) ibarat maju perang sudah tidak ada jalan untuk mundur ke belakang. Karena mau tidak mau saya harus ke Thailand, dan tentu sangat besar harapan saya untuk diterima. Oleh karena itu, saya ingat betul hampir setiap kesempatan saya berdoa memohon kepada Allah untuk dikabulkan rencana saya. Dan tanpa kehendakNya jelas saya tidak bisa. Alhamdulilaah akhirnya terkabul doa saya.

Demikian tips ringkas dari saya bagi yang berencana kuliah di Thailand. Semoga berhasil.

Wassalam

Sa Wat Dee Krub.

7 Beasiswa Kuliah di Thailand

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.

Tulisan tentang “7 Beasiswa Kuliah di Thailand” ini merupakan lanjutan dari tulisan saya sebelumnya tentang “5 Alasan Kuliah di Thailand” yang pernah saya posting beberapa waktu lalu. Seperti tulisan tentang alasan kuliah di Thailand, tulisan ini juga lahir karena banyaknya pertanyaan dan respon dari pembaca dan teman-teman mengenai beasiswa yang bisa diakses untuk membiayai kuliah di Thailand. Tentu beasiswa yang dimaksud di sini adalah beasiswa yang berasal dari Thailand, baik pemerintah Kerajaan Thailand atau pun kampus/universitas yang ada di sana. Adapun mengenai beasiswa dari Indonesia atau sumber lainnya tidak dibahas disini dan saya kira sudah banyak artikel atau sumber informasinya.

Untuk itu pada tulisan ini saya fokus pada informasi atau sharing pengalaman tentang beasiswa-beasiswa yang bisa diakses di Thailand dan cara mendapatkannya. Sesuai dengan pengalaman saya sebagai salah seorang awardee dari “ASEAN Scholarship”, salah satu beasiswa yang disediakan untuk para calon mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah di Thailand. Oia satu lagi, untuk sementara tulisan ini masih rintisan mengingat masih ada beberapa informasi yang insyaAllah akan saya tambahkan. Continue reading

Merajut Mimpi Kuliah di Luar Negeri

20150503_094823 copy

Tulisan saya tentang “Merajut Mimpi Kuliah di Luar Negeri” merupakan bahan yang saya sampaikan pada “Seminar Kiat Jitu Meraih Beasiswa Ke Luar Negeri” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (HIMASEPTA) UMY pada awal Mei 2016 ini. Saya menjadi salah satu pembicara dalam seminar ini bersama beberapa pembicara alumnus dan peraih beasiswa dari Jepang dan Korea.

Selamat membaca…

Memperoleh pendidikan hingga strata tertinggi tentu idaman setiap orang. Terlebih dapat merasakan nikmatnya pendidikan di luar negeri. Hal yang terakhir ini tentu bagaikan mimpi bagi sebagian orang di negeri ini. Yah, jangankan untuk dapat melanjutkan sekolah keluar negeri, bias kuliah di dalam negeri saja sudah sangat bersyukur saat ini. Tentu apalagi kalau bukan masalah biaya yang pasti tidak bias dibantah lagi.

Melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi memang tidak semudah membalik telapak tangan. Selain dibutuhkan kemampuan akademis untuk lolos seleksi, juga kemampuan mengikuti perkuliahan setelah diterima masuk di perguruan tinggi. Selain itu, beban biaya yang tidak murah juga siap menanti. Bahkan di perguruan tinggi negeri yang hamper seluruh biayanya ditanggung negara pun biaya kuliahnya tidak bias dianggap murah. Ironis memang, disaat anggaran pendidikan meningkat justeru biaya kuliah juga meningkat, bahkan untuk kuliah di kampus milik pemerintah. Untuk kampus swasta tentu tidak perlu dipertanyakan lagi. Jadi, jangankan sekolah di luar negeri, untuk dapat kuliah di dalam negeri saja tidak mudah. Oleh karenanya bagi kebanyakan orang, sekolah keluar negeri itu jelas ibarat sebuah mimpi.

Tapi benarkah sekolah di luar negeri itu hanyalah mimpi?. Memang bagi sebagian kalangan yang berkecukupan, melanjutkan pendidikan ke negeri orang tentu tidak menjadi persoalan. Karena selain dana yang tidak sedikit – yang tentu tidak lebih murah di banding kuliah di dalam negeri – kuliah di luar negeri jelas memerlukan kemampuan intelegensia yang lebih. Di samping itu jelas adalah kemampuan bahasa. Karena tentu kuliah di negara berbeda umumnya menggunakan bahasa Internasional (Inggris misalnya) sebagai pengantarnya. Namun demikian, seiring dengan kemajuan pendidikan dan peningkatan kondisi social ekonomi masyarakat, melanjutkan pendidikan keluar negeri sekarang relatif terbuka bagi semua kalangan. Selain program dari pemerintah melalui berbagai beasiswa, dari kalangan swasta pun tidak sedikit yang menawarkan pembiayaan (baik seluruh atau sebagian) untuk melanjutkan pendidikan keluar negeri. Selain itu, tawaran beasiswa dari luar negeri pun sekarang kian beragam pilihannya.

Beasiswa Menjadi Harapan

Beasiswa merupakan solusi bagi mereka yang ingin sekolah di luar negeri tapi terkendala pembiayaan. Ada beragam tipe beasiswa yang ditawarkan :

  1. Full Scholarship
  2. Partial Scholarship
  3. Beasiswa dari Pihak lain

Setelah tahu bahwa ternyata memang banyak alternative beasiswa untuk bisa membiayai kita kuliah di luar negeri, pertanyaan selanjutnya bagaimana kita mempersiapkannya. Setidaknya ada beberapa hal yang bisa dijadikan referensi persiapan mendapatkan beasiswa luar negeri.

[[Tentang beasiswa kuliah di luar negeri, seperti di Thailand misalnya, anda bisa baca tulisan saya mengenai  “7 Beasiswa Kuliah di Thailand”]]

#Dream

Orang bijak mengatakan, everything begins with a dream. Semua dimulai dari mimpi. Mimpi bukanlah khayalan, tapi harapan atau doa yang dipanjatkan. Karena Allah sendiri mengatakan dalam salah satu hadist qudsi; “Aku (Allah) adalah sesuai prasangka hamba pada_KU”.

#Pahami beberapa hal penting dalam mencari beasiswa

5 hal penting disini yaitu:

  1. Kemampuan Bahasa
  2. Pengalaman Kerja
  3. Pengalaman Organisasi
  4. Rencana Penelitian
  5. Publikasi/Tulisan

#Persiapkan Dengan Matang

Hal besar itu tidak diharapkan secara kebetulan. Bahwa ada factor keberuntungan itu biarlah menjadi hadiah. Yang perlu dilakukan adalah merencanakan dan melaksanakan rencana yang sudah ditetapkan. Terlebih untuk studi lanjut di Negara orang.

 #Recommendation

Rekomendasi dari orang yang mengenal atau pernah bekerja sama dengan kita adalah hal umum dan hampir pasti di semua beasiswa, baik dalam maupun luar negeri. Rekomendasi ini bisa dari professor/dosen pembimbing saat kuliah, atasan kita saat bekerja atau rekan kerja dan bahkan tokoh masyarakat yang kita kenal baik. Pilih diantaranya yang mempunyai “high impact” terhadap persyaratan beasiswa kita.

 #Pahami dan Pilih Beasiswa Yang Sesuai

Ada puluhan bahkan ratusan beasiswa di luaran sana yang ditawarkan. Semua mempunyai prasarat dan juga benefit yang berbeda-beda. Kita tentu berharap yang terbaik, tetapi realistis dengan kemampuan dan kondisi saat ini tetap harus dipertimbangkan. Karena calon penerima bukan kita saja, tapi seluruh dunia. Pahami juga prasyarat dan “poin utama” penilaian dari suatu beasiswa. Pelajari dari orang yang pernah berhasil mendapatkan atau bahkan yang gagal juga perlu jadi pertimbangan.

 #Beribadah dan Berdoa

Terakhir dan yang tidak boleh dilupakan adalah ibadah dan doa. Karena apapun usaha kita, sepintar apapun kita semua Allah yang menentukan. Seperti kata pepatah, orang pintar itu kalah dengan orang yang beruntung. Nah, keberuntungan itu dekat dengan orang-orang yang dekat dengan pemberi keberuntungan yaitu Allah SWT.

Demikian beberapa hal yang menurut saya penting untuk dipahami dan disiapkan bagi siapa saja yang ingin kuliah di luar negeri. Untuk hal-hal lainnya dan juga hal yang sifatnya teknis, seperti pengurusan visa dan lain-lain insyaAllah saya tuliskan pada kesempatan yang akan datang.