7 Aplikasi Teknologi Yang Perlu Anda Punya Untuk Memudahkan Hidup Selama di Korea – #KoreanLifehackSeries

Oleh: Heri Akhmadi, M.A.
PhD Student di Kangwon National University Korea.

Korea terkenal sebagai negara yang maju perkembangan dan aplikasi teknologinya. Hampir semua sektor kehidupan tidak lepas dari penggunaan teknologi. Mulai dari rumah yang mayoritas menggunakan kunci elektronik (selama di Korea saya belum pernah menjumpai pintu dengan kunci manual), transportasi publik (bus, taksi, kereta) dengan T-Money atau kartu, pembayaran di pasar, minimarket dan supermarket yang hampir semua pakai kartu debit/kredit dan aplikasi lainnya.

Sebagai orang yang lahir dan besar dari negara “dunia ke tiga” alias negara ber-flower…hehe, meskipun dunia digital sudah bukan asing bagi saya, namun memang kerasa sekali bedanya di Korea. Contoh kecil saja, dulu awal-awal tinggal di Korea dan belum buka rekening/punya kartu debit Korea saat akan membayar di minimarket atau supermarket serasa jadi minoritas, karena hampir semuanya bayar pakai kartu tapi saya sendiri yang bayar cash. Selain itu kalau bayar pakai kartu tinggal gesek saja, bahkan bisa self service jadi tidak perlu ngomong pakai bahasa Korea…hehe.

Dalam banyak aspek teknologi memang dibuat untuk memudahkan kehidupan manusia. Dan demikian halnya untuk hidup di Korea, ada beragam aplikasi teknologi yang terbukti memberikan kemudahan terutama bagi pendatang baik itu pelajar/mahasiswa maupun pekerja Indonesia, ini menurut pengalaman saya tentunya. Berikut ini 7 aplikasi teknologi yang menurut pengalaman saya sangat bermanfaat dan memudahkan untuk hidup di Korea.

Pertama: KakaoTalk

KakaoTalk merupakan aplikasi pengirim pesan yang paling banyak digunakan di Korea. Seperti halnya WhatsApp di Indonesia atau LINE di Thailand. Jadi, ini aplikasi yang tentunya harus dipunyai juga soalnya orang Korea hampir pasti pakai aplikasi ini.

Kakaotalk-PC

Tampilan Aplikasi KakaoTalk (Image credit to kakaodownload.com)

Kakautalk bisa diinstall di Playstore atau Appstore. Aplikasi ini juga mempunyai aplikasi “turunannya” mulai dari “KakaoMap” untuk membantu share location di KakaoTalk. Lalu ada KakaoTaxi yang memberikan layanan transportasi online dan aplikasi lainnya dari KakaoCorp.

Kedua: Naver PAPAGO

Ini merupakan aplikasi penerjemah seperti halnya Google Translate, namun made in Korea. Aplikasi ni sangat saya rekomendasikan terlebih bagi yang baru saja di Korea dan belum bisa berbahasa Korea. Karena dengan aplikasi ini bisa dengan mudah menerjemahkan bahasa Korea (Hangul) ke bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia.

150044884517_20170720

Papago Apps (image credit to english.hani.co.kr)

Misal anda mau beli sesuatu dan tidak bisa bahasa Korea tinggal ketik di Papago nanti tinggal diperlihatkan terjemahannnya ke orang Korea. Atau anda ingin tahu apakah suatu makanan mengandung babi atau tidak tinggal discan pakai Papago informasi produknya.

Ketiga: MUFKO: Muslim Friendly Korea

Sebagai muslim, satu hal penting yang harus diperhatikan adalah bagaimana terkait sholat. Dan berhubung Islam adalah agama minoritas (hanya sekitar 200.000 dari 20 jutaan penduduk Korea) dimana masjid jumlahnya terbatas, maka sholat umumnya dilakukan di rumah atau kamar. Kecuali yang beruntuh dan tinggal di deket masjid atau komunitas muslim (misal di daerah Itaewon Seoul, Ansan dll).

Salah satu hal penting terkait sholat adalah mengenai jadwal waktu sholat (karena tidak dengar adzan) dan arah kiblat. Jadi harus menentukan sendiri arah kiblat. Selain itu juga mengenai waktu sholat bagaimana menentukannya.

MUFKO

Aplikasi MUFKO (sebelah kanan, tampilan di handphone)

Salah satu aplikasi yang bisa menjadi solusi adalah MUFKO atau aplikasi “Muslim Friendly Korea”. Aplikasi ini bisa didownload di Playstore (Android) atau Appstore (Apple). Selain ada fasilitas jadwal sholat dan penentu arah kiblat, aplikasi ini juga memberikan informasi daftar restoran dan produk halal di Korea. Ini tentu bermanfaat sekali terutama bagi yang akan tinggal lama di Korea.

Keempat: T-Money

T-Money atau “Tmoney” (untuk memudahkan sy tulis T-money) merupakan sejenis kartu “e-money” yang umumnya dipakai untuk media pembayaran transportasi, baik bus, kereta ataupun taxi. Meskipun sarana transportasi umum itu masih menerima pembayaran pakai uang cash, tetapi umumnya masyarakat Korea menggunakan T-money untuk pembayaran. Selain praktis juga mudah digunakan, tinggal tap atau tempelkan di perangkat yang disediakan.

141218_korea_smart_card_2

Kartu T-Money (Image courtesy of Korea Smart Card Corporation via Korea.net)

Kartu T-Money bisa dibeli di minimarket yang ada di seluruh Korea seperti CU, GS25, Ministop, dan 7-Eleven. Harga kartu (kosong) sekitar 5 ribu won (pengalaman saya beli di CU) dan bisa diisi di minimarket atau tempat pengisian/top up umum mulai dari 1000 hingga 90 ribu won (tiap kelipatan 1000) dengan maksimal deposit 500 ribu won. Sisa deposit bisa dicek dengan tap kartu di halte bus atau tempat pengisian/top up mandiri yang ada di tempat umum.

Kelima: KakaoTaxi

Seperti sudah saya sampaikan sebelumnya, KakaoTaxi ini merupakan produk “turunan” dari KakaoTalk yang dipunyai oleh Kakaocorp. Mengingat di Korea tidak ada layanan taksi online seperti Grab, Uber atau Gojek, KakaoTaxi merupakan pilihan “satu-satunya”. Sebenarnya banyak pilihan taksi di Korea dan banyak juga tersedia tinggal pilih di jalan. Namun kemudahan dari menggunakan KakaoTaxi tentu kita tinggal menunggu dijemput dan selanjutnya dianter ke tempat tujuan tepat sesuai peta yang kita tentukan saat memesan order. Lebih cocok sekali bagi yang belum bisa bahasa Korea, tidak perlu banyak ngomong langsung diantar sampai tujuan, kalau sudah sampai tinggal banyar pakai T-money…haha

restmb_idxmake.php

KakaoTaxi (image credit to The Investor)

Meski saya jarang naik taksi dan lebih sering naik bus atau kereta di Korea, tp aplikasi ini tetap harus ada di HP untuk jaga-jaga jika diperlukan. Misal perlu bawa barang belanjaan yang banyak atau pergi bareng teman bertiga tentu lebih ekonomis pakai ini. Silakan tinggal didownload di play store atau app store saja.

Keenam: Naver Map

Naver Map sebenarnya mempunyai fungsi sama seperti GoogleMaps, namun menurut pengalaman saya untuk penggunaan di Korea ini lebih akurat dan lebih lengkap, utamanya sebagai penunjuk arah dan terintegrasi dengan informasi transportasi publik. Jadi aplikasi ini akan memberikan informasi yang lengkap mulai dari jenis transportasi apa yang ditawarkan (bus, kereta, mobil pribadi, jalan kaki), alternatif rute (best, shortes, longest dst) bahkan hingga pintu stasiun berapa yang harus di lewati untuk tujuan yang kita tentukan. Sangat informatif sekali dan bener-bener menunjukkna tidak menyesatkan ke jalan yang tidak lurus…haha.

Naver-map-1024x548

Tampilan Naver Map (image credit to idhospital.com)

Untuk aplikasi mobile silakan bisa didownload di playstore atau appstore. Ini aplikasi yang harus ada di HP dah kalau pengen jalan-jalan di Korea. Sangat membantu sekali dalam memilih jenis transportasi (umum) dan menunjukkan jalan ke tujuan.

Ketuju: Coupang

Coupang merupakan aplikasi ecommerce yang paling terkenal di Korea. Siapa yang tidak kenal Coupang, ini seperti Tokopedia/Bukalapak/Shoppe dan sejenisnya di Indonesia. Hampir apa saja bisa dibeli di Coupang dengan harga yang bersahabat dan sangat praktis. Contoh saja beli beras, kalau beli ukuran 5 kg atau 10 kg di minimarket harus bawa cukup berat dan harganya juga lumayan mahal. Misal beras ukuran 5 atau 4 kg di minimarket bisa 20 ribu won, beli di Coupang bisa dapat harga setengahnya atau 25 rb won untuk ukuran 10 kg dan langsung diantar di depan pintu. Enak dan murah…haha

20190625000787_0

Plaftorm Belanja Online Coupang (Image credit to Korea Herald)

Sengaja saya taruh aplikasi Coupang di nomor 7 atau yang terakhir dari “7 Aplikasi teknologi yang sebaiknya anda punyai untuk memudahkan hidup di Korea”, karena ini kaitannya dengan belanja. Ya, belanja mudah dan murah tentu menggoda…jadi bisa “berbahaya” kalau di taruh yang pertama…haha.

Oia, catatan untuk aplikasi Coupang, saat ini hanya tersedia dalam bahasa Korea. Tapi jangan khawatir, jika anda belum bisa membaca Hangeul (tulisan Korea), tinggal buka aplikasi di browser Google Chrome saja lalu klik kanan dan pilih “Translate to English” insyaAllah aman.

Ngomong-ngomong tentang belanja, bagi teman-teman pembaca yang sedang mencari atau ingin membeli produk-produk Indonesia di Korea, termasuk produk halal, silakan bisa baca artikel saya lainnya tentang “10 Toko Online Produk Makanan Halal dan Produk Indonesia/Asia di Korea”. Jadi, meskipun Korea jauh sekali dari Indonesia ternyata mudah untuk membeli produk-produk Indonesia saat di Korea, baik produk olahan siap konsumsi maupun produk pabrikan lainnya. Bahkan tidak harus ke mana-mana, cukup duduk santai di kamar, pesan online besoknya bisa sudah sampai.

[BACA: 10 Toko Online Produk Makanan Halal dan Produk Indonesia/Asia di Korea]

Itulah tulisan saya tentang 7 Aplikasi teknologi yang sebaiknya anda punyai untuk memudahkan hidup di Korea berdasarkan pengalaman saya hidup di sini. Selain ke-7 aplikasi itu, sebenarnya masih ada aplikasi penting lainnya yang juga mendukung seperti “Mobile Banking” namun karena ini umumnya hampir pasti dimiliki oleh yang tinggal lama di Korea dan tentunya aplikasi ini tentu otomatis menginstallnya.

Silakan kalau ada pembaca yang mau menambahkan atau punya pengalaman lainnya bisa share di kolom komentar. Atau mungkin menambahkan aplikasi lainnya yang belum ada di artikel ini.

Chuncheon City, 25 Januari 2022.

References:

One comment

  1. […] BTW, saya merekomendasikan untuk install aplikasi “Muslim Friendly Korea” atau MUFKO. Bisa didownload di Playstore (Android) atau Appstore (Apple). Selain ada fasilitas jadwal sholat, penentu arah kiblat juga ada list restoran dan produk halal di Korea. Dan ini bermanfaat tidak hanya saat karantina, tetapi juga bisa digunakan setelahnya selama hidup di Korea. Selain aplikasi MUFKO, ada beberapa aplikasi lainnya yang juga saya rekomendasikan untuk dipunyai selama di korea, silakan bisa baca artikel saya tentang “7 Aplikasi Teknologi Yang Perlu Anda Punya Untuk Memudahkan Hidup Selama di Korea”. […]

    Like

Leave a Reply to Cerita Karantina Corona (Covid-19) di Korea: Prosedur dan Tips Menjalaninya | "Belajarlah Hingga Ke Luar Negeri" Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: